alexametrics
27.8 C
Pontianak
Tuesday, July 5, 2022

Hindari Kontak Tangan, Naik Kapal Wisata Kini Bisa Nontunai

PONTIANAK – Pembayaran dengan memanfaatkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) kian berkembang seiring kebutuhan masyarakat akan transaksi nontunai. Terlebih di masa Pandemi Covid-19, kontak melalui pertukaran uang dari tangan ke tangan kian dihindari.

Seperti wisata susur Sungai Kapuas di Kota Pontianak, dompet digital Dana bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kota Pontianak berinisiatif untuk menghubungkan kapal-kapal wisata di Sungai Kapuas dengan ekosistem digital. Digitalisasi kapal wisata Sungai Kapuas ini diwujudkan dengan mengimplementasikan QRIS Dana sebagai metode pembayaran di kapal tersebut.

“Peresmian QRIS Dana di Kapal Wisata Sungai Kapuas sebagai alat pendukung pembayaran digital merupakan bentuk nyata dukungan DANA terhadap digitalisasi UMKM Kota Pontianak dalam sektor pariwisata, sekaligus pelestarian nilai kebudayaan sarana transportasi lokal,” ungkap Agustina Samara, Chief People & Corporate Strategy Officer Dana.

Menurutnya, dompet digital DANA berkomitmen dalam meningkatkan inklusi keuangan digital melalui upaya kolaboratif dengan berbagai ekosistem dan para pemangku kepentingan. Komitmen tersebut kali ini diwujudkan melalui kerja sama dengan Pemerintah Kota Pontianak untuk pemanfaatan dompet digital guna perluasan dan peningkatan transaksi nontunai di kota tersebut. Kerja sama ini sekaligus mendukung Kota Pontianak menjadi kota cerdas dan menjadi bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Cashless Society.

“Penggunaan QRIS DANA diharapkan dapat meningkatkan kemampuan beradaptasi dan inovasi UMKM agar bangkit dalam menghadapi era ekonomi digital sekaligus pandemi Covid-19,” ujarnya.

Baca Juga :  Kolaborasi Dompet Digital Dorong Perluasan Elektronifikasi Transaksi

Menyusuri Sungai Kapuas dengan menggunakan kapal wisata memang banyak digemari wisatawan baik lokal maupun asing dan telah menjadi wisata unggulan Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Tamasya melihat kehidupan dan aktivitas masyarakat di pesisir Sungai Kapuas itu bahkan tetap diminati, meski merebaknya pandemi Covid-19 membuat pengopersian kapal wisata harus dibatasi.

Peluncuran penggunaan QRIS Dana sebagai metode pembayaran kapal wisata Sungai Kapuas dilaksanakan di Waterfront Kota Pontianak, tepatnya di atas Kapal Perintis Utama yang merupakan kapal percontohan QRIS Dana. Menurut data Dinas Pariwisata Pontianak, saat ini ada sekitar 11 kapal wisata susur Sungai Kapuas dengan model dua lantai yang bisa menampung sekitar 100 wisatawan.

Agustina menambahkan, Dana terus berupaya untuk bekerja sama dengan pemerintah-pemerintah di seluruh Indonesia, termasuk di Kota Pontianak, agar semakin banyak UMKM yang go digital. Dana hadir secara inklusif melalui QRIS pada fitur DANA Bisnis agar pelaku UMKM di Kota Pontianak dapat melakukan transaksi pembayaran secara digital dengan praktis dan nyaman.

“Fitur QRIS DANA merupakan salah satu fitur yang paling banyak digunakan oleh masyarakat dengan pertumbuhan transaksi mencapai 267 persen di bulan Oktober 2021 secara year on year,” ucapnya.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Pontianak, Syarief Saleh Alkadrie, mengatakan, pihaknya merasa harus mendorong terutama kaum millenial agar melek digital. Menurutnya, QRIS memberikan banyak manfaat dalam hal menghadirkan sistem pembayaran sehingga memudahkan sektor pariwisata untuk lebih berkembang dan maju.

Baca Juga :  DPW PKS Kalbar Silaturahim ke Polda Kalbar

“Inisiatif ini diharapkan bisa menginspirasi kapal-kapal lain untuk go digital sehingga bisa meningkatkan usaha mereka dan mendatangkan wisatawan ke Pontianak,” jelasnya.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Agus Chusaini, memberikan apresiasi Dana  Indonesia yang telah mendigitalisasi kapal di Sungai Kapuas. Kehadiran QRIS akan memudahkan pemilik kapal karena transaksinya tercatat, transparan, praktis.

“Kami harap QRIS dapat diimplementasikan di kapal-kapal lain dan sektor pariwisata lainya,” kata Agus.

Dari data Bank Indonesia, hingga akhir triwulan II 2021, jumlah merchant QRIS di Kalimantan Barat mencapai 83.580 merchant, tumbuh sebesar 18 persen (qtq) dibandingkan triwulan I 2021 yang sejumlah 70.533 merchant. Jumlah merchant terbanyak sejauh ini masih berlokasi di Kota Pontianak yakni mencapai 38.813 merchant, dengan andil di Kalimantan Barat sebesar 46.44 persen. Selanjutnya diikuti oleh Kabupaten Ketapang yang mencapai 11.616 merchant, dan Kabupaten Kubu Raya yang mencapai 8.050 merchant.

Berdasarkan pangsa merchant QRIS, pada triwulan II 2021 merchant QRIS didominasi oleh Usaha Mikro (UMI) sebanyak 48.236 merchant, diikuti oleh Usaha Kecil (UKE) sebanyak 26.589 merchant, Usaha Menengah (UME) 6.906 merchant, Usaha Besar (UBE) sebanyak 5.189 merchant, dan lainnya (URE) sebanyak 82 merchant. (sti)

PONTIANAK – Pembayaran dengan memanfaatkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) kian berkembang seiring kebutuhan masyarakat akan transaksi nontunai. Terlebih di masa Pandemi Covid-19, kontak melalui pertukaran uang dari tangan ke tangan kian dihindari.

