alexametrics
25 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Inflasi Kalbar Akhir Tahun Stabil

PONTIANAK – Kendati Natal dan Tahun Baru menjadi momen tinggi inflasi secara historis, namun pada akhir 2020 inflasi Kalimantan Barat terpantau stabil. Badan Pusat Statistik mencatat, pada Desember 2020 di Kalimantan Barat terjadi inflasi sebesar 0,41 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 106,42. Kepala BPS Kalbar, Moh Wahyu Yulianto memaparkan beberapa komoditas yang mengalami peningkatan harga pada Desember 2020 adalah: tarif angkutan udara, telur ayam ras, cabai rawit, bayam, kacang panjang, kangkung, sawi hijau, tomat, cabai merah, dan udang basah.

Namun terpantau beberapa komoditas bahan pokok juga mengalami penurunan harga. “Beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga pada Desember 2020 adalah: daging ayam ras, emas perhiasan, ayam hidup, bawang merah, cumi-cumi, ikan kerisi, semangka, gula pasir, ikan kembung diawetkan, dan ikan tenggiri,” ujarnya dalam konferensi pers virtual, Senin (4/1).

Selain itu, inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada sembilan kelompok pengeluaran. Kelompok pengeluaran yang mengalami peningkatan indeks dari yang tertinggi yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,91 persen; kelompok transportasi sebesar 0,82 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rumah tangga sebesar 0,11 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,07 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,07 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,04 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,03 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,01 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,01 persen.

Baca Juga :  Harga Pangan Relatif Stabil

“Sedangkan satu kelompok pengeluaran lainnya mengalami penurunan indeks yaitu kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,04 persen. Sementara itu, kelompok pendidikan tidak mengalami perubahan indeks. Tingkat inflasi tahun kalender sampai dengan Desember 2020 sebesar 2,46 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Desember 2020 terhadap Desember 2019) sebesar 2,46 persen,” sambungnya.

Pada Desember 2020 dari 90 Kota IHK di Indonesia tercatat 87 kota mengalami inflasi dan 3 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Gunungsitoli sebesar 1,87 persen dengan IHK 107,85, sedangkan inflasi terendah terjadi di Tanjung Selor sebesar 0,05 persen dengan IHK 102,47. Deflasi tertinggi terjadi di Luwuk sebesar 0,26 persen dengan IHK sebesar 107,51, sedangkan terendah terjadi di Ambon yang mengalami deflasi sebesar 0,07 persen dengan IHK sebesar 105,52.

Baca Juga :  Nasabah Semakin Percaya dengan Bank Kalbar

Kota-kota IHK di wilayah Pulau Kalimantan yang berjumlah 12 kota, pada Desember 2020 tercatat semua kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sintang sebesar 0,98 persen dengan IHK 112,26, sedangkan inflasi terendah terjadi di Tanjung Selor sebesar 0,05 persen dengan IHK 102,47. (ars)

PONTIANAK – Kendati Natal dan Tahun Baru menjadi momen tinggi inflasi secara historis, namun pada akhir 2020 inflasi Kalimantan Barat terpantau stabil. Badan Pusat Statistik mencatat, pada Desember 2020 di Kalimantan Barat terjadi inflasi sebesar 0,41 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 106,42. Kepala BPS Kalbar, Moh Wahyu Yulianto memaparkan beberapa komoditas yang mengalami peningkatan harga pada Desember 2020 adalah: tarif angkutan udara, telur ayam ras, cabai rawit, bayam, kacang panjang, kangkung, sawi hijau, tomat, cabai merah, dan udang basah.

Namun terpantau beberapa komoditas bahan pokok juga mengalami penurunan harga. “Beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga pada Desember 2020 adalah: daging ayam ras, emas perhiasan, ayam hidup, bawang merah, cumi-cumi, ikan kerisi, semangka, gula pasir, ikan kembung diawetkan, dan ikan tenggiri,” ujarnya dalam konferensi pers virtual, Senin (4/1).

Selain itu, inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada sembilan kelompok pengeluaran. Kelompok pengeluaran yang mengalami peningkatan indeks dari yang tertinggi yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,91 persen; kelompok transportasi sebesar 0,82 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rumah tangga sebesar 0,11 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,07 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,07 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,04 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,03 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,01 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,01 persen.

Baca Juga :  Indodax Terima Penghargaan Patuh Pajak dari DJP Kementerian Keuangan

“Sedangkan satu kelompok pengeluaran lainnya mengalami penurunan indeks yaitu kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,04 persen. Sementara itu, kelompok pendidikan tidak mengalami perubahan indeks. Tingkat inflasi tahun kalender sampai dengan Desember 2020 sebesar 2,46 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Desember 2020 terhadap Desember 2019) sebesar 2,46 persen,” sambungnya.

Pada Desember 2020 dari 90 Kota IHK di Indonesia tercatat 87 kota mengalami inflasi dan 3 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Gunungsitoli sebesar 1,87 persen dengan IHK 107,85, sedangkan inflasi terendah terjadi di Tanjung Selor sebesar 0,05 persen dengan IHK 102,47. Deflasi tertinggi terjadi di Luwuk sebesar 0,26 persen dengan IHK sebesar 107,51, sedangkan terendah terjadi di Ambon yang mengalami deflasi sebesar 0,07 persen dengan IHK sebesar 105,52.

Baca Juga :  Kunjungi Litbang, Minta Difasilitasi HAKI

Kota-kota IHK di wilayah Pulau Kalimantan yang berjumlah 12 kota, pada Desember 2020 tercatat semua kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sintang sebesar 0,98 persen dengan IHK 112,26, sedangkan inflasi terendah terjadi di Tanjung Selor sebesar 0,05 persen dengan IHK 102,47. (ars)

Most Read

Artikel Terbaru

/