alexametrics
31.7 C
Pontianak
Wednesday, August 10, 2022

Perusahaan Sawit Kolaborasi Bangun Jalan

PONTIANAK – Sejumlah perusahaan kelapa sawit di Kalimantan Barat (Kalbar) telah melakukan kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam upaya pembangunan dan perawatan jalan. Program yang dijalankan melalui dana Tanggung Jawab Sosial dan Bina Lingkungan Perusahaan (TSPBL) atau yang lebih dikenal dengan sebutan Corporate Sosial Responsibility (CSR) itu, telah diimplementasikan pada sejumlah jalan di berbagai daerah.

Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Cabang Kalbar, Purwati Munawir mengatakan pihaknya siap mendukung Pemerintah Provinsi Kalbar melibatkan perusahaan sawit untuk berkolaborasi dalam hal peningkatan dan pemeliharaan jalan provinsi di daerah. Langkah ini juga dilakukan dalam rangka bersama-sama mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kalbar melalui percepatan pembangunan infrastruktur.

“Pada prinsipnya kita sangat dan akan mendukung penuh kolaborasi  percepatan pembangunan infrastruktur melalui peningkatan dan pemeliharaan jalan,” ujar dia.

Salah satu kolaborasi yang telah berjalan itu, yakni antara perusahaan sawit dan Pemkab Ketapang. Berdasarkan data yang dihumpun olehnya, beberapa ruas jalan yang tengah dibangun, antara lain : Ruas Jalan Tumbang Titi-Tanjung-Marau -Air Upas- Manis Mata; Ruas Jalan Riam-Biku Sarana-Kelampai-Terusan- silat; Beriam-Paku Juang-Bagan Kajang-SP Danau Buntar-Jambi- Sukaramai. Pembangunan ini adalah untuk membantu mendukung pemerintah dalam peningkatan perekonomian masyarakat lokal.

Baca Juga :  Peduli Rumah Ibadah, CMI Berikan Bantuan Pembangunan Masjid Jami'Babul Hasanah Desa Rantau Panjang

Dosen Universitas Muhammadiyah Pontianak, Muhammad Fajrin menilai, infrastruktur termasuk salah satu bidang yang diberikan untuk penyaluran dana CSR. Terlebih jalan merupakan salah satu infrastruktur yang digunakan oleh perusahaan untuk mendukung aktivitas bisnisnya. Tetapi dia memberikan catatan terkait program kolaborasi pembangunan jalan ini.

“Harus dipastikan mana jalan yang dianggarkan oleh perusahaan mana yang dianggarkan dari APBD atau APBN. Jangan sampai ada dobel anggaran sehingga jadi ajang korupsi baru. Ini pengawasan perlu ditingkatkan,” sebut dia.

Di sisi lain, tanpa adanya program kolaborasi pembangunan jalan, kata dia, sebenarnya sejak dulu hadirnya perusahaan sawit telah membuka jalan yang memudahkan akses masyarakat. Dalam pengamatannya, ada banyak perusahaan sawit yang membuka jalan untuk mengangkut hasil TBS dari perusahaan, yang kemudian jalan tersebut juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat di sekitar areal kebun.

Baca Juga :  Stimulus Listrik Tembus Rp277,9 M

“Jadi jalan ini tidak mesti jalan aspal. Pembukaan jalan oleh perusahaan di area konsesi perusahaan pada akhirnya juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Dari jalan yang dibangun tersebut membuat jarak tempuh dari satu daerah ke daerah lain jadi lebih cepat” kata dia.

Menurut dia, pembukaan jalan sebenarnya merupakan bagian dari CSR, meskipun kadang kala sering tidak dianggap. Tak hanya soal pembukaan jalan perusahaan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, kata dia, ada banyak penyaluran dana CSR yang sering dianggap bukan dana CSR. Salah satunya pemberian bantuan dari perusahaan kepada masyarakat yang mengajukan bantuan dana untuk berbagai program.

