alexametrics
26 C
Pontianak
Thursday, May 26, 2022

Durian Banjiri Pontianak

PONTIANAK – Musim buah di tengah pandemi menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat Kalimantan Barat. Salah satu buah yang menjadi primadona dari dulu dan sedang melimpah adalah durian. Di pinggir jalan pusat keramaian tumpukan durian yang dijajakan menjadi pemandangan lazim.

Robi, salah seorang penjual durian di Jalan Tanjung Raya 2, Pontianak menyebut tahun ini hampir semua daerah penghasil durian panen berbarengan. Sehingga durian yang membanjiri Pontianak berasal dari berbagai daerah. “Macam-macam asalnya, ada dari Kayong, Sanggau, Bengkayang, Punggur dan lainnya. Jadi harganya bisa murah sekarang,” ujar dia.

Harga yang ditawarkan memang tergolong murah. Durian dengan ukuran kecil misalnya hanya dihargai Rp5.000 per buah. Sementara dengan ukuran sedang bekisar di Rp10.000-20.000. Namun ada juga durian unggul dengan ukuran besar yang bisa menembus Rp50.000.

Kepala Bidang Hortikultura Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalbar, Bader membenarkan musim buah kali ini, durian lebih banyak. “Musim ini cuaca mendukung waktu pembungaan. Sehingga menghasilkan buah yang banyak. Namun jika proses pembungaan kena hujan terus menerus juga tidak baik karena bisa membuat bunganya gugur,” kata dia.

Menurutnya, Kalbar sebagai salah satu bagian dari mega biodiversitas Indonesia dikaruniai plasma nutfah tanaman durian yang sangat kaya dan beragam. Tanaman durian tersebut umumnya tumbuh di hutan maupun di kebun/ladang milik petani. Dalam setahun, umumnya terjadi dua kali musim buah durian di Kalbar yakni sekitar Juni-Juli dan Desember-Januari. Buah durian tersebut memberikan berkah tersendiri bagi pemiliknya sebab banyak peminatnya.

Baca Juga :  Durian Kalbar Diminati Pasar Internasional

Dari hasil inventarisasi dan eksplorasi yang telah dilakukan diperoleh informasi bahwa tanaman durian terbaik di Kalbar berada di Kabupaten Sanggau, Kabupaten Kubu Raya, dan Kabupaten Bengkayang.  Beberapa jenis durian lokal Kalbar saat ini sudah ditetapkan menjadi varietas unggul nasional oleh Menteri Pertanian yakni Durian Balening, Durian Jemongko Kuning, Durian Serumbut, Durian Slipi, Durian Tembaga berasal dari Kabupaten Sanggau, Durian Jarum Mas dari Kabupaten Kubu Raya dan Durian Empakan dari Kapuas Hulu.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Pontianak Acuis Simanjaya mengatakan durian Kalbar sangat kaya jenis dan rasa. Bahkan jauh lebih unggul dari durian montong-nya Thailand. “Thailand saja dengan mengandalkan durian monting dan cane sudah merajai pasar durian internasional. Kebayang nga kalo potensi kita soal durian unggul lokal dapat kita kelola dengan baik,  rasa durian yang begitu beragam membuat hati ini sangat bangga. Kita berharap bisa diekspor,” jelas dia.

Terlebih, kata dia, durian ini adalah tanaman rakyat. Sehingga apabila komoditas ini punya pemasaran luas, maka rakyat langsung yang menikmatinya. Ada masa depan yang bagus dari berbagai aspek untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

Acui juga pernah berkeliling Kalbar untuk melihat langsung pohon yang sedang berbuah. “Saya juga sedang merangkai kan  berbagai data tentang durian unggul lokal ini. Untuk menambah wawasan saya. Data ini untuk membuat perencanaan yang baik untuk mengoptimalkan durian Kalbar dimasa mendatang. Wawasan seperti ini akan membuat saya semakin mantap dan unik,” terang dia.

