alexametrics
33.9 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Ajak Pemerintah Kawal Ketahanan Pangan

Jangka Pendek Jaga Pertanian.

Tanda-tanda berakhirnya pandemi Covid-19 di Kalimantan Barat belum dapat dipastikan. Namun, sektor pengganjal perut masyarakat terutama pertanian berupa tanaman padi, perkebunan sayur mayur harus selalu dijaga.

Ketua Komisi II DPRD Kalbar, H. Affandi AR meminta khusus ketahanan pangan di Kalbar wajib digalakan untuk menatap masa depan masyarakat. ”Menjaga ketahanan pangan Kalbar menjadi yang utama. Dalam waktu dekat kami (Komisi II) akan melakukan rapat dengan seluruh sektor terkait. Dari perdagangan, pertanian dan lembaga lain,” kata Affandi, Senin(1/6) di Pontianak.

Affandi mengajak untuk jangka pendek tanaman hortikultura, bibit-bibit, pupuk sampai tanaman sayur mayur siap panen harus digalakan. Masalahnya ditengah anjloknya perekonomian, hanya sektor jangka pendek menjanjikan pendapatan. Masalahnya untuk pembelian dan pasar selalu tersedia. “Pasar selalu ada, untuk padi. Harga belinya juga masih tinggi,” ujarnya.

Baca Juga :  Aprindo Kalbar Belum Ada Temuan Penimbunan Migor

Nah teranyar kabar di lapangan bahwa pembelian gabah atau beras di tingkat pertanian menurun tajam. Kabarnya harga kembali tidak sesuai dengan diharapkan. ”Ini baru kabar dari petani. Harus jelas berada di daerah mana saja. Secepatnya kami akan melakukan rapat bersama,” tukasnya. Politisi Demokrat Kalbar ini berharap sektor pertanian dan perkebunan dengan hasil jangka pendek, dapat menutup ambruknya sektor perekonomian Indonesia. Sebab hanya sektor yang berada di desa-desa ini mampu menjaga ketahanan pangan warga Kalbar ke depan.

Di sisi lain, dia sudah berkeliling ke pasar bahwa tanaman sayur-mayur dengan padi asli dari Kalbar ternyata pasarnya masih terbuka lebar di Kalbar. Bahkan beberapa kabupaten melalui kebijakan kepala daerahnya mengandalkan beras lokal petani untuk menjadi ikon beras daerah. ”Mungkin di provinsi lain bahwa tanaman sayur mayur asal luar negeri terutama dari China menguasai hampir 90 persen market. Tapi tidak di Kalbar. Sayur mayur dari Kalbar termasuk padi masih menjadi komoditi utama masyarakat. Bahkan boleh dibilang kekurangan, sehingga sebagian harus beli dari pulau Jawa,” ucapnya.

Baca Juga :  Pemerintah Realisasikan Musim Tanam Kedua

Affandi sendiri berjanji akan terus mendorong lahan perdesaan sebagai ketahanan pangan lokal agar dapat diberdayakan seluruh komponen masyarakat. ”Kami (DPRD Kalbar) akan terus torong Pemda

se-Kalbar memprioritaskan program ketahanan pangan lokal. Ini sangat penting karena ketahanan pangan lokal menjadi kebutuhan utama berlangsungnya hidup,” ucapnya.(den)

Jangka Pendek Jaga Pertanian.

Tanda-tanda berakhirnya pandemi Covid-19 di Kalimantan Barat belum dapat dipastikan. Namun, sektor pengganjal perut masyarakat terutama pertanian berupa tanaman padi, perkebunan sayur mayur harus selalu dijaga.

Ketua Komisi II DPRD Kalbar, H. Affandi AR meminta khusus ketahanan pangan di Kalbar wajib digalakan untuk menatap masa depan masyarakat. ”Menjaga ketahanan pangan Kalbar menjadi yang utama. Dalam waktu dekat kami (Komisi II) akan melakukan rapat dengan seluruh sektor terkait. Dari perdagangan, pertanian dan lembaga lain,” kata Affandi, Senin(1/6) di Pontianak.

Affandi mengajak untuk jangka pendek tanaman hortikultura, bibit-bibit, pupuk sampai tanaman sayur mayur siap panen harus digalakan. Masalahnya ditengah anjloknya perekonomian, hanya sektor jangka pendek menjanjikan pendapatan. Masalahnya untuk pembelian dan pasar selalu tersedia. “Pasar selalu ada, untuk padi. Harga belinya juga masih tinggi,” ujarnya.

Baca Juga :  Pertanian Gambut Terkendala Pemasaran

Nah teranyar kabar di lapangan bahwa pembelian gabah atau beras di tingkat pertanian menurun tajam. Kabarnya harga kembali tidak sesuai dengan diharapkan. ”Ini baru kabar dari petani. Harus jelas berada di daerah mana saja. Secepatnya kami akan melakukan rapat bersama,” tukasnya. Politisi Demokrat Kalbar ini berharap sektor pertanian dan perkebunan dengan hasil jangka pendek, dapat menutup ambruknya sektor perekonomian Indonesia. Sebab hanya sektor yang berada di desa-desa ini mampu menjaga ketahanan pangan warga Kalbar ke depan.

Di sisi lain, dia sudah berkeliling ke pasar bahwa tanaman sayur-mayur dengan padi asli dari Kalbar ternyata pasarnya masih terbuka lebar di Kalbar. Bahkan beberapa kabupaten melalui kebijakan kepala daerahnya mengandalkan beras lokal petani untuk menjadi ikon beras daerah. ”Mungkin di provinsi lain bahwa tanaman sayur mayur asal luar negeri terutama dari China menguasai hampir 90 persen market. Tapi tidak di Kalbar. Sayur mayur dari Kalbar termasuk padi masih menjadi komoditi utama masyarakat. Bahkan boleh dibilang kekurangan, sehingga sebagian harus beli dari pulau Jawa,” ucapnya.

Baca Juga :  Menjaga Kelawasan Sekaligus Menambah Penghasilan

Affandi sendiri berjanji akan terus mendorong lahan perdesaan sebagai ketahanan pangan lokal agar dapat diberdayakan seluruh komponen masyarakat. ”Kami (DPRD Kalbar) akan terus torong Pemda

se-Kalbar memprioritaskan program ketahanan pangan lokal. Ini sangat penting karena ketahanan pangan lokal menjadi kebutuhan utama berlangsungnya hidup,” ucapnya.(den)

Most Read

Artikel Terbaru

/