alexametrics
30 C
Pontianak
Tuesday, August 16, 2022

Penjualan Properti di Kalbar Diprediksi Membaik

PONTIANAK – Menjadi salah satu sektor yang terpukul akibat Pandemi Covid-19, industri properti di Kalimantan Barat diyakini bangkit pada tahun 2021 ini. Head of Marketing Citra Garden Aneka, Suhmadi menyebut masyarakat tahun ini mulai optimis. Tidak hanya untuk konsumsi, melainkan juga untuk berinvestasi. Termasuk di sektor properti. Lagipula menurutnya tahun ini politik ekonomi, baik domestic maupun luar negeri akan lebih stabil.

“Pada tahun 2020 semua sektor memang terdampak pandemi yang membuat daya beli anjlok, juga di properti. Banyak juga yang menunda membeli.  Semuanya jadi ngerem mendadak. Tetapi tahun ini orang lebih optimis juga didukung dimulainya vaksinasi. Ditambah kondisi stabilitas politik yang stabil. Karena di tahun 2019 pemilu sangat berpengaruh sekali ke properti,” ujarnya kepada Pontianak Post.

Selain itu sejumlah kebijakan pemerintah dan era suku bunga rendah diprediksi turut mendongkrak peningkatan tersebut. Sebagai informasi, pada tahun 2020 pemerintah telah memberikan dukungan untuk dana bergulir Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) Rp 9 triliun, SBUM Rp 600 miliar dan SSB Rp 3,87 triliun.

Baca Juga :  Kinerja Meningkat, Koperasi Jasa Mekar Karya Bersama PLN Kalbar Raih Predikat Koperasi Berprestasi

Sedangkan Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk BUMN pembiayaan sekunder perumahan yakni PT SMF (Persero) Rp 1,75 triliun, PEN (dana Pemulihan Ekonomi Nasional) Perumahan Rp 1,3 triliun dan DAKF Rp1,42 triliun. Kemudian, pada tahun 2021, alokasi tersebut akan bertambah, yakni dana bergulir FLPP menjadi Rp 16,62 triliun, SBUM menjadi Rp 630 miliar dan SSB menjadi Rp 5,97 triliun. Sedangkan PMN untuk SMF menjadi Rp 2,25 triliun dan DAKF menjadi Rp 1 triliun

Namun, kata dia, pihaknya juga berusaha untuk mengikuti tren properti. Dimana saat ini kaum milenial mulai mendominasi demografi. Pihaknya berusaha untuk memberikan produk untuk kaum milenial dan juga keluarga baru.

Terbaru, CGA meluncurkan Freesia House, rumah mewah dua lantai dengan konsep hotel suite room. Perumahan di Jalan Arteri Supadio di Kubu Raya ini ditawarkan mulai Rp800 jutaan. “Kebutuhan akan perumahan semakin tinggi dari kalangan milenial dan keluarga muda. Oleh sebab itu kami membuat tipe dan model rumah seperti ini. Tetapi harga yang ditawarkan juga terjangkau karena menyesuaikan dengan potret segmen ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Periode Ramadan-Idulfitri, Konsumsi BBM Turun Hampir 20 Persen

Dia menjelaskan bahwa Freesia House merupakan tipe hunian yang dibangun dengan konsep eco culture, sekaligus mengedepankan estetika dan fungsionalitas. Dengan mengusung gaya barn house dengan bentuk mengerucut ke atas, eksterior Freesia House terlihat begitu modern. “Gaya barn house juga bukan semata-mata mempercantik eksterior rumah, tetapi menghadirkan 100 persen bukan ruang untuk sirkulasi udara yang lancar sehingga setiap ruangan di rumah terasa sejuk dan bebas dari pengap. Bukaan dan jendela besar di kamar utama juga didesain untuk memaksimalkan masuknya cahaya secara alami,” jelas dia.