Baca Juga :  Daud "Cino" Yordan, Mendaki Sembari Menikmati Durian

Adapun ahli durian Karim Aristedes menyebut Kalbar memiliki durian terbaik di Indonesia, bahkan di dunia. “Saya sudah keliling Indonesia dan negara-negara di Asia Tenggara hanya untuk mencicipi durian. Dari Aceh hingga Papua sudah saya jelajahi, tetapi durian terbaik memang ada di Kalbar. Tepatnya durian dari hutan di Balai Karangan, Kabupaten Sanggau. Ini durian terbaik di dunia. Thailand punya kalah,” ujarnya..

Menurut pria asal Palembang ni, durian Balai Karangan memiliki warna yang menarik, yaitu kuning keemasan.Selain wangi, durian ini juga memiliki ketebalan buah di atas rata-rata. “Ciri fisik sangat menonjol. Dia punya porsi daging tinggi. Dagingnya tebal, sangat jauh dibanding durian jenis lain. Dagingnya bisa 30-50 persen di atas rata rata. Sedangkan bijnya juga kecil, hanya sebesar jempol orang dewasa,” ucapnya.

Dia sendiri sudah mengklasifikasi jenis-jenis durian yang tumbuh di Balai Karangan sejak tahun 2007. ‘Saya sudah masuk sampai ke kebunnya. Saya temukan ada 18 jenis durian yang khas dari Balai Karangan.  Jenisnya adalah durian parong, strombut, liok, lintau, balening dan lainnya. Di daerah lain ini tidak ada,” kata dia.

Menurut dia, durian terbaik tidak berasal dari perkebunan besar. Melainkan dari kebun kecil atau pohon durian yang berada di hutan. Hal ini berhubungan dengan jenis tanah dan skema penyerbukannya yang alami. “Plasma nutfah (gen alami pohon) kita sangat bagus. Sebenarnya bisa diproduksi massal. Tetapi perlu pemupukan dan perawatan yang benar,” pungkas dia. (ars)

PONTIANAK – Musim buah di tengah pandemi menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat Kalimantan Barat. Salah satu buah yang menjadi primadona dari dulu dan sedang melimpah adalah durian. Di pinggir jalan pusat keramaian tumpukan durian yang dijajakan menjadi pemandangan lazim.

Robi, salah seorang penjual durian di Jalan Tanjung Raya 2, Pontianak menyebut tahun ini hampir semua daerah penghasil durian panen berbarengan. Sehingga durian yang membanjiri Pontianak berasal dari berbagai daerah. “Macam-macam asalnya, ada dari Kayong, Sanggau, Bengkayang, Punggur dan lainnya. Jadi harganya bisa murah sekarang,” ujar dia.

Harga yang ditawarkan memang tergolong murah. Durian dengan ukuran kecil misalnya hanya dihargai Rp5.000 per buah. Sementara dengan ukuran sedang bekisar di Rp10.000-20.000. Namun ada juga durian unggul dengan ukuran besar yang bisa menembus Rp50.000.

Kepala Bidang Hortikultura Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalbar, Bader membenarkan musim buah kali ini, durian lebih banyak. “Musim ini cuaca mendukung waktu pembungaan. Sehingga menghasilkan buah yang banyak. Namun jika proses pembungaan kena hujan terus menerus juga tidak baik karena bisa membuat bunganya gugur,” kata dia.

Menurutnya, Kalbar sebagai salah satu bagian dari mega biodiversitas Indonesia dikaruniai plasma nutfah tanaman durian yang sangat kaya dan beragam. Tanaman durian tersebut umumnya tumbuh di hutan maupun di kebun/ladang milik petani. Dalam setahun, umumnya terjadi dua kali musim buah durian di Kalbar yakni sekitar Juni-Juli dan Desember-Januari. Buah durian tersebut memberikan berkah tersendiri bagi pemiliknya sebab banyak peminatnya.

