alexametrics
22.8 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Investor Siap Bangun Jembatan Garuda, Penghubung Bardan-Siantan

PONTIANAK – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyambut baik rencana pihak investor yang akan membangun jembatan penghubung Jalan Bardan hingga Terminal Siantan. Jembatan yang memiliki panjang 350 meter dan lebar 30 meter tersebut dibangun dalam bentuk Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Dari desain yang dipaparkan oleh investor, bangunan jembatan yang dinamai Jembatan Garuda tampak megah. Ada empat jalur jalan dan di bagian tengahnya berbentuk lingkaran.

“Aturan regulasinya sudah ada dan kita menggandeng investor dari Indonesia dan China karena ini sangat konkret dan spektakuler di Kota Pontianak,” ujarnya usai ekspos rencana pembangunan Jembatan Garuda di Ruang Pontive Center, Kamis (28/7).

Menurutnya, kajian rencana pembangunan Jembatan Garuda sudah berjalan beberapa bulan belakangan. Kehadiran jembatan ini nantinya akan menghubungkan Jalan Tanjungpura Pontianak Kota dan Jalan Gusti Situt Mahmud dan Khatulistiwa Pontianak Utara yang berstatus jalan nasional.

“Mudah-mudahan Jembatan Garuda ini bisa mengatasi persoalan transportasi dan kemacetan di kedua wilayah. Apalagi pembangunan duplikasi Jembatan Kapuas I juga dibangun, tentunya kemacetan yang kerap terjadi bisa terurai,” jelasnya.

Baca Juga :  Tujuh Strategi Tarik Investor ke Kalbar

Keterlibatan pemerintah pusat seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Bappenas, Kementerian Perhubungan dan Kementerian Keuangan menjadi titik awal terwujudnya jembatan tersebut. Meski dirinya belum bisa memastikan kapan dimulainya pelaksanaan pembangunan Jembatan Garuda, namun proses rencana pembangunan sudah disusun sejak dua bulan lalu.

“Dan ini membutuhkan waktu yang cukup panjang, mulai dari penyiapan Amdal dan lainnya,” ungkap dia.

Edi menerangkan, pembangunan jembatan ini sumber dananya berasal dari investor. Sementara dari pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak akan mempersiapkan regulasi dan memfasilitasi yang berkaitan dengan lahan-lahan terkena dampak dari pembangunan Jembatan Garuda tersebut.

Dari desain konsep jembatan yang dipaparkan, konstruksi jembatan dilengkapi kabel-kabel pancang. Jembatan ini bisa dilintasi oleh kendaraan roda dua dan roda empat maupun kendaraan besar seperti truk atau trailer.

“Istimewanya lagi, bagi pejalan kaki akan dimanjakan dengan energi power hydro dari air Sungai Kapuas,” terangnya.

Baca Juga :  Kodim Kerahkan 142 Personel ke Bengkayang

Karsono dari PT Berkat Rahmat Ilahi, satu di antara investor yang terlibat dalam rencana pembangunan Jembatan Garuda, menuturkan penamaan pada jembatan tersebut dikaitkan dengan pahlawan daerah Kalimantan Barat, yakni Sultan Hamid II sebagai perancang lambang negara Burung Garuda.

“Proses pembangunan jembatan ini nanti tergantung pada perusahaan-perusahaan karena melalui skema KPBU,” katanya.

Karsono menyatakan, keterlibatan investor dalam konsorsium pembangunan Jembatan Garuda terdiri dari beberapa perusahaan, termasuk Chinese Construction, BUMN dan mitra perusahaan lainnya.

“Program ini tidak menggunakan anggaran dari pemerintah karena kami usulkan dari badan usaha yang belum pernah terjadi di Kalbar maka kami coba memulai hal ini,” sebutnya.

Sejauh ini, pihaknya masih menunggu keputusan dan dukungan pemerintah pusat agar rencana pembangunan Jembatan Garuda ini bisa terealisasi secepatnya.

