alexametrics
27 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Percepat Perlindungan Pekerja, Perusahaan Mulai Daftar Vaksinasi Gotong Royong

PONTIANAK – Perusahaan-perusahaan di Kalimantan Barat (Kalbar) mulai mendaftar program Vaksinasi Gotong Royong yang dicanangkan oleh pemerintah. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan perlindungan dari risiko terpapar virus COVID-19. Melalui upaya tersebut pula, akan menjaga kesinambungan perekonomian di tengah pandemi, khususnya di Kalimantan Barat.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Pontianak, Muhammad Rifal menyebut para pengusaha dan perusahaan yang ada di Kalbar antusias dengan program vaksinasi tersebut. Pihaknya terus mengajak anggota Kadin untuk berpartisipasi dalam program tersebut. “Kadin berupaya terus untuk menghimbau dan mengajak seluruh cakupan di dunia usaha dalan hal ini khususnya perusahaan agar melaksanakan vaksin gotong royong dan dapat mendaftar melalui Kadin,” ungkapnya, kemarin.

Menurutnya kesuksesan program vaksinasi harus mendapatkan dukungan dari pelaku usaha. Maka, kata dia, partisipasi dalam program vaksin gotong royong ini merupakan upaya dari para pengusaha dalam rangka membantu menuntaskan pandemi Covid-19 serta mengembalikan perekonomian nasional. Sejak dimulai pada pertengahan Mei 2021, hingga saat ini menurutnya sudah ada ratusan anggota kadin yang mendaftar program tersebut.

“Sudah banyak jumlah pengusaha yang mendaftar untuk pelaksanaan vaksin gotong royong ini, dan perusahaan juga sudah berjumlah ratusan yang mendaftar,” katanya.

Menurutnya, pandemi covid-19 telah memberikan pukulan bagi dunia usaha, tak terkecuali bagi UMKM sebagai penggerak ekonomi serta penyerap tenaga kerja. Dia menilai, UMKM mengalami berbagai permasalahan selama pandemi covid-19, mulai dari penurunan penjualan, permodalan, pendistribusian yang terhambat, kesulitan bahan baku, produksi yamg menurun, hingga terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK).

Karena itu, program vaksin gotong royong menjadi salah satu ikhtiar dalam upaya pemulihan dunia usaha. Selain program vaksinasi, tambah dia, juga diperlukan langkah mitigasi, seperti menciptakan stimulus pada sisi permintaan serta melakukan upaya digitalisasi UMKM agar dapat terus memperluas jangkauan kemitraan mereka. “Seperti halnya UMKM dapat melakukan upaya peralihan pada sistem berbasis online agar meningkatkan penjualan. Upaya lainnya dapat melalui kerjasama pemanfaatan inovasi dan teknologi guna menunjang mutu dan daya saing produk, pengolahan produk, kemasan dan sistem pemasaran yang lain,” katanya

Baca Juga :  Digitalisasi dalam Kerangka ESG Dukung Bisnis Mikro BRI Tumbuh dan Sustain

Seperti diketahui, Vaksinasi Gotong Royong telah resmi dilaksanakan. Ditandai dengan pelaksanaan perdana pekan lalu, Selasa (18/5), yang disaksikan oleh Presiden Joko Widodo. Program vaksinasi yang diperuntukkan bagi karyawan dan buruh perusahaan ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah dan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, yang didukung berbagai pihak seperti Bio Farma dan Kimia Farma.  

Ganti Winarno, Sekretaris Perusahaan Kimia Farma menyampaikan Kimia Farma sudah menandatangani perjanjian kerja sama dengan produsen vaksin Shinoparm untuk impor vaksin program Gotong Royong ini, dengan komitmen 7,5 juta dosis. “Kedatangan vaksin ini nantinya akan hadir bertahap,” ujarnya dalam Dialog Produktif bertema Perjalanan Vaksinasi Gotong Royong yang diselenggarakan KPCPEN dan ditayangkan di FMB9ID_IKP, Kamis (27/5).

Proses menuju pelaksanaan vaksinasi Gotong Royong terbilang cukup panjang. Kadin sendiri telah membuka tiga fase pendaftaran dan lebih dari 10 juta orang karyawan beserta keluarga intinya telah terdaftar melalui KADIN. Ganti Winarno menambahkan hingga saat ini sudah lebih dari 70 ribu dosis vaksin Shinoparm yang didistribusikan ke perusahaan terdaftar. “Harapannya vaksinasi Gotong Royong ini membantu mempercepat timbulnya herd immunity bagi 181,5 juta rakyat Indonesia,” jelasnya.

