alexametrics
30 C
Pontianak
Monday, May 23, 2022

Pelajaran Hidup dari Nenek 102 Tahun yang Sembuh dari Covid-19

ITU tidak buruk”.  Itulah yang dikatakan Mildred Geraldine “Gerri” Schappals yang berusia 102 tahun tentang sakit Covid-19 saat berada di tempat tinggalnya di Nashua, New Hampshire, menurut situs berita lokal WMUR.

Schappals telah melewati begitu banyak perjuangan dalam hidupnya. Tampaknya ia tidak terlalu terganggu dalam melawan virus corona, walaupun sempat sakit selama bebrapa hari. Schappals lahir di Massachusetts pada tahun pandemi flu Spanyol, ia mengidapnya saat masih bayi, kemudian di tahun 80-an dan 90-an dia selamat dari kanker payudara dan kanker usus besar. Pada bulan Mei 2020, Schappals tertular Covid-19 dan telah pulih sepenuhnya kini.

Putrinya, Julia Schappals, 68, tidak terkejut sedikit pun dengan kesembuhan ibunya dari Covid-19. Dia memuji sikap Schappals yang cerdas dan tangguh sehingga mampu membuatnya melalui masa-masa sulit.

“Dia selalu berhasil menemukan humor atau hal yang menggelikan dari segala hal yang membuat stres,” kata Julia Schappals kepada CNBC Make It.

Julia mengatakan ibunya tangguh sejak awal. Itu dimulai ketika dia terjangkit flu Spanyol (virus flu burung H1N1) saat bayi berusia 10 bulan. Kematian tinggi untuk anak di bawah 5 tahun, dan karena demam tinggi, dokter mengira Schappals kemungkinan besar akan meninggal. Pandemi flu 1918-1919 menewaskan sekitar 50 juta orang di seluruh dunia dan lebih dari 675.000 orang di AS, tetapi Schappals selamat.

Baca Juga :  Masyarakat Bisa Sampaikan Kendala Sertifikat Vaksinasi via Surel

Schappals lulus dari perguruan tinggi, menikah, memiliki dua anak dan menjadi seorang guru. Ketika Shappals berusia 60-an, dia didiagnosis menderita kanker payudara dan menjalani terapi radiasi. Kemudian di usia 70-an datang kanker usus besar, dimana dia menjalani operasi dan kemoterapi. Jadi apa rahasia Schappals untuk bertahan dari masa-masa sulit?

Dapatkan Perspektif

Schappals seorang Katolik Irlandia yang taat, ia mengatakan bahwa agama membantunya. Dan selama masa-masa yang sangat menantang, dia telah belajar cara mendapatkan perspektif.

“Satu hal yang membantu adalah mengatakan pada diri sendiri bahwa Anda tidak akan mengkhawatirkannya selama satu jam, ini akan tetap ada di penghujung jam dan lakukan sesuatu yang menyenangkan,” kata Schappals. Ketika Schappals menderita kanker, misalnya, dia berjalan-jalan dengan anjingnya atau pergi berbelanja sebentar.

“Saya telah menemukan bahwa sedikit istirahat dapat memberikan perspektif yang segar dan mengingatkan Anda bahwa tidak peduli seberapa gelap hal itu, masih ada beberapa cahaya kecil,” katanya.

Temukan Keseimbangan

Meskipun Schappals mengakui bahwa menjadi seorang yang optimis membantu selama masa-masa sulit, hal itu harus diimbangi dengan realisme. Faktanya, sepanjang hidupnya Schappals selalu tentang keseimbangan.

Menurut Julia, sementara Schappals selalu makan makanan sehat, dia biasanya menyimpan makanan manisnya seperti permen dan kue di laci dapur. Schappals percaya bahwa sedikit anggur sehat untuknya, ia juga hampir selalu minum segelas saat makan malam. Dia juga seorang yang aktif, meskipun sesekali menjadi perokok hingga tahun 1960-an.

Baca Juga :  Heboh Makam Tua di Pinggir Jalan Kutilang

“Dia suka berenang, dia menari tap saat mencuci piring, dia bermain piano setiap hari, dia pianis yang hebat,” kata Julia.

Punya Banyak Teman

Saat tumbuh dewasa, Schappals selalu memberi tahu putrinya bahwa teman itu penting dan menasihatinya untuk mengembangkan kelompok teman yang luas dan beragam. Dia juga mengatakan penting untuk menjadi pendengar yang baik, tetapi jangan biarkan masalah mereka menjadi masalah Anda.

Dengarkan Nasihat Bijak

Schappals mengatakan kepada The Washington Post, “Saya tidak menganggap diri saya tua”. Namun, dengan pengalaman muncul lah kebijaksanaan. Jadi, apa yang disarankan oleh seseorang yang telah bertahan lebih dari sepuluh dekade untuk generasi mendatang?

Pertama, jujurlah pada diri sendiri. “Ada sedikit bisikan di belakang pikiran yang akan memberitahu Anda jika Anda tidak jujur, tetapi dibutuhkan disiplin diri untuk menghadapinya dan berhati-hatilah membiarkan emosi berteriak lebih keras daripada suara kecil itu,” kata Schappals.

Dia juga mendorong kaum muda untuk memperhatikan sekolah dan membiasakan diri mengerjakan pekerjaan rumah. Disiplin diri itu, katanya, akan memengaruhi etos kerja selama sisa hidup Anda.

