alexametrics
22.8 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Penyelenggaraan Haji Sukses Pelaksanaan Lebih Baik

PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji mengungkapkan, pelaksanaan ibadah haji 1443 Hijriah tahun ini, secara umum berjalan lancar dan tertib. Harapannya warga Kalbar yang sudah menunaikan haji, semuanya benar-benar menjadi haji yang mabrur.

“Saya rasa tahun ini (pelaksanaan haji) jauh lebih baik dari yang lalu. Mungkin karena kuotanya separuh ya, jadi panitia haji tidak terlalu repot,” ungkapnya usai menerima kedatangan jemaah haji di Hotel Kapuas Palace, Jumat (29/7).

Ia sendiri selalu memantau perkembangan kondisi jemaah haji asal Kalbar selama di tanah suci. Setiap hari selama sekitar 40 hari lebih pelaksanaan haji, Midji sapaan karibnya selalu mendapat laporan, baik dari pembimbing haji maupun tenaga kesehatan yang mendampingi jemaah.

“Setiap hari (dapat laporan) biasa dua kali, tiga kali. Kalau tidak salah saya ada satu orang itu operasi usus buntu di sana. Tapi alhamdulillah sudah tidak masalah, alhamdulillah bisa ditangani di sana dengan baik,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Midji mengimbau kepada para jemaah untuk tetap teguh dan konsisten dalam beramal ibadah,seperti yang telah dilakukan selama pelaksanaan haji. Ia pun mengajak semua jemaah haji untuk bergabung dalam Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), guna tetap menjaga silaturahmi antara satu dengan yang lain. “Semoga semua membekas pada diri kita agar kemabruran haji tetap terjaga,” pungkasnya.

Baca Juga :  Ancam Tutup Tempat Wisata Jika Abai Protokol Kesehatan

Naik Haji di Usia Muda

Salah satu jemaah haji muda asal Kabupaten Sambas Nur Hidayah (20) merasa pengalaman haji menjadi momen yang tidak terlupakan. Dengan usia yang terbilang masih muda, ia justru dimudahkan dalam melaksanakan seluruh rukun haji. Pengalamannya yang aktif di Pramuka dan Palang Merah Remaja (PMR), cukup menjadi bekal ketika di sana.

“Jadi lebih mudah sebenarnya kita yang muda untuk melakukan ibadah haji ini, karena banyak perlu (kekuatan) fisik. Jadi alhamdulillah ibadahnya bisa lancar,” katanya.

Momen terberat ketika berada di tanah suci menurutnya adalah ketika ibadah puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Itu karena seluruh jemaah sudah tidak menginap di hotel, melainkan di tenda-tenda. “Dan di satu tenda itu ramai orangnya, tapi alhamdulillah ada fasilitas AC dan kipas-kipas yang memadai untuk jemaah haji tahun ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Buruknya Jalan Siduk, Sutarmidji-Lasarus Saling Lempar Tanggung Jawab

Sang ayah Ramlan (53) juga merasa bersyukur dan bangga bisa menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji tahun ini. Apalagi dari sisi pelayanan diakuinya sangat-sangat baik. Saat perjalanan menuju Mina yang biasanya terkenal padat, tahun ini menurutnya cukup longgar. Itu karena kuota haji dari semua negara memang belum dibuka secara penuh.

“Ke WC juga tidak terlalu antre. Terus makan cukup banyak. Tidak ada kendala, air, minum makan bahkan lebih dari tiga kali (sehari),” kata warga asal Kecamatan Semparuk itu.

Ramlan juga merasakan banyak sekali orang dermawan di sana. Makanan gratis selalu diantarkan untuk siapa saja dengan jumlah yang banyak, menggunakan truk-truk. Penantiannya selama 11 tahun untuk bisa menunaikan ibadah haji juga terbayarkan. “Saya daftar (haji) dari tahun 2011,” tutupnya.(bar)

PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji mengungkapkan, pelaksanaan ibadah haji 1443 Hijriah tahun ini, secara umum berjalan lancar dan tertib. Harapannya warga Kalbar yang sudah menunaikan haji, semuanya benar-benar menjadi haji yang mabrur.

“Saya rasa tahun ini (pelaksanaan haji) jauh lebih baik dari yang lalu. Mungkin karena kuotanya separuh ya, jadi panitia haji tidak terlalu repot,” ungkapnya usai menerima kedatangan jemaah haji di Hotel Kapuas Palace, Jumat (29/7).

Ia sendiri selalu memantau perkembangan kondisi jemaah haji asal Kalbar selama di tanah suci. Setiap hari selama sekitar 40 hari lebih pelaksanaan haji, Midji sapaan karibnya selalu mendapat laporan, baik dari pembimbing haji maupun tenaga kesehatan yang mendampingi jemaah.

“Setiap hari (dapat laporan) biasa dua kali, tiga kali. Kalau tidak salah saya ada satu orang itu operasi usus buntu di sana. Tapi alhamdulillah sudah tidak masalah, alhamdulillah bisa ditangani di sana dengan baik,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Midji mengimbau kepada para jemaah untuk tetap teguh dan konsisten dalam beramal ibadah,seperti yang telah dilakukan selama pelaksanaan haji. Ia pun mengajak semua jemaah haji untuk bergabung dalam Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), guna tetap menjaga silaturahmi antara satu dengan yang lain. “Semoga semua membekas pada diri kita agar kemabruran haji tetap terjaga,” pungkasnya.

Baca Juga :  Santai Sikapi Pembubaran Ormas FPI

Naik Haji di Usia Muda

Salah satu jemaah haji muda asal Kabupaten Sambas Nur Hidayah (20) merasa pengalaman haji menjadi momen yang tidak terlupakan. Dengan usia yang terbilang masih muda, ia justru dimudahkan dalam melaksanakan seluruh rukun haji. Pengalamannya yang aktif di Pramuka dan Palang Merah Remaja (PMR), cukup menjadi bekal ketika di sana.

“Jadi lebih mudah sebenarnya kita yang muda untuk melakukan ibadah haji ini, karena banyak perlu (kekuatan) fisik. Jadi alhamdulillah ibadahnya bisa lancar,” katanya.

Momen terberat ketika berada di tanah suci menurutnya adalah ketika ibadah puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Itu karena seluruh jemaah sudah tidak menginap di hotel, melainkan di tenda-tenda. “Dan di satu tenda itu ramai orangnya, tapi alhamdulillah ada fasilitas AC dan kipas-kipas yang memadai untuk jemaah haji tahun ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Buruknya Jalan Siduk, Sutarmidji-Lasarus Saling Lempar Tanggung Jawab

Sang ayah Ramlan (53) juga merasa bersyukur dan bangga bisa menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji tahun ini. Apalagi dari sisi pelayanan diakuinya sangat-sangat baik. Saat perjalanan menuju Mina yang biasanya terkenal padat, tahun ini menurutnya cukup longgar. Itu karena kuota haji dari semua negara memang belum dibuka secara penuh.

“Ke WC juga tidak terlalu antre. Terus makan cukup banyak. Tidak ada kendala, air, minum makan bahkan lebih dari tiga kali (sehari),” kata warga asal Kecamatan Semparuk itu.

Ramlan juga merasakan banyak sekali orang dermawan di sana. Makanan gratis selalu diantarkan untuk siapa saja dengan jumlah yang banyak, menggunakan truk-truk. Penantiannya selama 11 tahun untuk bisa menunaikan ibadah haji juga terbayarkan. “Saya daftar (haji) dari tahun 2011,” tutupnya.(bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/