alexametrics
25 C
Pontianak
Friday, May 20, 2022

Lewat KKI, BI Kalbar Dorong UMKM Mendunia dengan Platform Digital

PONTIANAK – Pandemi covid-19 telah membawa dampak yang signifikan ke seluruh sektor, termasuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Namun begitu, Bank Indonesia percaya para pelaku UMKM mampu menjawab tantangan di masa pandemi seperti saat ini. Dengan memanfaatkan platform digital, UMKM diharapkan mampu menjangkau pasar dunia.

“Banyak terjadi penundaan atau pembatalan pesanan, event-event MICE dan penutupan tempat wisata yang sangat mempengaruhi UMKM kita. Namun kami yakin bukan UMKM bila tidak tahan banting, semangat dan kreasi tidak pernah surut,” ungkap Kepala Kantor Bank Indonesia (KPw BI) Kalimantan Barat, Agus Chusaini, saat kegiatan Karya Kreatif Indonesia (KKI) yang ke-5 di tahun 2020, yang digelar di Pendopo Gubernur Kalbar, Senin (31/8)

Menurutnya, pada saat ini UMKM terus menciptakan produk baru dan beradaptasi dengan pasar yang dinamis. Perubahan perilaku konsumen yang semakin digital menjadikan peluang transformasi bisnis digital UMKM. Penggunaan media digital dinilainya menjadi kunci pengembangan pasar UMKM saat ini dan masa depan.

“Mari kita bersama-sama mendukung UMKM Kalimantan Barat. Dan tak lupa kita berdoa semoga covid 19 cepat berakhir, sehingga kondisi UMKM kembali normal, dan perekonomian kita dapat bangkit kembali,” harap dia.

Terkait penyelenggaraan Karya Kreatif Indonesia, dia menyebut ada 19 Kantor Perwakilan Bank Indonesia menyelenggarakan pameran UMKM terbatas. Langkah dan upaya BI ini menurutnya sejalan dengan mandat kebijakan makroprudensial yang selain terus mendorong fungsi intermediasi yang seimbang dan berkualitas serta peningkatan akses keuangan, bank sentral tersebut juga memiliki peran dan serius dalam pengembangan UMKM.

Meski kegiatan pameran terbatas ini disesuaikan dengan kondisi Pandemi di daerah, namun melalui kegiatan ini diharapakan mampu mendorong perekonomian daerah di masa pandemi Covid-19, khususnya bagi UMKM.

Baca Juga :  Jaga Daya Beli Masyarakat di Akhir Tahun

Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan, dalam sambutannya mengatakan, UMKM merupakan penggerak ekonomi di Kalimantan Barat. Saat ini, sebut dia, hingga Desember 2019, sedikitnya ada 68.909  UMKM di provinsi ini, dengan rincian, usaha mikro sebanyak 54.168, usaha kecil 12.685, dan Usaha menengah sebanyak 1.256. Sebagai tulang punggung perekonomian, UMKM menurutnya harus menjangkau pangsa pasar yang lebih besar.

“Saya berharap UMKM mampu memanfaatkan peluang pasar yang lebih luas dengan memanfaatkan teknologi digital. Sudah banyak contoh pelaku usaha yang sukses karena pemasarannya memanfaatkan teknologi,” papar dia.

Menurutnya, pada masa pandemi covid-19, perekonomian tengah mengalami pelemahan sehingga berdampak negatif bagi para pelaku UMKM. Tak hanya intervensi dalam bentuk dana hibah, dia menilai, UMKM perlu difasilitasi agar pangsa pasarnya terbuka lebar. Tidak hanya dari dalam tetapi juga luar negeri.

“Dengan bergeraknya UMKM, maka akan memberikan sumbangsih bagi perekonomian Kalbar,” tutur dia.

Apresiasi Gubernur

Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), H. Sutarmidji, hadir dalam Pameran KKI 2020 yang  menghadirkan UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalbar. Gubernur yang kerap disapa Midji itu, mengapresiasi berbagai upaya yang dilakukan KPw BI Kalbar dalam memberikan pembinaan bagi UMKM.

“Saya berterima kasih kepada Bank Indonesia yang terus konsen kepada pembinaan UMKM baik peningkatan kualitas maupun manajemen dan sebagainya,” ungkap dia.

Orang nomor satu di Kalbar ini mengatakan selalu mengikuti perkembangan inkubator bisnis Bank Indonesia. Menurutnya, kehadiran inkubator bisnis tersebut bakal mendorong lahirnya wirausaha baru yang efektif dalam pengembangan UMKM.

“Saya mengikuti perkembangan inkubator bisnis, bahkan ada alumni inkubator bisnis Bank Indonesia yang sudah punya tiga perusahaan, walaupun omzetnya masih ratusan juta tapi itu bagus,” tutur dia.