Baca Juga :  Berharap Iklim Usaha Tumbuh Kembali

Distribusi vaksin Gotong Royong dialokasikan dengan menyesuaikan ketersediaan vaksin saat ini. Kimia Farma terus mempersiapkan diri menyukseskan vaksinasi Gotong Royong baik dari sisi kesiapan rantai dingin di seluruh Indonesia juga sarana dan prasarananya, termasuk SDM kesehatan untuk implementasi vaksinasi Gotong Royong.

“Pada prinsipnya Kimia Farma siap membantu pemerintah dalam melaksanakan vaksinasi Gotong Royong ini. Untuk pendataan karyawan sudah masuk dalam sistem pendataan satu data vaksin COVID-19 dan KADIN sehingga nantinya bisa dilaksanakan vaksinasi. Dari sisi fasyankes, Kimia Farma terus memperbaiki kualitas pelayanan agar perusahaan yang memanfaatkan fasilitas ini nyaman dan mendapatkan pelayanan yang terbaik,” terangnya.

Sementara itu, Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah, menilai pekerja harus mendapatkan prioritas vaksinasi, salah satunya dengan mekanisme vaksin gotong royong.

“Perekonomian digerakkan oleh pekerja. Mereka yang melakukan aktivitas produktif menciptakan nilai tambah atau output di perekonomian. Untuk itu pekerja harus mendapatkan prioritas vaksinasi, demikian juga dengan para keluarga para pekerja. salah satunya dengan mekanisme vaksin gotong royong,” ujarnya.

Dia menegaskan, dengan argumentasi tersebut, jelas bahwa vaksinasi bagi pekerja adalah bagian dari upaya memulihkan perekonomian nasional. Menurut Piter, keberhasilan vaksinasi secara menyeluruh termasuk kepada pekerja akan mendorong percepatan terbentuknya herd immunity atau kekebalan kelompok.

Dia juga mengingatkan, vaksinasi sudah dijamin akan diberikan secara gratis, sehingga tidak ada istilah pekerja harus membayar untuk mendapatkan vaksinasi, karena yang menanggung biaya adalah pihak perusahaan. “Vaksinasi gotong royong adalah upaya untuk menanggung beban biaya vaksin bersama-sama agar bisa terjadi percepatan pelaksanaan vaksinasi,” pungkasnya. (sti)

PONTIANAK – Perusahaan-perusahaan di Kalimantan Barat (Kalbar) mulai mendaftar program Vaksinasi Gotong Royong yang dicanangkan oleh pemerintah. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan perlindungan dari risiko terpapar virus COVID-19. Melalui upaya tersebut pula, akan menjaga kesinambungan perekonomian di tengah pandemi, khususnya di Kalimantan Barat.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Pontianak, Muhammad Rifal menyebut para pengusaha dan perusahaan yang ada di Kalbar antusias dengan program vaksinasi tersebut. Pihaknya terus mengajak anggota Kadin untuk berpartisipasi dalam program tersebut. “Kadin berupaya terus untuk menghimbau dan mengajak seluruh cakupan di dunia usaha dalan hal ini khususnya perusahaan agar melaksanakan vaksin gotong royong dan dapat mendaftar melalui Kadin,” ungkapnya, kemarin.

Menurutnya kesuksesan program vaksinasi harus mendapatkan dukungan dari pelaku usaha. Maka, kata dia, partisipasi dalam program vaksin gotong royong ini merupakan upaya dari para pengusaha dalam rangka membantu menuntaskan pandemi Covid-19 serta mengembalikan perekonomian nasional. Sejak dimulai pada pertengahan Mei 2021, hingga saat ini menurutnya sudah ada ratusan anggota kadin yang mendaftar program tersebut.

“Sudah banyak jumlah pengusaha yang mendaftar untuk pelaksanaan vaksin gotong royong ini, dan perusahaan juga sudah berjumlah ratusan yang mendaftar,” katanya.

Menurutnya, pandemi covid-19 telah memberikan pukulan bagi dunia usaha, tak terkecuali bagi UMKM sebagai penggerak ekonomi serta penyerap tenaga kerja. Dia menilai, UMKM mengalami berbagai permasalahan selama pandemi covid-19, mulai dari penurunan penjualan, permodalan, pendistribusian yang terhambat, kesulitan bahan baku, produksi yamg menurun, hingga terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK).

