alexametrics
25 C
Pontianak
Thursday, May 26, 2022

Hotel Kembali Merugi

PONTIANAK – Baru ingin bangkit, sektor perhotelan kembali babak belur pada gelombang baru pandemi di Juli ini. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kalbar, Yuliardi Qamal menyebut Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat membuat jumlah tamu dan kegiatan di hotel-hotel se-Pontianak turun drastis. Sejumlah manajemen hotel pun mengencangkan ikat pinggang agar tidak terlalu merugi. Salah satunya dengan merumahkan karyawan.

“Kami tidak bisa memungkiri harus mengurangi karyawan. Padahal sebelumnya mulai masa normal baru, dunia usaha mulai membaik dan pekerja mulai dimasukkan kembali. Namun karena PPKM maka harus kita rumahkan kembali. Itu untuk menekan pengeluaran karena pemasukan yang ada minim,” jelas dia.

Pada sisi lainnya, sebagian meminta pelaku usaha mempertahankan karyawan. Namun di sisi bisnis menurutnya tentu tidak masuk. “Untuk itu tentu sektor kita butuh perhatian pemerintah melalui bantuan. Jika karyawan kami tetap bekerja, paling tidak karyawan kami mendapat bantuan,” katanya.

Baca Juga :  Hotel Gelar Tes Cepat Karyawan

Menurutnya, bantuan diberikan ke perhotelan dan restoran sangat beralasan. Pasalnya sektor tersebut menjadi penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang cukup tinggi misalnya di Kota Pontianak yang merupakan sebagai kota jasa dan perdagangan. Setiap tahunnya mampu menyumbang sekitar Rp100 milar per tahun.

“Saat normal sektor kami turut berkontribusi membangun daerah ini melalui pajak yang kemudian menjadi PAD. Nah, ketika sektor ini lagi melemah di tengah wabah COVID-19, tentu perlu perhatian pemerintah. Supaya kami bisa bertahan dan ketika kondisi normal maka bisa kembali memberikan pemasukan maksimal bagi PAD,” kata dia.

Terkait program vaksinasi, pihaknya sangat mendukung. Hal itu menurutnya untuk kebaikan bersama. Apalagi pihak perhotelan dan restoran bersentuhan dengan banyak orang. “Vaksinasi kami sangat mendukung penuh. Bahkan saat ini pelaku industri perhotelan dan restoran hampir 100 persen ikut vaksin. Kami mengucapkan terima kasih juga kepada pemerintah dalam hal ini,” jelas dia.

Baca Juga :   Ekonomi Kalbar Tertolong Ekspor

Menurut dia, bila pandemi mereda dan PPKM dilonggarkan, pihaknya siap untuk beroperasi normal dengan mengedepankan protokol kesehatan. Selama satu setengah tahun ini pun, kata dia, pihak perhotelan sudah sangat ketat dalam menjaga disiplin Prokes.  Masalah setting resepsionis, restoran, kamar, hall, hingga pantry dan lainnya pun disusun sesuai prinsip physical distancing. Semua karyawan wajib mengenakan masker selama berada di dalam hotel. Semua hotel di Pontianak juga sudah menyiapkan fasilitas sabun cuci tangan, hand sanitizer, alat penanda batas jarak, termometer tembak, dan rutin melakukan penyemprotan disinfektan pada area strategis di dalam hotel.

“Pengusaha hotel, losmen, vila, dan sejenisnya tahun lalu berusaha bertahan dengan berbagai cara. Sekarang pandemi Covid-19 belum berakhir. Semoga vaksinasi berjalan lancar dan semua masyarakat antusias. Sehingga ada kekebalan massal di masyarakat kita,” pungkasnya. (ars)

PONTIANAK – Baru ingin bangkit, sektor perhotelan kembali babak belur pada gelombang baru pandemi di Juli ini. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kalbar, Yuliardi Qamal menyebut Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat membuat jumlah tamu dan kegiatan di hotel-hotel se-Pontianak turun drastis. Sejumlah manajemen hotel pun mengencangkan ikat pinggang agar tidak terlalu merugi. Salah satunya dengan merumahkan karyawan.

“Kami tidak bisa memungkiri harus mengurangi karyawan. Padahal sebelumnya mulai masa normal baru, dunia usaha mulai membaik dan pekerja mulai dimasukkan kembali. Namun karena PPKM maka harus kita rumahkan kembali. Itu untuk menekan pengeluaran karena pemasukan yang ada minim,” jelas dia.

Pada sisi lainnya, sebagian meminta pelaku usaha mempertahankan karyawan. Namun di sisi bisnis menurutnya tentu tidak masuk. “Untuk itu tentu sektor kita butuh perhatian pemerintah melalui bantuan. Jika karyawan kami tetap bekerja, paling tidak karyawan kami mendapat bantuan,” katanya.

Baca Juga :  Industri Kreatif Perlu Usaha Kolaboratif

Menurutnya, bantuan diberikan ke perhotelan dan restoran sangat beralasan. Pasalnya sektor tersebut menjadi penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang cukup tinggi misalnya di Kota Pontianak yang merupakan sebagai kota jasa dan perdagangan. Setiap tahunnya mampu menyumbang sekitar Rp100 milar per tahun.

“Saat normal sektor kami turut berkontribusi membangun daerah ini melalui pajak yang kemudian menjadi PAD. Nah, ketika sektor ini lagi melemah di tengah wabah COVID-19, tentu perlu perhatian pemerintah. Supaya kami bisa bertahan dan ketika kondisi normal maka bisa kembali memberikan pemasukan maksimal bagi PAD,” kata dia.

Terkait program vaksinasi, pihaknya sangat mendukung. Hal itu menurutnya untuk kebaikan bersama. Apalagi pihak perhotelan dan restoran bersentuhan dengan banyak orang. “Vaksinasi kami sangat mendukung penuh. Bahkan saat ini pelaku industri perhotelan dan restoran hampir 100 persen ikut vaksin. Kami mengucapkan terima kasih juga kepada pemerintah dalam hal ini,” jelas dia.

Baca Juga :  Pesanan Kamar Hotel di Kota Pontianak Jamak Dibatalkan

Menurut dia, bila pandemi mereda dan PPKM dilonggarkan, pihaknya siap untuk beroperasi normal dengan mengedepankan protokol kesehatan. Selama satu setengah tahun ini pun, kata dia, pihak perhotelan sudah sangat ketat dalam menjaga disiplin Prokes.  Masalah setting resepsionis, restoran, kamar, hall, hingga pantry dan lainnya pun disusun sesuai prinsip physical distancing. Semua karyawan wajib mengenakan masker selama berada di dalam hotel. Semua hotel di Pontianak juga sudah menyiapkan fasilitas sabun cuci tangan, hand sanitizer, alat penanda batas jarak, termometer tembak, dan rutin melakukan penyemprotan disinfektan pada area strategis di dalam hotel.

“Pengusaha hotel, losmen, vila, dan sejenisnya tahun lalu berusaha bertahan dengan berbagai cara. Sekarang pandemi Covid-19 belum berakhir. Semoga vaksinasi berjalan lancar dan semua masyarakat antusias. Sehingga ada kekebalan massal di masyarakat kita,” pungkasnya. (ars)

Most Read

Kubu Raya Masuk Zona Orange

Tepat Membandingkan Pertumbuhan Anak

Artikel Terbaru

/