alexametrics
30.6 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Beli BBM Gunakan Aplikasi MyPertamina

PONTIANAK – Pertamina akan memberlakukan pembelian Pertalite dan solar bersubsidi di Kalimantan menggunakan aplikasi MyPertamina. Kota Banjarmasin terpilih sebagai lokasi uji coba tahap pertama. Area Manager Communication & CSR Regional Kalimantan Susanto Satria mengungkapkan, Pertamina akan membuka klinik helpdesk di SPBU yang ada di kota tersebut.

“Nantinya masyarakat yang ingin bertanya terkait pendaftaran bisa langsung menuju ke klinik helpdesk yang ada di SPBU di Kota Banjarmasin,” tuturnya kepada Pontianak Post, kemarin (28/6).

Lebih lanjut Satria menjelaskan bahwa tahapan ini adalah bertujuan untuk mendaftarkan kendaraan yang akan bertransaksi solar dan pertalite.  Masyarakat tidak perlu khawatir apabila tidak memiliki aplikasi MyPertamina, karena pendaftaran dilakukan semua di website MyPertamina.

Pengguna yang sudah melakukan pendaftaran kendaraan dan identitasnya kemudian akan mendapatkan notifikasi melalui email yang didaftarkan. Pengguna terdaftar akan mendapatkan QR code khusus yang menunjukan bahwa data mereka telah cocok dan dapat membeli Pertalite dan Solar.

Baca Juga :  2023 Jalan Mantap 80 Persen, Midji Beberkan Masalah Pembangunan Jalan

“Ketika sudah terdaftar, masyarakat memiliki banyak opsi untuk pembayaran, mulai dari pembayaran tunai (uang cash), kartu kredit/debit, ataupun pilihan non tunai lainnya. Pembayaran tidak terbatas hanya pakai MyPertamina,” jelasnya.

Pihaknya menjelaskan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat membantu penyaluran BBM subsidi agar tepat sasaran karena tercatat dengan lebih baik dan transparan.

“Inilah yang kami harapkan, Pertamina dapat mengenali siapa saja konsumen pertalite dan solar subsidi dan tentunya melindungi masyarakat yang memang berhak mengonsumsinya,” kata Satria.

Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Alfian Nasution menyebut, salah satu amanah yang diberikan kepada Pertamina Patra Niaga adalah menyalurkan bahan bakar  minyak (BBM) subsidi, Sebagai BBM bersubdisi, penyaluran solar dan pertalite penugasan ini diatur oleh regulasi, antara lain Peraturan Presiden No. 191/2014 dan Surat Keputusan (SK) BPH Migas Nomor 4/P3JBT/BPH Migas/2020.

Baca Juga :  Mantan Wagub LH Kadir Tutup Usia

“Dalam menyalurkan BBM subsidi ada aturannya, baik dari sisi kuota atau jumlah maupun dari sisi segmentasi penggunanya. Saat ini, segmen pengguna solar subsidi ini sudah diatur, sedangkan pertalite segmentasi penggunanya masih terlalu luas. Sebagai badan usaha yang menjual pertalite dan solar, kami harus patuh, tepat sasaran dan tepat kuota dalam menyalurkan BBM yang disubsidi pemerintah,” terangnya.

Saat ini masih terjadi di lapangan adanya konsumen yang tidak berhak mengonsumsi pertalite dan solar. Jika tidak diatur, besar kemungkinan kuota yang telah ditetapkan selama satu tahun tidak akan mencukupi. Untuk memastikan mekanisme penyaluran makin tepat sasaran, maka Pertamina Patra Niaga berinisiatif dan berinovasi untuk melakukan uji coba penyaluran pertalite dan solar bagi pengguna berhak yang sudah terdaftar di dalam sistem MyPertamina. (ars)

PONTIANAK – Pertamina akan memberlakukan pembelian Pertalite dan solar bersubsidi di Kalimantan menggunakan aplikasi MyPertamina. Kota Banjarmasin terpilih sebagai lokasi uji coba tahap pertama. Area Manager Communication & CSR Regional Kalimantan Susanto Satria mengungkapkan, Pertamina akan membuka klinik helpdesk di SPBU yang ada di kota tersebut.

“Nantinya masyarakat yang ingin bertanya terkait pendaftaran bisa langsung menuju ke klinik helpdesk yang ada di SPBU di Kota Banjarmasin,” tuturnya kepada Pontianak Post, kemarin (28/6).

Lebih lanjut Satria menjelaskan bahwa tahapan ini adalah bertujuan untuk mendaftarkan kendaraan yang akan bertransaksi solar dan pertalite.  Masyarakat tidak perlu khawatir apabila tidak memiliki aplikasi MyPertamina, karena pendaftaran dilakukan semua di website MyPertamina.

Pengguna yang sudah melakukan pendaftaran kendaraan dan identitasnya kemudian akan mendapatkan notifikasi melalui email yang didaftarkan. Pengguna terdaftar akan mendapatkan QR code khusus yang menunjukan bahwa data mereka telah cocok dan dapat membeli Pertalite dan Solar.

Baca Juga :  Target Vaksinasi Dua Ribu Warga di Sambas

“Ketika sudah terdaftar, masyarakat memiliki banyak opsi untuk pembayaran, mulai dari pembayaran tunai (uang cash), kartu kredit/debit, ataupun pilihan non tunai lainnya. Pembayaran tidak terbatas hanya pakai MyPertamina,” jelasnya.

Pihaknya menjelaskan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat membantu penyaluran BBM subsidi agar tepat sasaran karena tercatat dengan lebih baik dan transparan.

“Inilah yang kami harapkan, Pertamina dapat mengenali siapa saja konsumen pertalite dan solar subsidi dan tentunya melindungi masyarakat yang memang berhak mengonsumsinya,” kata Satria.

Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Alfian Nasution menyebut, salah satu amanah yang diberikan kepada Pertamina Patra Niaga adalah menyalurkan bahan bakar  minyak (BBM) subsidi, Sebagai BBM bersubdisi, penyaluran solar dan pertalite penugasan ini diatur oleh regulasi, antara lain Peraturan Presiden No. 191/2014 dan Surat Keputusan (SK) BPH Migas Nomor 4/P3JBT/BPH Migas/2020.

Baca Juga :  Hati-Hati! Aplikasi Salat dan Azan Bisa Curi Data Pengguna

“Dalam menyalurkan BBM subsidi ada aturannya, baik dari sisi kuota atau jumlah maupun dari sisi segmentasi penggunanya. Saat ini, segmen pengguna solar subsidi ini sudah diatur, sedangkan pertalite segmentasi penggunanya masih terlalu luas. Sebagai badan usaha yang menjual pertalite dan solar, kami harus patuh, tepat sasaran dan tepat kuota dalam menyalurkan BBM yang disubsidi pemerintah,” terangnya.

Saat ini masih terjadi di lapangan adanya konsumen yang tidak berhak mengonsumsi pertalite dan solar. Jika tidak diatur, besar kemungkinan kuota yang telah ditetapkan selama satu tahun tidak akan mencukupi. Untuk memastikan mekanisme penyaluran makin tepat sasaran, maka Pertamina Patra Niaga berinisiatif dan berinovasi untuk melakukan uji coba penyaluran pertalite dan solar bagi pengguna berhak yang sudah terdaftar di dalam sistem MyPertamina. (ars)

Most Read

Artikel Terbaru

/