Freesia House memiliki luas tanah 90 m dan luas bagunan 61 m, sudah termasuk dengan carport dan halaman belakang yang cukup luas, mampu mengakomodir kebutuhan keluarga yang ingin memperluas atau menambah ruangan rumah.  Saat memasuki kamar utama di lantai dua ada tata ruang berplafon tinggi dengan jendela yang luas menghadap langsung ke bagian depan rumah. Kamar utama didesain agar menyerupai suite room di hotel berbintang, sangat cocok untuk generasi milennial. (ars)

PONTIANAK – Menjadi salah satu sektor yang terpukul akibat Pandemi Covid-19, industri properti di Kalimantan Barat diyakini bangkit pada tahun 2021 ini. Head of Marketing Citra Garden Aneka, Suhmadi menyebut masyarakat tahun ini mulai optimis. Tidak hanya untuk konsumsi, melainkan juga untuk berinvestasi. Termasuk di sektor properti. Lagipula menurutnya tahun ini politik ekonomi, baik domestic maupun luar negeri akan lebih stabil.

“Pada tahun 2020 semua sektor memang terdampak pandemi yang membuat daya beli anjlok, juga di properti. Banyak juga yang menunda membeli.  Semuanya jadi ngerem mendadak. Tetapi tahun ini orang lebih optimis juga didukung dimulainya vaksinasi. Ditambah kondisi stabilitas politik yang stabil. Karena di tahun 2019 pemilu sangat berpengaruh sekali ke properti,” ujarnya kepada Pontianak Post.

Selain itu sejumlah kebijakan pemerintah dan era suku bunga rendah diprediksi turut mendongkrak peningkatan tersebut. Sebagai informasi, pada tahun 2020 pemerintah telah memberikan dukungan untuk dana bergulir Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) Rp 9 triliun, SBUM Rp 600 miliar dan SSB Rp 3,87 triliun.

Baca Juga :  REI Kalbar Harap DP 0 Persen Dongkrak Penjualan Rumah

Sedangkan Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk BUMN pembiayaan sekunder perumahan yakni PT SMF (Persero) Rp 1,75 triliun, PEN (dana Pemulihan Ekonomi Nasional) Perumahan Rp 1,3 triliun dan DAKF Rp1,42 triliun. Kemudian, pada tahun 2021, alokasi tersebut akan bertambah, yakni dana bergulir FLPP menjadi Rp 16,62 triliun, SBUM menjadi Rp 630 miliar dan SSB menjadi Rp 5,97 triliun. Sedangkan PMN untuk SMF menjadi Rp 2,25 triliun dan DAKF menjadi Rp 1 triliun

Namun, kata dia, pihaknya juga berusaha untuk mengikuti tren properti. Dimana saat ini kaum milenial mulai mendominasi demografi. Pihaknya berusaha untuk memberikan produk untuk kaum milenial dan juga keluarga baru.

Terbaru, CGA meluncurkan Freesia House, rumah mewah dua lantai dengan konsep hotel suite room. Perumahan di Jalan Arteri Supadio di Kubu Raya ini ditawarkan mulai Rp800 jutaan. “Kebutuhan akan perumahan semakin tinggi dari kalangan milenial dan keluarga muda. Oleh sebab itu kami membuat tipe dan model rumah seperti ini. Tetapi harga yang ditawarkan juga terjangkau karena menyesuaikan dengan potret segmen ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Terus Kejar Penunggak Pajak

Dia menjelaskan bahwa Freesia House merupakan tipe hunian yang dibangun dengan konsep eco culture, sekaligus mengedepankan estetika dan fungsionalitas. Dengan mengusung gaya barn house dengan bentuk mengerucut ke atas, eksterior Freesia House terlihat begitu modern. “Gaya barn house juga bukan semata-mata mempercantik eksterior rumah, tetapi menghadirkan 100 persen bukan ruang untuk sirkulasi udara yang lancar sehingga setiap ruangan di rumah terasa sejuk dan bebas dari pengap. Bukaan dan jendela besar di kamar utama juga didesain untuk memaksimalkan masuknya cahaya secara alami,” jelas dia.

Freesia House memiliki luas tanah 90 m dan luas bagunan 61 m, sudah termasuk dengan carport dan halaman belakang yang cukup luas, mampu mengakomodir kebutuhan keluarga yang ingin memperluas atau menambah ruangan rumah.  Saat memasuki kamar utama di lantai dua ada tata ruang berplafon tinggi dengan jendela yang luas menghadap langsung ke bagian depan rumah. Kamar utama didesain agar menyerupai suite room di hotel berbintang, sangat cocok untuk generasi milennial. (ars)

Most Read

Artikel Terbaru

/