alexametrics
30.6 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Landak Diguncang Gempa Tektonik Magnitudo 3,9

Belum Ada Potensi Gempa Susulan

PONTIANAK- Gempabumi tektonik Magnitudo 3,9 mengguncang Landak, Kalbar, Jumat (29/7).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)  Kalbar dalam laman resminya menyampaikan bahwa  gempabumi terjadi pada pukul 16:13:38 WIB.

Kepala Stageof Sleman, Ikhsan menjelaskan, hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter dengan magnitudo M=3,9. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 0,08° LU; 109,60° BT , atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 30 Km TimurLaut Kota Pontianak-Kalbar pada kedalaman 10 km.

Terkait jenis dan mekanisme gempabumi ini lanjut dia, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar lokal .

Baca Juga :  Siswa dan Lansia Ikuti Vaksinasi

Guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah Kecamatan Jelimpo,  Landak, Kalimantan Barat II-III MMI.

“Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang hingga Getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu,” jelasnya.

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hingga hari Jumat, 29 Juli 2022 pukul 21.35 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan ( aftershock ).

Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah,” pungkasnya menegaskan agar memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi. (mrd)

Baca Juga :  Pembangunan Dengan Cermat di Tengah Pandemi

Belum Ada Potensi Gempa Susulan

PONTIANAK- Gempabumi tektonik Magnitudo 3,9 mengguncang Landak, Kalbar, Jumat (29/7).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)  Kalbar dalam laman resminya menyampaikan bahwa  gempabumi terjadi pada pukul 16:13:38 WIB.

Kepala Stageof Sleman, Ikhsan menjelaskan, hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter dengan magnitudo M=3,9. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 0,08° LU; 109,60° BT , atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 30 Km TimurLaut Kota Pontianak-Kalbar pada kedalaman 10 km.

Terkait jenis dan mekanisme gempabumi ini lanjut dia, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar lokal .

Baca Juga :  Presiden Serahkan Sertifikat Kepada Masyarakat, Ketua DPRD Landak Minta Masyarakat Tetap Produktif Kelola Lahan

Guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah Kecamatan Jelimpo,  Landak, Kalimantan Barat II-III MMI.

“Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang hingga Getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu,” jelasnya.

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hingga hari Jumat, 29 Juli 2022 pukul 21.35 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan ( aftershock ).

Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah,” pungkasnya menegaskan agar memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi. (mrd)

Baca Juga :  Jalan Siduk-Teluk Batang Sudah Dianggarkan

Most Read

Artikel Terbaru

/