“Banyak juga masyarakat (sekitar perusahaan) yang mengajukan bantuan dana, entah itu untuk kegiatan 17an, Natal, atau peringatan hari besar lainnya, termasuk pengajuan bantuan renovasi rumah ibadah. Bantuan untuk hal-hal tersebut kadang tidak dihitung sebagai dana CSR, padahal sebenarnya bantuan dana dari perusahaan untuk masyarakat sudah termasuk sebagai dana CSR,” pungkas dia. (sti)

PONTIANAK – Sejumlah perusahaan kelapa sawit di Kalimantan Barat (Kalbar) telah melakukan kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam upaya pembangunan dan perawatan jalan. Program yang dijalankan melalui dana Tanggung Jawab Sosial dan Bina Lingkungan Perusahaan (TSPBL) atau yang lebih dikenal dengan sebutan Corporate Sosial Responsibility (CSR) itu, telah diimplementasikan pada sejumlah jalan di berbagai daerah.

Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Cabang Kalbar, Purwati Munawir mengatakan pihaknya siap mendukung Pemerintah Provinsi Kalbar melibatkan perusahaan sawit untuk berkolaborasi dalam hal peningkatan dan pemeliharaan jalan provinsi di daerah. Langkah ini juga dilakukan dalam rangka bersama-sama mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kalbar melalui percepatan pembangunan infrastruktur.

“Pada prinsipnya kita sangat dan akan mendukung penuh kolaborasi  percepatan pembangunan infrastruktur melalui peningkatan dan pemeliharaan jalan,” ujar dia.

Salah satu kolaborasi yang telah berjalan itu, yakni antara perusahaan sawit dan Pemkab Ketapang. Berdasarkan data yang dihumpun olehnya, beberapa ruas jalan yang tengah dibangun, antara lain : Ruas Jalan Tumbang Titi-Tanjung-Marau -Air Upas- Manis Mata; Ruas Jalan Riam-Biku Sarana-Kelampai-Terusan- silat; Beriam-Paku Juang-Bagan Kajang-SP Danau Buntar-Jambi- Sukaramai. Pembangunan ini adalah untuk membantu mendukung pemerintah dalam peningkatan perekonomian masyarakat lokal.

Baca Juga :  Pajero Sport Dominasi Pasar Meski tanpa Insentif PPnBM

Dosen Universitas Muhammadiyah Pontianak, Muhammad Fajrin menilai, infrastruktur termasuk salah satu bidang yang diberikan untuk penyaluran dana CSR. Terlebih jalan merupakan salah satu infrastruktur yang digunakan oleh perusahaan untuk mendukung aktivitas bisnisnya. Tetapi dia memberikan catatan terkait program kolaborasi pembangunan jalan ini.

“Harus dipastikan mana jalan yang dianggarkan oleh perusahaan mana yang dianggarkan dari APBD atau APBN. Jangan sampai ada dobel anggaran sehingga jadi ajang korupsi baru. Ini pengawasan perlu ditingkatkan,” sebut dia.

Di sisi lain, tanpa adanya program kolaborasi pembangunan jalan, kata dia, sebenarnya sejak dulu hadirnya perusahaan sawit telah membuka jalan yang memudahkan akses masyarakat. Dalam pengamatannya, ada banyak perusahaan sawit yang membuka jalan untuk mengangkut hasil TBS dari perusahaan, yang kemudian jalan tersebut juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat di sekitar areal kebun.

Baca Juga :  Dana CSR Tak Terlacak, Perusahaan Sawit dan Tambang Dipanggil

“Jadi jalan ini tidak mesti jalan aspal. Pembukaan jalan oleh perusahaan di area konsesi perusahaan pada akhirnya juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Dari jalan yang dibangun tersebut membuat jarak tempuh dari satu daerah ke daerah lain jadi lebih cepat” kata dia.

Menurut dia, pembukaan jalan sebenarnya merupakan bagian dari CSR, meskipun kadang kala sering tidak dianggap. Tak hanya soal pembukaan jalan perusahaan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, kata dia, ada banyak penyaluran dana CSR yang sering dianggap bukan dana CSR. Salah satunya pemberian bantuan dari perusahaan kepada masyarakat yang mengajukan bantuan dana untuk berbagai program.

“Banyak juga masyarakat (sekitar perusahaan) yang mengajukan bantuan dana, entah itu untuk kegiatan 17an, Natal, atau peringatan hari besar lainnya, termasuk pengajuan bantuan renovasi rumah ibadah. Bantuan untuk hal-hal tersebut kadang tidak dihitung sebagai dana CSR, padahal sebenarnya bantuan dana dari perusahaan untuk masyarakat sudah termasuk sebagai dana CSR,” pungkas dia. (sti)

Most Read

Artikel Terbaru

/