alexametrics
31.7 C
Pontianak
Wednesday, August 10, 2022

Gojek Jawab Tuntutan Mitra Driver

PONTIANAK – Penyesuaian Tarif dengan Aturan Pemerintah, Gojek tetap fokus pada kesejahteraan. Hal ini dinyatakan Mitra Regional CA Head East Gojek Indonesia Mulawarman menjawab surat tuntutan penolakan penurunan insentif atau bonus driver ojek online yang dilayangkan Forum Komunitas Driver Pontianak.

Menurut Mulawarman, kebijakan PT Gojek Indonesia menurunkan insentif atau bonus driver disesuaikan dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 dan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 348 Tahun 2019. Sehingga Gojek menaikan tarif dasar dan tarif minimum GoRide.

“Seiring dengan meningkatnya pendapatan organik mitra driver dari tarif, maka penyesuaian insentif perlu dilakukan agar Gojek dapat terus menjaga permintaan order dan keberlangsungan ekosistem Gojek,” katanya, Selasa (3/9).

Mulawarman menyebutkan skema insentif adalah bonus tambahan yang diberikan Gojek demi menjaga kualitas layanan. Skema insentif akan selalu menyesuaikan dengan kondisi pasar karena tujuan utama skema insentif adalah untuk mengupayakan titik temu terbaik antara permintaan pelanggan dan ketersedian mitra Gojek.

Baca Juga :  Pengamat Untan: Ojol Pontianak Saatnya Fokus pada Pendapatan Utama

Dia melanjutkan, penyesuaian skema insentif dilakukan karena beberapa hal. Diantaranya terus melakukan berbagai inovasi seperti perbaikan sistem hingga menjaga kualitas pelayanan agar Gojek menjadi pilihan pengguna. Hal ini penting sehingga dapat memastikan keberlangsungan pendapatan mitra dalam jangka panjang.

Mulawarman juga menampik Gojek tidak memperhatikan kesejahteraan mitranya. Kesejahteraan, kata Mulawarman, tidak hanya terbatas pada tarif dan insentif.

“Fokus kami kepada kesejahteraan mitra tidak hanya terbatas pada tarif dan insentif. Sejak awal, Gojek telah memiliki ragam inisiatif yang menjadikan mitra driver kami terdepan dalam kualitas pelayanan. Sehingga terus menjadi pilihan pelanggan. Kami mempelopori pelatihan pengembangan skill dan pengetahuan (BBM), akses untuk pengelolaan keuangan (Gojek Swadaya), hingga pemutakhiran super-app mitra driver Gojek,” pungkasnya.

Baca Juga :  Penggunaan Layanan Digital Perbankan Meningkat

Sebelumnya, Forum Komunitas Driver Pontianak telah melayangkan surat pada 29 Agustus 2019. Adapun isi surat tersebut adalah pemaparan penolakan penurunan insentif. Dalam surat yang ditandatangani oleh 11 perwakilan komunitas tersebut, para driver Gojek Pontianak merasa kecewa dengan diberlakukannya tarif dan skema baru oleh Gojek. Meski pemberlakuan tarif tersebut telah disesuaikan dengan dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 dan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 348 Tahun 2019.

Surat tersebut memuat dua tuntutan, yakni menolak keputusan penurunan insentif atau bonus driver dari Rp110 ribu menjadi Rp60.000. Kemudian, driver meminta Gojek untuk memberlakukan skema sebelumnya. Skema yang dimaksud adalah dengan poin terkumpul berjumlah 14, driver memperoleh bonus Rp15.000. Disusul poin 16 dengan bonus Rp25.000, poin 20 dengan bonus Rp40.000 dan poin 25 dengan bonus Rp30.000. (ars)

PONTIANAK – Penyesuaian Tarif dengan Aturan Pemerintah, Gojek tetap fokus pada kesejahteraan. Hal ini dinyatakan Mitra Regional CA Head East Gojek Indonesia Mulawarman menjawab surat tuntutan penolakan penurunan insentif atau bonus driver ojek online yang dilayangkan Forum Komunitas Driver Pontianak.

Menurut Mulawarman, kebijakan PT Gojek Indonesia menurunkan insentif atau bonus driver disesuaikan dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 dan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 348 Tahun 2019. Sehingga Gojek menaikan tarif dasar dan tarif minimum GoRide.

“Seiring dengan meningkatnya pendapatan organik mitra driver dari tarif, maka penyesuaian insentif perlu dilakukan agar Gojek dapat terus menjaga permintaan order dan keberlangsungan ekosistem Gojek,” katanya, Selasa (3/9).

Mulawarman menyebutkan skema insentif adalah bonus tambahan yang diberikan Gojek demi menjaga kualitas layanan. Skema insentif akan selalu menyesuaikan dengan kondisi pasar karena tujuan utama skema insentif adalah untuk mengupayakan titik temu terbaik antara permintaan pelanggan dan ketersedian mitra Gojek.

Baca Juga :  PLN Singkawang Tingkatkan Mutu Layanannya

Dia melanjutkan, penyesuaian skema insentif dilakukan karena beberapa hal. Diantaranya terus melakukan berbagai inovasi seperti perbaikan sistem hingga menjaga kualitas pelayanan agar Gojek menjadi pilihan pengguna. Hal ini penting sehingga dapat memastikan keberlangsungan pendapatan mitra dalam jangka panjang.

Mulawarman juga menampik Gojek tidak memperhatikan kesejahteraan mitranya. Kesejahteraan, kata Mulawarman, tidak hanya terbatas pada tarif dan insentif.

“Fokus kami kepada kesejahteraan mitra tidak hanya terbatas pada tarif dan insentif. Sejak awal, Gojek telah memiliki ragam inisiatif yang menjadikan mitra driver kami terdepan dalam kualitas pelayanan. Sehingga terus menjadi pilihan pelanggan. Kami mempelopori pelatihan pengembangan skill dan pengetahuan (BBM), akses untuk pengelolaan keuangan (Gojek Swadaya), hingga pemutakhiran super-app mitra driver Gojek,” pungkasnya.

Baca Juga :  Digitalisasi Perbankan, Satu Aplikasi Untuk Semua Layanan

Sebelumnya, Forum Komunitas Driver Pontianak telah melayangkan surat pada 29 Agustus 2019. Adapun isi surat tersebut adalah pemaparan penolakan penurunan insentif. Dalam surat yang ditandatangani oleh 11 perwakilan komunitas tersebut, para driver Gojek Pontianak merasa kecewa dengan diberlakukannya tarif dan skema baru oleh Gojek. Meski pemberlakuan tarif tersebut telah disesuaikan dengan dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 dan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 348 Tahun 2019.

Surat tersebut memuat dua tuntutan, yakni menolak keputusan penurunan insentif atau bonus driver dari Rp110 ribu menjadi Rp60.000. Kemudian, driver meminta Gojek untuk memberlakukan skema sebelumnya. Skema yang dimaksud adalah dengan poin terkumpul berjumlah 14, driver memperoleh bonus Rp15.000. Disusul poin 16 dengan bonus Rp25.000, poin 20 dengan bonus Rp40.000 dan poin 25 dengan bonus Rp30.000. (ars)

Most Read

Kalimantan Barat Darurat Karhutla

IMM Mesti Jadi Teladan

Usut Korupsi Masjid Melawi

Kasus Raffi Ahmad Dihentikan

Artikel Terbaru

/