alexametrics
26.7 C
Pontianak
Thursday, May 19, 2022

PENELITIAN, GeNose untuk Skrinining

Pemerintah Daerah Istimewa Jogjakarta berencana menggunakan alat pendeteksi Covid-19 berbasis embusan napas atau GeNose buatan tim riset Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk skrining secara cepat.

”Gugus tugas sedang merancang untuk bisa memiliki GeNose itu,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) DI Jogjakarta Kadarmanta Baskara Aji di Kompleks Kepatihan, Jogjakarta, Senin (28/12).

Aji mengatakan, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DI Jogjakarta akan berkomunikasi dengan gugus tugas di lima kabupaten/kota mengenai rencana penggunaan alat itu. ”Supaya tidak ada dobel-dobel pemesanannya. Jadi saya kira itu alat yang cukup bagus,”  ujar Kadarmanta Baskara Aji.

Aji mengatakan, alat itu akan digunakan sebagaimana fungsinya yakni untuk melakukan tracing dan testing lebih cepat pada kasus baru.

Baca Juga :  Edi Kamtono Tidak Permasalahkan Adzan Lewat Pengeras Suara

”Alat itu penggunaannya kan lebih pada skrining, tapi kalau sudah masuk rumah sakit tentu penggunaannya tetap swab PCR,” terang Kadarmanta Baskara Aji.

Dengan keberadaan alat yang dikembangkan UGM, menurut Aji, DI Jogjakarta akan memiliki alat diagnostik Covid-19 lebih lengkap.
”Jadi saling melengkapi. Kita sekarang punya tiga alat, GeNose, rapid test antigen, dan PCR,” papar Kadarmanta Baskara Aji.

Alat pendeteksi Covid-19 GeNose buatan tim riset Universitas Gadjah Mada (UGM) telah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan dengan nomor Kemenkes RI AKD 20401022883 yang terbit pada Kamis (24/12).

Ketua tim pengembang GeNose Kuwat Triyana mengatakan, hasil tes GeNose sangat cepat, yakni sekitar 2 menit serta tidak memerlukan reagen atau bahan kimia lain. Selain itu, pengambilan sampel tes berupa embusan napas juga dirasakan lebih nyaman dibandingkan usap atau swab.

Pemerintah Daerah Istimewa Jogjakarta berencana menggunakan alat pendeteksi Covid-19 berbasis embusan napas atau GeNose buatan tim riset Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk skrining secara cepat.

”Gugus tugas sedang merancang untuk bisa memiliki GeNose itu,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) DI Jogjakarta Kadarmanta Baskara Aji di Kompleks Kepatihan, Jogjakarta, Senin (28/12).

Aji mengatakan, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DI Jogjakarta akan berkomunikasi dengan gugus tugas di lima kabupaten/kota mengenai rencana penggunaan alat itu. ”Supaya tidak ada dobel-dobel pemesanannya. Jadi saya kira itu alat yang cukup bagus,”  ujar Kadarmanta Baskara Aji.

Aji mengatakan, alat itu akan digunakan sebagaimana fungsinya yakni untuk melakukan tracing dan testing lebih cepat pada kasus baru.

Baca Juga :  Spesies Kupu-kupu Terancam

”Alat itu penggunaannya kan lebih pada skrining, tapi kalau sudah masuk rumah sakit tentu penggunaannya tetap swab PCR,” terang Kadarmanta Baskara Aji.

Dengan keberadaan alat yang dikembangkan UGM, menurut Aji, DI Jogjakarta akan memiliki alat diagnostik Covid-19 lebih lengkap.
”Jadi saling melengkapi. Kita sekarang punya tiga alat, GeNose, rapid test antigen, dan PCR,” papar Kadarmanta Baskara Aji.

Alat pendeteksi Covid-19 GeNose buatan tim riset Universitas Gadjah Mada (UGM) telah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan dengan nomor Kemenkes RI AKD 20401022883 yang terbit pada Kamis (24/12).

Ketua tim pengembang GeNose Kuwat Triyana mengatakan, hasil tes GeNose sangat cepat, yakni sekitar 2 menit serta tidak memerlukan reagen atau bahan kimia lain. Selain itu, pengambilan sampel tes berupa embusan napas juga dirasakan lebih nyaman dibandingkan usap atau swab.

Most Read

Artikel Terbaru

/