alexametrics
24 C
Pontianak
Monday, June 27, 2022

Bersinergi Demi Potensi dan Pengembangan Geowisata

Asosiasi Masyarakat Geowisata Indonesia (MAGI) bekerjasama dengan Ikatan Ahli Geologi Indonesia membahas berbagai program umum dalam rangka mengkaji berbagai potensi dan pengembangan geowisata di Kalimantan Barat.

Hal tersebut dilakukan melalui seminar secara daring oleh kedua pihak yang didukung berbagai pihak terkait, di antaranya Jurusan Pertambangan Universitas Tanjungpura, Disporapar Provinsi Kalbar, serta BKSDA, yang dilaksanakan kemarin pagi. Seminar daring tersebut dilakukan dalam empat sesi diskusi, dimana tiap-tiap peserta memaparkan pandangannya mengenai potensi dan pengembangan Geowisata di Kalimantan Barat. Adapun beberapa pihak yang turut mengutarakan pandangannya dalam seminar tersebut, di antaranya Heryadi Rachmat selaku Ketua MAGI, Herman Darman selaku Principal Geoscientist Petronas, Hendri Wahyudi  Ketua Pengurus Daerah IAGI Kalbar, Budhi Purwoko selaku Ketua Jurusan Pertambangan Untan, Ruslizan Arief selaku Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dispora Provinsi Kalbar, dan Sadtata Noor Adirahmanta selaku Kepala BKSDA Provinsi Kalbar.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua MAGI, Heryadi Rachmat menuturkan bahwa giat seminar tersebut dilakukan dengan tujuan sebagai sarana pengembangan berbagai topikserta potensi  mengenai geowisata yang ada di Kalimantan Barat. Dalam hal ini, ia berharap agar selain kelima pihak yang tergabung dalam seminar tersebut, dukungan mengenai pengembangan geowisata juga dapat jadi perhatian bagi pihak lain, termasuk di antaranya para asosiasi, pemerintah, perguruan tinggi, pelaku usaha pariwisata, hingga media massa. “Ini penting dilakukan serta menjadi pandangan bersama dalam menentukan langkah-langkah guna pengembangan geowisata yang ada di Kalbar,” tuturnya.

Baca Juga :  Sajikan Wisata Atraktif,  Pengunjung Tetap Protektif

“Kita juga berharap besar agar tim percepatan pembangunan GEO Park dan Geo Wisata Kalbar sesegera mungkin dapat terbentuk dan dibangun kantor khusus agar dapat memudahkan tim untuk bekerja nantinya. Maka dari itu, besar harapan kita agar pemerintah Provinsi melalui Disporapar bisa memfasilitasi hal tersebut, khususnya mengenai penyediaan tempat,” timpalnya.

Sementara itu, Ketua IAGI Kalbar, Hendri Wahyudi dalam paparan singkatnya mengungkapkan bahwa terkait potensi awal geowisata yang ada di Kalbar saat ini bisa dibilang sudah merata tersebar hampir di seluruh Kabupaten dan Kota. “Mulai dari Sambas, Kota Singkawang, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Sintang, Kota Pontianak, hingga Kabupaten Kapuas Hulu. Semuanya apabila kita lihat untuk potensi geowisatanya sudah tersebar dan hampir semuanya sama rata,” ujarnya.

Ketua Jurusan Pertambangan Untan, Budhi Purwoko dalam hal ini menekankan kepada peserta seminar dan seluruh pihak terkait lainnya terkait perlunya inventarisasi lebih lanjut terhadap objek-objek geowisata kedepannya. “Karena hal ini nantinya akan diperlukan untuk mengumpulkan data-data guna melengkapi tiap geosite agar kedepannya dapat dengan mudah diperkenalkan kepada masyarakat umum,” katanya.

Baca Juga :  Bank Kalbar Diminta Terus Berinovasi

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Disporapar Kalbar, Ruslizan Arief dalam kesempatan yang sama menyampaikan pandangannya terkait kebutuhan sinergitas yang lebih serius atau koordinasi lebih lanjut dari lintas sektoral, khususnya dalam pengembangan geowisata di Kalbar. “Saya yakin, hal ini dapat menjadi pemicu tersendiri dalam pertumbuhan ekonomi kreatif di tiap-tiap daerah yang memiliki objek geowisata,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar, Sadtata Noor Adirahmanta mengaku sangat terbuka dengan kolaborasi yang dicanangkan oleh lintas instansi, terutama dari asosiasi IAGI Kalbar tersebut. Menurutnya, ide pengembangan geowisata ini sudah sangat baik, salah satunya dalam rangka pengembangan taman wisata alam yang berada di bawah naungan BKSDA Provinsi Kalbar.
“Saya rasa ide ini merupakan ide yang cemerlang dalam rangka kita secara bersama-sama melakukan pengembangan terhadap objek wisata alam. Mengingat saat ini kita (BKSDA) sebelumnya juga telah melakukan hal yang sama, seperti misalnya yang kita lakukan terhadap taman wisata alam bukit kelam yang terletak di Kabupaten Sintang,” pungkasnya. (sig)

Asosiasi Masyarakat Geowisata Indonesia (MAGI) bekerjasama dengan Ikatan Ahli Geologi Indonesia membahas berbagai program umum dalam rangka mengkaji berbagai potensi dan pengembangan geowisata di Kalimantan Barat.

