alexametrics
31.7 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

STIS Syarif Abdurrahman Pontianak Gelar Wisuda

PONTIANAK – Sekolah Tinggi Ilmu Syari’ah (STIS) Syarif Abdurrahman Pontianak menggelar Wisuda Sarjana (S-1) Angkatan 2019/2020 sekaligus Dies Natalis ke-XXXI pada Selasa (31/12). Digelar di Hotel Kapuas Palace Pontianak, sebanyak 58 mahasiswa perguruan tinggi tersebut itu resmi diwisuda.

Ketua STIS Syarif Abdurrahman Pontianak, H Waskur S.Pd., S.HI., MM, menuturkan, wisuda ini adalah yang ke-15 kalinya dilakukan sepanjang perguruan tinggi itu didirikan. Perguruan tersebut menurutnya merupakan STIS tertua di Kalimantan Barat.

“STIS ini merupakan bagian dari Lembaga Al-Madani Syarif Abdurrahman Pontianak. Lembaga ini lengkap, dari TK, SD, MTS, SMK dan perguruan tinggi. Ketua Yayasan saat ini adalah Drs H M Husain Hamzah,” ungkap dia.

Para alumnus perguruan tinggi ini,  berasal dari berbagai segmen, mulai dari lulusan sekolah, ASN, pegawai, polisi, dan latar belakang profesi lainnya. Saat ini terdapat satu program studi, yakni Ahwal As-Syakhshiyah atau hukum perdata Islam.  Waskur mengatakan, ke depan pihaknya akan menambah satu program studi lagi, yaitu Hukum Ekonomi Islam.

Baca Juga :  Belajar Menjadi Generasi #Cari_aman

Perguruan tinggi menurutnya berkomitmen untuk melahirkan para lulusan yang berkualitas, serta dapat berkontribusi dalam bidang hukum Islam maupun hukum positif lainnya.  “Tidak hanya hukum Islam, proyeksi kerja para lulusan ini juga bergerak di bidang hukum positif, seperti profesi jaksa, polisi, hakim advokat/pengacara, maupun notaris,” pungkas dia.

Seluruh mahasiswa pada hari itu tampak sangat bahagia. Salah satunya adalah Tarmanto, yang menjadi lulusan terbaik. Pria yang menyelesaikan studinya tidak sampai empat tahun itu, merasa bangga meraih predikat mahasiswa terbaik. Ia akan memanfaatkan ilmu yang didapat selama di bangku perkuliahan untuk meningkatkan kualitas profesinya saat ini.

“Dengan gelar ini, saya harap pekerjaan saya sebagai ASN bisa menempati posisi yang linier dengan pendidikan yang saya tempuh,” ungkap dia.

Baca Juga :  Jadikan Motivasi untuk Wisuda Sarjana

Dessy Rahmatia, juga mengungkapkan hal demikian. Menjadi lulusan termuda, wanita yang sudah bekerja di bank ini, juga berharap mendapat pekerjaan yang sesuai dengan pendidikannya. Dia juga berjanji menjaga nama baik almamaternya, dan mendoakan agar semakin sukses.

“Saya akan menjaga nama baik kampus dan berusaha mengajak pelajar untuk masuk ke STIS. (sti)

PONTIANAK – Sekolah Tinggi Ilmu Syari’ah (STIS) Syarif Abdurrahman Pontianak menggelar Wisuda Sarjana (S-1) Angkatan 2019/2020 sekaligus Dies Natalis ke-XXXI pada Selasa (31/12). Digelar di Hotel Kapuas Palace Pontianak, sebanyak 58 mahasiswa perguruan tinggi tersebut itu resmi diwisuda.

Ketua STIS Syarif Abdurrahman Pontianak, H Waskur S.Pd., S.HI., MM, menuturkan, wisuda ini adalah yang ke-15 kalinya dilakukan sepanjang perguruan tinggi itu didirikan. Perguruan tersebut menurutnya merupakan STIS tertua di Kalimantan Barat.

“STIS ini merupakan bagian dari Lembaga Al-Madani Syarif Abdurrahman Pontianak. Lembaga ini lengkap, dari TK, SD, MTS, SMK dan perguruan tinggi. Ketua Yayasan saat ini adalah Drs H M Husain Hamzah,” ungkap dia.

Para alumnus perguruan tinggi ini,  berasal dari berbagai segmen, mulai dari lulusan sekolah, ASN, pegawai, polisi, dan latar belakang profesi lainnya. Saat ini terdapat satu program studi, yakni Ahwal As-Syakhshiyah atau hukum perdata Islam.  Waskur mengatakan, ke depan pihaknya akan menambah satu program studi lagi, yaitu Hukum Ekonomi Islam.

Baca Juga :  Jadikan Motivasi untuk Wisuda Sarjana

Perguruan tinggi menurutnya berkomitmen untuk melahirkan para lulusan yang berkualitas, serta dapat berkontribusi dalam bidang hukum Islam maupun hukum positif lainnya.  “Tidak hanya hukum Islam, proyeksi kerja para lulusan ini juga bergerak di bidang hukum positif, seperti profesi jaksa, polisi, hakim advokat/pengacara, maupun notaris,” pungkas dia.

Seluruh mahasiswa pada hari itu tampak sangat bahagia. Salah satunya adalah Tarmanto, yang menjadi lulusan terbaik. Pria yang menyelesaikan studinya tidak sampai empat tahun itu, merasa bangga meraih predikat mahasiswa terbaik. Ia akan memanfaatkan ilmu yang didapat selama di bangku perkuliahan untuk meningkatkan kualitas profesinya saat ini.

“Dengan gelar ini, saya harap pekerjaan saya sebagai ASN bisa menempati posisi yang linier dengan pendidikan yang saya tempuh,” ungkap dia.

Baca Juga :  Kerjasama Ihya Tour dan Pontianak Post

Dessy Rahmatia, juga mengungkapkan hal demikian. Menjadi lulusan termuda, wanita yang sudah bekerja di bank ini, juga berharap mendapat pekerjaan yang sesuai dengan pendidikannya. Dia juga berjanji menjaga nama baik almamaternya, dan mendoakan agar semakin sukses.

“Saya akan menjaga nama baik kampus dan berusaha mengajak pelajar untuk masuk ke STIS. (sti)

Most Read

Artikel Terbaru

/