Seperti wisata susur Sungai Kapuas di Kota Pontianak, dompet digital Dana bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kota Pontianak berinisiatif untuk menghubungkan kapal-kapal wisata di Sungai Kapuas dengan ekosistem digital. Digitalisasi kapal wisata Sungai Kapuas ini diwujudkan dengan mengimplementasikan QRIS Dana sebagai metode pembayaran di kapal tersebut.

“Peresmian QRIS Dana di Kapal Wisata Sungai Kapuas sebagai alat pendukung pembayaran digital merupakan bentuk nyata dukungan DANA terhadap digitalisasi UMKM Kota Pontianak dalam sektor pariwisata, sekaligus pelestarian nilai kebudayaan sarana transportasi lokal,” ungkap Agustina Samara, Chief People & Corporate Strategy Officer Dana.

Menurutnya, dompet digital DANA berkomitmen dalam meningkatkan inklusi keuangan digital melalui upaya kolaboratif dengan berbagai ekosistem dan para pemangku kepentingan. Komitmen tersebut kali ini diwujudkan melalui kerja sama dengan Pemerintah Kota Pontianak untuk pemanfaatan dompet digital guna perluasan dan peningkatan transaksi nontunai di kota tersebut. Kerja sama ini sekaligus mendukung Kota Pontianak menjadi kota cerdas dan menjadi bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Cashless Society.

“Penggunaan QRIS DANA diharapkan dapat meningkatkan kemampuan beradaptasi dan inovasi UMKM agar bangkit dalam menghadapi era ekonomi digital sekaligus pandemi Covid-19,” ujarnya.

Baca Juga :  Pangsa Milenial Dominasi Pasar Properti

Menyusuri Sungai Kapuas dengan menggunakan kapal wisata memang banyak digemari wisatawan baik lokal maupun asing dan telah menjadi wisata unggulan Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Tamasya melihat kehidupan dan aktivitas masyarakat di pesisir Sungai Kapuas itu bahkan tetap diminati, meski merebaknya pandemi Covid-19 membuat pengopersian kapal wisata harus dibatasi.

Peluncuran penggunaan QRIS Dana sebagai metode pembayaran kapal wisata Sungai Kapuas dilaksanakan di Waterfront Kota Pontianak, tepatnya di atas Kapal Perintis Utama yang merupakan kapal percontohan QRIS Dana. Menurut data Dinas Pariwisata Pontianak, saat ini ada sekitar 11 kapal wisata susur Sungai Kapuas dengan model dua lantai yang bisa menampung sekitar 100 wisatawan.

Agustina menambahkan, Dana terus berupaya untuk bekerja sama dengan pemerintah-pemerintah di seluruh Indonesia, termasuk di Kota Pontianak, agar semakin banyak UMKM yang go digital. Dana hadir secara inklusif melalui QRIS pada fitur DANA Bisnis agar pelaku UMKM di Kota Pontianak dapat melakukan transaksi pembayaran secara digital dengan praktis dan nyaman.

“Fitur QRIS DANA merupakan salah satu fitur yang paling banyak digunakan oleh masyarakat dengan pertumbuhan transaksi mencapai 267 persen di bulan Oktober 2021 secara year on year,” ucapnya.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Pontianak, Syarief Saleh Alkadrie, mengatakan, pihaknya merasa harus mendorong terutama kaum millenial agar melek digital. Menurutnya, QRIS memberikan banyak manfaat dalam hal menghadirkan sistem pembayaran sehingga memudahkan sektor pariwisata untuk lebih berkembang dan maju.

Baca Juga :  Transaksi Lewat Kode QR Cegah Paparan Covid-19

“Inisiatif ini diharapkan bisa menginspirasi kapal-kapal lain untuk go digital sehingga bisa meningkatkan usaha mereka dan mendatangkan wisatawan ke Pontianak,” jelasnya.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Agus Chusaini, memberikan apresiasi Dana  Indonesia yang telah mendigitalisasi kapal di Sungai Kapuas. Kehadiran QRIS akan memudahkan pemilik kapal karena transaksinya tercatat, transparan, praktis.

“Kami harap QRIS dapat diimplementasikan di kapal-kapal lain dan sektor pariwisata lainya,” kata Agus.

Dari data Bank Indonesia, hingga akhir triwulan II 2021, jumlah merchant QRIS di Kalimantan Barat mencapai 83.580 merchant, tumbuh sebesar 18 persen (qtq) dibandingkan triwulan I 2021 yang sejumlah 70.533 merchant. Jumlah merchant terbanyak sejauh ini masih berlokasi di Kota Pontianak yakni mencapai 38.813 merchant, dengan andil di Kalimantan Barat sebesar 46.44 persen. Selanjutnya diikuti oleh Kabupaten Ketapang yang mencapai 11.616 merchant, dan Kabupaten Kubu Raya yang mencapai 8.050 merchant.

Berdasarkan pangsa merchant QRIS, pada triwulan II 2021 merchant QRIS didominasi oleh Usaha Mikro (UMI) sebanyak 48.236 merchant, diikuti oleh Usaha Kecil (UKE) sebanyak 26.589 merchant, Usaha Menengah (UME) 6.906 merchant, Usaha Besar (UBE) sebanyak 5.189 merchant, dan lainnya (URE) sebanyak 82 merchant. (sti)

Most Read

Artikel Terbaru

/