“Kalau ini sudah terealisasi, saya yakin Jembatan Garuda akan menjadi landmark baru di Kota Pontianak,” pungkasnya. (iza/r)

PONTIANAK – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyambut baik rencana pihak investor yang akan membangun jembatan penghubung Jalan Bardan hingga Terminal Siantan. Jembatan yang memiliki panjang 350 meter dan lebar 30 meter tersebut dibangun dalam bentuk Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Dari desain yang dipaparkan oleh investor, bangunan jembatan yang dinamai Jembatan Garuda tampak megah. Ada empat jalur jalan dan di bagian tengahnya berbentuk lingkaran.

“Aturan regulasinya sudah ada dan kita menggandeng investor dari Indonesia dan China karena ini sangat konkret dan spektakuler di Kota Pontianak,” ujarnya usai ekspos rencana pembangunan Jembatan Garuda di Ruang Pontive Center, Kamis (28/7).

Menurutnya, kajian rencana pembangunan Jembatan Garuda sudah berjalan beberapa bulan belakangan. Kehadiran jembatan ini nantinya akan menghubungkan Jalan Tanjungpura Pontianak Kota dan Jalan Gusti Situt Mahmud dan Khatulistiwa Pontianak Utara yang berstatus jalan nasional.

“Mudah-mudahan Jembatan Garuda ini bisa mengatasi persoalan transportasi dan kemacetan di kedua wilayah. Apalagi pembangunan duplikasi Jembatan Kapuas I juga dibangun, tentunya kemacetan yang kerap terjadi bisa terurai,” jelasnya.

Baca Juga :  Terduga Pelaku Insiden Kampung Beting Serahkan Diri, BPM Fasilitasi ke Polisi

Keterlibatan pemerintah pusat seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Bappenas, Kementerian Perhubungan dan Kementerian Keuangan menjadi titik awal terwujudnya jembatan tersebut. Meski dirinya belum bisa memastikan kapan dimulainya pelaksanaan pembangunan Jembatan Garuda, namun proses rencana pembangunan sudah disusun sejak dua bulan lalu.

“Dan ini membutuhkan waktu yang cukup panjang, mulai dari penyiapan Amdal dan lainnya,” ungkap dia.

Edi menerangkan, pembangunan jembatan ini sumber dananya berasal dari investor. Sementara dari pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak akan mempersiapkan regulasi dan memfasilitasi yang berkaitan dengan lahan-lahan terkena dampak dari pembangunan Jembatan Garuda tersebut.

Dari desain konsep jembatan yang dipaparkan, konstruksi jembatan dilengkapi kabel-kabel pancang. Jembatan ini bisa dilintasi oleh kendaraan roda dua dan roda empat maupun kendaraan besar seperti truk atau trailer.

“Istimewanya lagi, bagi pejalan kaki akan dimanjakan dengan energi power hydro dari air Sungai Kapuas,” terangnya.

Baca Juga :  Digagas Pembentukan Forum Pontianak Utara

Karsono dari PT Berkat Rahmat Ilahi, satu di antara investor yang terlibat dalam rencana pembangunan Jembatan Garuda, menuturkan penamaan pada jembatan tersebut dikaitkan dengan pahlawan daerah Kalimantan Barat, yakni Sultan Hamid II sebagai perancang lambang negara Burung Garuda.

“Proses pembangunan jembatan ini nanti tergantung pada perusahaan-perusahaan karena melalui skema KPBU,” katanya.

Karsono menyatakan, keterlibatan investor dalam konsorsium pembangunan Jembatan Garuda terdiri dari beberapa perusahaan, termasuk Chinese Construction, BUMN dan mitra perusahaan lainnya.

“Program ini tidak menggunakan anggaran dari pemerintah karena kami usulkan dari badan usaha yang belum pernah terjadi di Kalbar maka kami coba memulai hal ini,” sebutnya.

Sejauh ini, pihaknya masih menunggu keputusan dan dukungan pemerintah pusat agar rencana pembangunan Jembatan Garuda ini bisa terealisasi secepatnya.

“Kalau ini sudah terealisasi, saya yakin Jembatan Garuda akan menjadi landmark baru di Kota Pontianak,” pungkasnya. (iza/r)

Most Read

Artikel Terbaru

/