Baca Juga :  Masyarakat Tumpah Ruah di Festival Durian Bumi Khatulistiwa

Dari hasil inventarisasi dan eksplorasi yang telah dilakukan diperoleh informasi bahwa tanaman durian terbaik di Kalbar berada di Kabupaten Sanggau, Kabupaten Kubu Raya, dan Kabupaten Bengkayang.  Beberapa jenis durian lokal Kalbar saat ini sudah ditetapkan menjadi varietas unggul nasional oleh Menteri Pertanian yakni Durian Balening, Durian Jemongko Kuning, Durian Serumbut, Durian Slipi, Durian Tembaga berasal dari Kabupaten Sanggau, Durian Jarum Mas dari Kabupaten Kubu Raya dan Durian Empakan dari Kapuas Hulu.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Pontianak Acuis Simanjaya mengatakan durian Kalbar sangat kaya jenis dan rasa. Bahkan jauh lebih unggul dari durian montong-nya Thailand. “Thailand saja dengan mengandalkan durian monting dan cane sudah merajai pasar durian internasional. Kebayang nga kalo potensi kita soal durian unggul lokal dapat kita kelola dengan baik,  rasa durian yang begitu beragam membuat hati ini sangat bangga. Kita berharap bisa diekspor,” jelas dia.

Terlebih, kata dia, durian ini adalah tanaman rakyat. Sehingga apabila komoditas ini punya pemasaran luas, maka rakyat langsung yang menikmatinya. Ada masa depan yang bagus dari berbagai aspek untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

Acui juga pernah berkeliling Kalbar untuk melihat langsung pohon yang sedang berbuah. “Saya juga sedang merangkai kan  berbagai data tentang durian unggul lokal ini. Untuk menambah wawasan saya. Data ini untuk membuat perencanaan yang baik untuk mengoptimalkan durian Kalbar dimasa mendatang. Wawasan seperti ini akan membuat saya semakin mantap dan unik,” terang dia.

Baca Juga :  Durian Kalbar Diminati Pasar Internasional

Adapun ahli durian Karim Aristedes menyebut Kalbar memiliki durian terbaik di Indonesia, bahkan di dunia. “Saya sudah keliling Indonesia dan negara-negara di Asia Tenggara hanya untuk mencicipi durian. Dari Aceh hingga Papua sudah saya jelajahi, tetapi durian terbaik memang ada di Kalbar. Tepatnya durian dari hutan di Balai Karangan, Kabupaten Sanggau. Ini durian terbaik di dunia. Thailand punya kalah,” ujarnya..

Menurut pria asal Palembang ni, durian Balai Karangan memiliki warna yang menarik, yaitu kuning keemasan.Selain wangi, durian ini juga memiliki ketebalan buah di atas rata-rata. “Ciri fisik sangat menonjol. Dia punya porsi daging tinggi. Dagingnya tebal, sangat jauh dibanding durian jenis lain. Dagingnya bisa 30-50 persen di atas rata rata. Sedangkan bijnya juga kecil, hanya sebesar jempol orang dewasa,” ucapnya.

Dia sendiri sudah mengklasifikasi jenis-jenis durian yang tumbuh di Balai Karangan sejak tahun 2007. ‘Saya sudah masuk sampai ke kebunnya. Saya temukan ada 18 jenis durian yang khas dari Balai Karangan.  Jenisnya adalah durian parong, strombut, liok, lintau, balening dan lainnya. Di daerah lain ini tidak ada,” kata dia.

Menurut dia, durian terbaik tidak berasal dari perkebunan besar. Melainkan dari kebun kecil atau pohon durian yang berada di hutan. Hal ini berhubungan dengan jenis tanah dan skema penyerbukannya yang alami. “Plasma nutfah (gen alami pohon) kita sangat bagus. Sebenarnya bisa diproduksi massal. Tetapi perlu pemupukan dan perawatan yang benar,” pungkas dia. (ars)

Most Read

Artikel Terbaru

/