alexametrics
33.9 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Inflasi Kalbar Paling Tinggi

BPS : Waspadai Tekanan Inflasi

PONTIANAK – Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat merilis inflasi Kalimantan Barat (Kalbar) pada Januari 2020 sebesar sebesar 0,76 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 104,65.

Angka inflasi yang merupakan gabungan dari tiga kota, yaitu Kota Pontianak, Singkawang, dan Sintang itu, menurut Kepala BPS Kalbar, Moh Wahyu Yulianto, patut diwaspadai. “Pada bulan Januari ada kecenderungan pada level 0,76 persen. Level ini sedikit moderat dan harus kita waspadai,” ungkap dia, Senin (3/2).

Lebih rinci, inflasi di Kota Pontianak sebesar 0,73 persen dengan IHK sebesar 104,75, Singkawang sebesar 0,68 persen dengan IHK sebesar 102,03, dan Sintang sebesar 1,10 persen dengan IHK sebesar 108,42. Ketiga kota ini, kata dia, bahkan mencatatkan inflasi tertinggi di antara 12 kota penghitungan inflasi yang ada di Kalimantan.

Baca Juga :  Borong 8 Penghargaan Kehumasan, BRI BUMN Terbaik PR Indonesia Awards 2022

“Inflasi tertinggi terjadi di Sintang sebesar 1,10 persen, dan inflasi terendah terjadi di Banjarmasin sebesar 0,25 persen. Sementara itu, deflasi tertinggi terjadi di Tarakan sebesar 0,07 persen dan deflasi terendah terjadi di Palangkaraya sebesar 0,06 persen,” kata dia.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Januari 2020 antara lain, cabai rawit, sawi hijau, ikan kembung, minyak goreng, cumi-cumi, bawang merah, ketimun, bayam, tomat, dan kacang panjang. Sedangkan beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga pada Januari 2020 antara lain, tarif angkutan udara, daging ayam ras, ikan tongkol, obat dengan resep, wortel, bensin, ikan tenggiri, ayam hidup, ikan patin, dan semangka.

“Mungkin ini juga pengaruh imlek, sehingga beberapa komoditas harganya naik. Kita tetap harus menjaga inflasi ini, jangan sampai tekanan harga yang tinggi berlanjut di periode selanjutnya,” kata dia.

Baca Juga :  Cegah Penyebaran Covid-19, PLN Hitung Pemakaian Listrik Rata-Rata 3 Bulan Terakhir

Wahyu menambahkan, mulai Januari 2020, pengukuran inflasi di Indonesia menggunakan IHK tahun dasar 2018=100. Ada beberapa perubahan yang mendasar dalam penghitungan IHK tahun dasar 2018=100 dibandingkan IHK 2012=100, khususnya mengenai cakupan kota, klasifikasi pengelompokan komoditas, metodologi penghitungan IHK, paket komoditas, dan diagram timbang.

Perubahan tersebut didasarkan pada Survei Biaya Hidup (SBH) 2018 yang dilaksanakan oleh BPS, sebagai salah satu bahan dasar utama dalam penghitungan IHK. Hasil SBH 2018 mencerminkan perubahan pola konsumsi masyarakat yang terjadi di Indonesia.

SBH 2018 dilaksanakan di 90 kota, yang terdiri dari 34 ibukota provinsi dan 56 kabupaten/kota. “Di Kalbar, yang semula penghitungan kota inflasinya ada dua yaitu Pontianak dan Singkawang, tahun ini bertambah satu yaitu Sintang,” pungkas dia. (sti)

BPS : Waspadai Tekanan Inflasi

PONTIANAK – Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat merilis inflasi Kalimantan Barat (Kalbar) pada Januari 2020 sebesar sebesar 0,76 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 104,65.

Angka inflasi yang merupakan gabungan dari tiga kota, yaitu Kota Pontianak, Singkawang, dan Sintang itu, menurut Kepala BPS Kalbar, Moh Wahyu Yulianto, patut diwaspadai. “Pada bulan Januari ada kecenderungan pada level 0,76 persen. Level ini sedikit moderat dan harus kita waspadai,” ungkap dia, Senin (3/2).

Lebih rinci, inflasi di Kota Pontianak sebesar 0,73 persen dengan IHK sebesar 104,75, Singkawang sebesar 0,68 persen dengan IHK sebesar 102,03, dan Sintang sebesar 1,10 persen dengan IHK sebesar 108,42. Ketiga kota ini, kata dia, bahkan mencatatkan inflasi tertinggi di antara 12 kota penghitungan inflasi yang ada di Kalimantan.

Baca Juga :  Bank Kalbar Distribusikan Kartu ASN

“Inflasi tertinggi terjadi di Sintang sebesar 1,10 persen, dan inflasi terendah terjadi di Banjarmasin sebesar 0,25 persen. Sementara itu, deflasi tertinggi terjadi di Tarakan sebesar 0,07 persen dan deflasi terendah terjadi di Palangkaraya sebesar 0,06 persen,” kata dia.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Januari 2020 antara lain, cabai rawit, sawi hijau, ikan kembung, minyak goreng, cumi-cumi, bawang merah, ketimun, bayam, tomat, dan kacang panjang. Sedangkan beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga pada Januari 2020 antara lain, tarif angkutan udara, daging ayam ras, ikan tongkol, obat dengan resep, wortel, bensin, ikan tenggiri, ayam hidup, ikan patin, dan semangka.

“Mungkin ini juga pengaruh imlek, sehingga beberapa komoditas harganya naik. Kita tetap harus menjaga inflasi ini, jangan sampai tekanan harga yang tinggi berlanjut di periode selanjutnya,” kata dia.

Baca Juga :  Covid-19 Pengaruhi Angka Inflasi

Wahyu menambahkan, mulai Januari 2020, pengukuran inflasi di Indonesia menggunakan IHK tahun dasar 2018=100. Ada beberapa perubahan yang mendasar dalam penghitungan IHK tahun dasar 2018=100 dibandingkan IHK 2012=100, khususnya mengenai cakupan kota, klasifikasi pengelompokan komoditas, metodologi penghitungan IHK, paket komoditas, dan diagram timbang.

Perubahan tersebut didasarkan pada Survei Biaya Hidup (SBH) 2018 yang dilaksanakan oleh BPS, sebagai salah satu bahan dasar utama dalam penghitungan IHK. Hasil SBH 2018 mencerminkan perubahan pola konsumsi masyarakat yang terjadi di Indonesia.

SBH 2018 dilaksanakan di 90 kota, yang terdiri dari 34 ibukota provinsi dan 56 kabupaten/kota. “Di Kalbar, yang semula penghitungan kota inflasinya ada dua yaitu Pontianak dan Singkawang, tahun ini bertambah satu yaitu Sintang,” pungkas dia. (sti)

Most Read

Artikel Terbaru

/