Hal tersebut dilakukan melalui seminar secara daring oleh kedua pihak yang didukung berbagai pihak terkait, di antaranya Jurusan Pertambangan Universitas Tanjungpura, Disporapar Provinsi Kalbar, serta BKSDA, yang dilaksanakan kemarin pagi. Seminar daring tersebut dilakukan dalam empat sesi diskusi, dimana tiap-tiap peserta memaparkan pandangannya mengenai potensi dan pengembangan Geowisata di Kalimantan Barat. Adapun beberapa pihak yang turut mengutarakan pandangannya dalam seminar tersebut, di antaranya Heryadi Rachmat selaku Ketua MAGI, Herman Darman selaku Principal Geoscientist Petronas, Hendri Wahyudi  Ketua Pengurus Daerah IAGI Kalbar, Budhi Purwoko selaku Ketua Jurusan Pertambangan Untan, Ruslizan Arief selaku Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dispora Provinsi Kalbar, dan Sadtata Noor Adirahmanta selaku Kepala BKSDA Provinsi Kalbar.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua MAGI, Heryadi Rachmat menuturkan bahwa giat seminar tersebut dilakukan dengan tujuan sebagai sarana pengembangan berbagai topikserta potensi  mengenai geowisata yang ada di Kalimantan Barat. Dalam hal ini, ia berharap agar selain kelima pihak yang tergabung dalam seminar tersebut, dukungan mengenai pengembangan geowisata juga dapat jadi perhatian bagi pihak lain, termasuk di antaranya para asosiasi, pemerintah, perguruan tinggi, pelaku usaha pariwisata, hingga media massa. “Ini penting dilakukan serta menjadi pandangan bersama dalam menentukan langkah-langkah guna pengembangan geowisata yang ada di Kalbar,” tuturnya.

Baca Juga :  PLN Optimis Penjualan Meningkat saat New Normal

“Kita juga berharap besar agar tim percepatan pembangunan GEO Park dan Geo Wisata Kalbar sesegera mungkin dapat terbentuk dan dibangun kantor khusus agar dapat memudahkan tim untuk bekerja nantinya. Maka dari itu, besar harapan kita agar pemerintah Provinsi melalui Disporapar bisa memfasilitasi hal tersebut, khususnya mengenai penyediaan tempat,” timpalnya.

Sementara itu, Ketua IAGI Kalbar, Hendri Wahyudi dalam paparan singkatnya mengungkapkan bahwa terkait potensi awal geowisata yang ada di Kalbar saat ini bisa dibilang sudah merata tersebar hampir di seluruh Kabupaten dan Kota. “Mulai dari Sambas, Kota Singkawang, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Sintang, Kota Pontianak, hingga Kabupaten Kapuas Hulu. Semuanya apabila kita lihat untuk potensi geowisatanya sudah tersebar dan hampir semuanya sama rata,” ujarnya.

Ketua Jurusan Pertambangan Untan, Budhi Purwoko dalam hal ini menekankan kepada peserta seminar dan seluruh pihak terkait lainnya terkait perlunya inventarisasi lebih lanjut terhadap objek-objek geowisata kedepannya. “Karena hal ini nantinya akan diperlukan untuk mengumpulkan data-data guna melengkapi tiap geosite agar kedepannya dapat dengan mudah diperkenalkan kepada masyarakat umum,” katanya.

Baca Juga :  Promosikan Wisata Melalui Medsos secara Elegan

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Disporapar Kalbar, Ruslizan Arief dalam kesempatan yang sama menyampaikan pandangannya terkait kebutuhan sinergitas yang lebih serius atau koordinasi lebih lanjut dari lintas sektoral, khususnya dalam pengembangan geowisata di Kalbar. “Saya yakin, hal ini dapat menjadi pemicu tersendiri dalam pertumbuhan ekonomi kreatif di tiap-tiap daerah yang memiliki objek geowisata,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar, Sadtata Noor Adirahmanta mengaku sangat terbuka dengan kolaborasi yang dicanangkan oleh lintas instansi, terutama dari asosiasi IAGI Kalbar tersebut. Menurutnya, ide pengembangan geowisata ini sudah sangat baik, salah satunya dalam rangka pengembangan taman wisata alam yang berada di bawah naungan BKSDA Provinsi Kalbar.
“Saya rasa ide ini merupakan ide yang cemerlang dalam rangka kita secara bersama-sama melakukan pengembangan terhadap objek wisata alam. Mengingat saat ini kita (BKSDA) sebelumnya juga telah melakukan hal yang sama, seperti misalnya yang kita lakukan terhadap taman wisata alam bukit kelam yang terletak di Kabupaten Sintang,” pungkasnya. (sig)

Most Read

Abdul Mutolib Hibahkan Mobil Ambulans

Didampingi  TNI-Polri

Gelar Pekan QRIS

Jembatan Mensoga Putus Akibat Abrasi

Artikel Terbaru

/