Dan terakhir, sebelum Anda memutuskan suatu masalah kontroversi, “Pastikan Anda memahami argumen pihak lain, ini satu-satunya cara untuk menghindari keputusan berdasarkan emosi,” katanya. (cnbc/sya)

ITU tidak buruk”.  Itulah yang dikatakan Mildred Geraldine “Gerri” Schappals yang berusia 102 tahun tentang sakit Covid-19 saat berada di tempat tinggalnya di Nashua, New Hampshire, menurut situs berita lokal WMUR.

Schappals telah melewati begitu banyak perjuangan dalam hidupnya. Tampaknya ia tidak terlalu terganggu dalam melawan virus corona, walaupun sempat sakit selama bebrapa hari. Schappals lahir di Massachusetts pada tahun pandemi flu Spanyol, ia mengidapnya saat masih bayi, kemudian di tahun 80-an dan 90-an dia selamat dari kanker payudara dan kanker usus besar. Pada bulan Mei 2020, Schappals tertular Covid-19 dan telah pulih sepenuhnya kini.

Putrinya, Julia Schappals, 68, tidak terkejut sedikit pun dengan kesembuhan ibunya dari Covid-19. Dia memuji sikap Schappals yang cerdas dan tangguh sehingga mampu membuatnya melalui masa-masa sulit.

“Dia selalu berhasil menemukan humor atau hal yang menggelikan dari segala hal yang membuat stres,” kata Julia Schappals kepada CNBC Make It.

Julia mengatakan ibunya tangguh sejak awal. Itu dimulai ketika dia terjangkit flu Spanyol (virus flu burung H1N1) saat bayi berusia 10 bulan. Kematian tinggi untuk anak di bawah 5 tahun, dan karena demam tinggi, dokter mengira Schappals kemungkinan besar akan meninggal. Pandemi flu 1918-1919 menewaskan sekitar 50 juta orang di seluruh dunia dan lebih dari 675.000 orang di AS, tetapi Schappals selamat.

Baca Juga :  Putra Terbaik Kalbar, Viryan Azis Tutup Usia

Schappals lulus dari perguruan tinggi, menikah, memiliki dua anak dan menjadi seorang guru. Ketika Shappals berusia 60-an, dia didiagnosis menderita kanker payudara dan menjalani terapi radiasi. Kemudian di usia 70-an datang kanker usus besar, dimana dia menjalani operasi dan kemoterapi. Jadi apa rahasia Schappals untuk bertahan dari masa-masa sulit?

Dapatkan Perspektif

Schappals seorang Katolik Irlandia yang taat, ia mengatakan bahwa agama membantunya. Dan selama masa-masa yang sangat menantang, dia telah belajar cara mendapatkan perspektif.

“Satu hal yang membantu adalah mengatakan pada diri sendiri bahwa Anda tidak akan mengkhawatirkannya selama satu jam, ini akan tetap ada di penghujung jam dan lakukan sesuatu yang menyenangkan,” kata Schappals. Ketika Schappals menderita kanker, misalnya, dia berjalan-jalan dengan anjingnya atau pergi berbelanja sebentar.

“Saya telah menemukan bahwa sedikit istirahat dapat memberikan perspektif yang segar dan mengingatkan Anda bahwa tidak peduli seberapa gelap hal itu, masih ada beberapa cahaya kecil,” katanya.

Temukan Keseimbangan

Meskipun Schappals mengakui bahwa menjadi seorang yang optimis membantu selama masa-masa sulit, hal itu harus diimbangi dengan realisme. Faktanya, sepanjang hidupnya Schappals selalu tentang keseimbangan.

Menurut Julia, sementara Schappals selalu makan makanan sehat, dia biasanya menyimpan makanan manisnya seperti permen dan kue di laci dapur. Schappals percaya bahwa sedikit anggur sehat untuknya, ia juga hampir selalu minum segelas saat makan malam. Dia juga seorang yang aktif, meskipun sesekali menjadi perokok hingga tahun 1960-an.

Baca Juga :  Tren Perubahan PekerjaanBaru di Era Digital

“Dia suka berenang, dia menari tap saat mencuci piring, dia bermain piano setiap hari, dia pianis yang hebat,” kata Julia.

Punya Banyak Teman

Saat tumbuh dewasa, Schappals selalu memberi tahu putrinya bahwa teman itu penting dan menasihatinya untuk mengembangkan kelompok teman yang luas dan beragam. Dia juga mengatakan penting untuk menjadi pendengar yang baik, tetapi jangan biarkan masalah mereka menjadi masalah Anda.

Dengarkan Nasihat Bijak

Schappals mengatakan kepada The Washington Post, “Saya tidak menganggap diri saya tua”. Namun, dengan pengalaman muncul lah kebijaksanaan. Jadi, apa yang disarankan oleh seseorang yang telah bertahan lebih dari sepuluh dekade untuk generasi mendatang?

Pertama, jujurlah pada diri sendiri. “Ada sedikit bisikan di belakang pikiran yang akan memberitahu Anda jika Anda tidak jujur, tetapi dibutuhkan disiplin diri untuk menghadapinya dan berhati-hatilah membiarkan emosi berteriak lebih keras daripada suara kecil itu,” kata Schappals.

Dia juga mendorong kaum muda untuk memperhatikan sekolah dan membiasakan diri mengerjakan pekerjaan rumah. Disiplin diri itu, katanya, akan memengaruhi etos kerja selama sisa hidup Anda.

Dan terakhir, sebelum Anda memutuskan suatu masalah kontroversi, “Pastikan Anda memahami argumen pihak lain, ini satu-satunya cara untuk menghindari keputusan berdasarkan emosi,” katanya. (cnbc/sya)

Most Read

Artikel Terbaru

/