Karena itu, program vaksin gotong royong menjadi salah satu ikhtiar dalam upaya pemulihan dunia usaha. Selain program vaksinasi, tambah dia, juga diperlukan langkah mitigasi, seperti menciptakan stimulus pada sisi permintaan serta melakukan upaya digitalisasi UMKM agar dapat terus memperluas jangkauan kemitraan mereka. “Seperti halnya UMKM dapat melakukan upaya peralihan pada sistem berbasis online agar meningkatkan penjualan. Upaya lainnya dapat melalui kerjasama pemanfaatan inovasi dan teknologi guna menunjang mutu dan daya saing produk, pengolahan produk, kemasan dan sistem pemasaran yang lain,” katanya

Baca Juga :  Tingkatkan Herd Immunity, Para Santri Terima Vaksinasi

Seperti diketahui, Vaksinasi Gotong Royong telah resmi dilaksanakan. Ditandai dengan pelaksanaan perdana pekan lalu, Selasa (18/5), yang disaksikan oleh Presiden Joko Widodo. Program vaksinasi yang diperuntukkan bagi karyawan dan buruh perusahaan ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah dan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, yang didukung berbagai pihak seperti Bio Farma dan Kimia Farma.  

Ganti Winarno, Sekretaris Perusahaan Kimia Farma menyampaikan Kimia Farma sudah menandatangani perjanjian kerja sama dengan produsen vaksin Shinoparm untuk impor vaksin program Gotong Royong ini, dengan komitmen 7,5 juta dosis. “Kedatangan vaksin ini nantinya akan hadir bertahap,” ujarnya dalam Dialog Produktif bertema Perjalanan Vaksinasi Gotong Royong yang diselenggarakan KPCPEN dan ditayangkan di FMB9ID_IKP, Kamis (27/5).

Proses menuju pelaksanaan vaksinasi Gotong Royong terbilang cukup panjang. Kadin sendiri telah membuka tiga fase pendaftaran dan lebih dari 10 juta orang karyawan beserta keluarga intinya telah terdaftar melalui KADIN. Ganti Winarno menambahkan hingga saat ini sudah lebih dari 70 ribu dosis vaksin Shinoparm yang didistribusikan ke perusahaan terdaftar. “Harapannya vaksinasi Gotong Royong ini membantu mempercepat timbulnya herd immunity bagi 181,5 juta rakyat Indonesia,” jelasnya.

Baca Juga :  Daihatsu Berikan Vaksin Gotong Royong

Distribusi vaksin Gotong Royong dialokasikan dengan menyesuaikan ketersediaan vaksin saat ini. Kimia Farma terus mempersiapkan diri menyukseskan vaksinasi Gotong Royong baik dari sisi kesiapan rantai dingin di seluruh Indonesia juga sarana dan prasarananya, termasuk SDM kesehatan untuk implementasi vaksinasi Gotong Royong.

“Pada prinsipnya Kimia Farma siap membantu pemerintah dalam melaksanakan vaksinasi Gotong Royong ini. Untuk pendataan karyawan sudah masuk dalam sistem pendataan satu data vaksin COVID-19 dan KADIN sehingga nantinya bisa dilaksanakan vaksinasi. Dari sisi fasyankes, Kimia Farma terus memperbaiki kualitas pelayanan agar perusahaan yang memanfaatkan fasilitas ini nyaman dan mendapatkan pelayanan yang terbaik,” terangnya.

Sementara itu, Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah, menilai pekerja harus mendapatkan prioritas vaksinasi, salah satunya dengan mekanisme vaksin gotong royong.

“Perekonomian digerakkan oleh pekerja. Mereka yang melakukan aktivitas produktif menciptakan nilai tambah atau output di perekonomian. Untuk itu pekerja harus mendapatkan prioritas vaksinasi, demikian juga dengan para keluarga para pekerja. salah satunya dengan mekanisme vaksin gotong royong,” ujarnya.

Dia menegaskan, dengan argumentasi tersebut, jelas bahwa vaksinasi bagi pekerja adalah bagian dari upaya memulihkan perekonomian nasional. Menurut Piter, keberhasilan vaksinasi secara menyeluruh termasuk kepada pekerja akan mendorong percepatan terbentuknya herd immunity atau kekebalan kelompok.

Dia juga mengingatkan, vaksinasi sudah dijamin akan diberikan secara gratis, sehingga tidak ada istilah pekerja harus membayar untuk mendapatkan vaksinasi, karena yang menanggung biaya adalah pihak perusahaan. “Vaksinasi gotong royong adalah upaya untuk menanggung beban biaya vaksin bersama-sama agar bisa terjadi percepatan pelaksanaan vaksinasi,” pungkasnya. (sti)

Most Read

Artikel Terbaru

/