Pembinaan terhadap UMKM menurutnya harus terus dilakukan agar masyarakat tahu cara membangun, dan memulihkan perekonomian di Kalbar. Karena itulah, dirinya meminta ada kolaborasi dari berbagai pihak untuk menggali potensi serta meningkatkan minat masyarakat terhadap produk UMKM di Kalbar.

Baca Juga :  Cemilan UCU Laris Manis

“Bagaimana kita menggali potensi UMKM di Kalbar khususnya produk-produk yang kreatif seperti ini, agar dipasarkan secara lokal, nasional maupun mancanegara,” ujar Gubernur.

Pembiayaan Fintech Syariah

UMKM semakin mudah memperoleh akses pembiayaan seiring dengan lahirnya perusahaan teknologi finansial atau Fintech (Financial Technology). Kehadiran Fintech Syariah salah satunya. Hal inilah yang menjadi salah satu yang diulas oleh Ketua Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI), Ronald Yusuf Wijaya, saat menjadi pembicaraan dalam kegiatan KKI Bank Indonesia Kalbar 2020, Senin (31/8).

“Meski jumlahnya tak sebanyak fintech konvensional, Fintech Syariah saat ini menjadi salah satu pilihan UMKM untuk pembiayaan,” kata dia.

Pada masa pandemi ini, menurutnya menjadi momen yang tepat untuk mengedukasi serta mendorong masyarakat mengenal dan menggunakan produk keuangan syariah. Masyarakat juga perlu disosialisasikan pemanfaatan teknologi di sektor keuangan. Termasuk fintech syariah.

Dia mengatakan, UMKM yang memanfaatkan pembiayaan lewat fintech syariah, bergerak di banyak usaha. Setiap fintech syariah juga bergerak pada bidang-bidang tertentu. Pihaknya saat ini terus berupaya agar semakin banyak UMKM yang terbantu melalui pembiayaan dari perusahaan fintech.

“Kebanyakan saat ini bergerak pada sektor produksi manufaktur. Ada juga di bidang pertanian dan peternakan,” jelas dia.

Tak hanya terus mencari para pengguna atau nasabah fintech syariah, pihaknya saat ini juga gencar mencari para investor yang mau menginvestasikan dananya untuk permodalan UMKM. Biasanya, kata dia, para investor cenderung lebih senang berinvestasi pada fintech yang konsen pada sektor yang memiliki dampak sosial. (sti)

 

PONTIANAK – Pandemi covid-19 telah membawa dampak yang signifikan ke seluruh sektor, termasuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Namun begitu, Bank Indonesia percaya para pelaku UMKM mampu menjawab tantangan di masa pandemi seperti saat ini. Dengan memanfaatkan platform digital, UMKM diharapkan mampu menjangkau pasar dunia.

“Banyak terjadi penundaan atau pembatalan pesanan, event-event MICE dan penutupan tempat wisata yang sangat mempengaruhi UMKM kita. Namun kami yakin bukan UMKM bila tidak tahan banting, semangat dan kreasi tidak pernah surut,” ungkap Kepala Kantor Bank Indonesia (KPw BI) Kalimantan Barat, Agus Chusaini, saat kegiatan Karya Kreatif Indonesia (KKI) yang ke-5 di tahun 2020, yang digelar di Pendopo Gubernur Kalbar, Senin (31/8)

Menurutnya, pada saat ini UMKM terus menciptakan produk baru dan beradaptasi dengan pasar yang dinamis. Perubahan perilaku konsumen yang semakin digital menjadikan peluang transformasi bisnis digital UMKM. Penggunaan media digital dinilainya menjadi kunci pengembangan pasar UMKM saat ini dan masa depan.

“Mari kita bersama-sama mendukung UMKM Kalimantan Barat. Dan tak lupa kita berdoa semoga covid 19 cepat berakhir, sehingga kondisi UMKM kembali normal, dan perekonomian kita dapat bangkit kembali,” harap dia.

Terkait penyelenggaraan Karya Kreatif Indonesia, dia menyebut ada 19 Kantor Perwakilan Bank Indonesia menyelenggarakan pameran UMKM terbatas. Langkah dan upaya BI ini menurutnya sejalan dengan mandat kebijakan makroprudensial yang selain terus mendorong fungsi intermediasi yang seimbang dan berkualitas serta peningkatan akses keuangan, bank sentral tersebut juga memiliki peran dan serius dalam pengembangan UMKM.

Meski kegiatan pameran terbatas ini disesuaikan dengan kondisi Pandemi di daerah, namun melalui kegiatan ini diharapakan mampu mendorong perekonomian daerah di masa pandemi Covid-19, khususnya bagi UMKM.

Baca Juga :  BI Kalbar Donasi 1000 Baju Hazmat

Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan, dalam sambutannya mengatakan, UMKM merupakan penggerak ekonomi di Kalimantan Barat. Saat ini, sebut dia, hingga Desember 2019, sedikitnya ada 68.909  UMKM di provinsi ini, dengan rincian, usaha mikro sebanyak 54.168, usaha kecil 12.685, dan Usaha menengah sebanyak 1.256. Sebagai tulang punggung perekonomian, UMKM menurutnya harus menjangkau pangsa pasar yang lebih besar.

“Saya berharap UMKM mampu memanfaatkan peluang pasar yang lebih luas dengan memanfaatkan teknologi digital. Sudah banyak contoh pelaku usaha yang sukses karena pemasarannya memanfaatkan teknologi,” papar dia.

Menurutnya, pada masa pandemi covid-19, perekonomian tengah mengalami pelemahan sehingga berdampak negatif bagi para pelaku UMKM. Tak hanya intervensi dalam bentuk dana hibah, dia menilai, UMKM perlu difasilitasi agar pangsa pasarnya terbuka lebar. Tidak hanya dari dalam tetapi juga luar negeri.

“Dengan bergeraknya UMKM, maka akan memberikan sumbangsih bagi perekonomian Kalbar,” tutur dia.

Apresiasi Gubernur

Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), H. Sutarmidji, hadir dalam Pameran KKI 2020 yang  menghadirkan UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalbar. Gubernur yang kerap disapa Midji itu, mengapresiasi berbagai upaya yang dilakukan KPw BI Kalbar dalam memberikan pembinaan bagi UMKM.

“Saya berterima kasih kepada Bank Indonesia yang terus konsen kepada pembinaan UMKM baik peningkatan kualitas maupun manajemen dan sebagainya,” ungkap dia.

Orang nomor satu di Kalbar ini mengatakan selalu mengikuti perkembangan inkubator bisnis Bank Indonesia. Menurutnya, kehadiran inkubator bisnis tersebut bakal mendorong lahirnya wirausaha baru yang efektif dalam pengembangan UMKM.

“Saya mengikuti perkembangan inkubator bisnis, bahkan ada alumni inkubator bisnis Bank Indonesia yang sudah punya tiga perusahaan, walaupun omzetnya masih ratusan juta tapi itu bagus,” tutur dia.

Pembinaan terhadap UMKM menurutnya harus terus dilakukan agar masyarakat tahu cara membangun, dan memulihkan perekonomian di Kalbar. Karena itulah, dirinya meminta ada kolaborasi dari berbagai pihak untuk menggali potensi serta meningkatkan minat masyarakat terhadap produk UMKM di Kalbar.

Baca Juga :  Nikmati Listrik PLN Jelang Perayaan HUT RI, Warga Desa Cowet Kini Merasa Merdeka

“Bagaimana kita menggali potensi UMKM di Kalbar khususnya produk-produk yang kreatif seperti ini, agar dipasarkan secara lokal, nasional maupun mancanegara,” ujar Gubernur.

Pembiayaan Fintech Syariah

UMKM semakin mudah memperoleh akses pembiayaan seiring dengan lahirnya perusahaan teknologi finansial atau Fintech (Financial Technology). Kehadiran Fintech Syariah salah satunya. Hal inilah yang menjadi salah satu yang diulas oleh Ketua Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI), Ronald Yusuf Wijaya, saat menjadi pembicaraan dalam kegiatan KKI Bank Indonesia Kalbar 2020, Senin (31/8).

“Meski jumlahnya tak sebanyak fintech konvensional, Fintech Syariah saat ini menjadi salah satu pilihan UMKM untuk pembiayaan,” kata dia.

Pada masa pandemi ini, menurutnya menjadi momen yang tepat untuk mengedukasi serta mendorong masyarakat mengenal dan menggunakan produk keuangan syariah. Masyarakat juga perlu disosialisasikan pemanfaatan teknologi di sektor keuangan. Termasuk fintech syariah.

Dia mengatakan, UMKM yang memanfaatkan pembiayaan lewat fintech syariah, bergerak di banyak usaha. Setiap fintech syariah juga bergerak pada bidang-bidang tertentu. Pihaknya saat ini terus berupaya agar semakin banyak UMKM yang terbantu melalui pembiayaan dari perusahaan fintech.

“Kebanyakan saat ini bergerak pada sektor produksi manufaktur. Ada juga di bidang pertanian dan peternakan,” jelas dia.

Tak hanya terus mencari para pengguna atau nasabah fintech syariah, pihaknya saat ini juga gencar mencari para investor yang mau menginvestasikan dananya untuk permodalan UMKM. Biasanya, kata dia, para investor cenderung lebih senang berinvestasi pada fintech yang konsen pada sektor yang memiliki dampak sosial. (sti)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/