alexametrics
26.7 C
Pontianak
Friday, August 19, 2022

Harga Tinggi, Datangkan Daging Ayam Beku

PONTIANAK – Harga ayam segar di tingkat konsumen masih tinggi. Dinas Pangan Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalimantan Barat (Kalbar) mencatat, harga daging ayam masih di atas harga eceran tertinggi. Perusahaan pun didorong untuk mendatangkan daging ayam beku guna menekan harga komoditas itu.

“Kami tengah intens mengkonsolidasikan perusahan-perusahaan yang memiliki sarana yang mampu menyimpan daging ayam beku, untuk ikut mengeluarkan stoknya ke pasar guna mengurangi tekanan pasokan yang kurang,” ungkap Kepala Dinas Pangan Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalbar, Muhammad Munsif, Sabtu (4/7).

Pantauannya, saat ini harga daging ayam segar di Pasar Flamboyan sebesar Rp37 ribu per kg, turun tipis dari beberapa hari sebelumnya yang sempat di angka Rp39 ribu per kg. Meski begitu, dia menilai perlu untuk mendatangkan daging ayam beku guna jauh menekan harga komoditas ini. Apalagi menjelang Iduladha, pihaknya menargetkan harga komoditas ini turun hingga level Rp25 ribu per kg.

Baca Juga :  Gonta-Ganti mobil Daihatsu Sampai 7 kali, Kiki Jalan-Jalan ke Jepang

“Ke depan hingga Iduladha mendatang, kita masih perlu upaya yang lebih keras agar bisa turun drastis hingga ke level di bawah Rp25 ribu per kg, saat di awal bulan puasa, yang mana jumlah pasokannya masih normal. Kalbar sendiri, dalam satu bulan kebutuhan daging ayamnya mencapai 4900 ton,” tutur dia.

Sebelumnya, pihaknya sempat mewacanakan akan mendatangkan ayam hidup dari luar Kalbar, namun ternyata ketersediannya juga krisis hampir merata di seluruh wilayah Indonesia. Karena itu, langkah yang ia tempuh saat ini adalah dengan mendatangkan daging beku ke Kalbar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Peluangnya hanya pada peningkatan penyediaan ayam beku yang selain relatif lebih murah, juga higienis,” tutur dia.

Baca Juga :  Dinas Harap tak Dapat Alokasi Pengurangan DOC

Daging ayam beku diakuinya memang hal yang belum dikenal oleha masyarakat secara luas. Karena itu, menurutnya, perlu edukasi dan sosialisasi kepada konsumen supaya terbiasa mengonsumsi komoditas ini. “Masyarakat dibiasakan untuk mensubsitusi daging ayam yang saat ini sedang mahal dengam daging beku yang lebih murah,” pungkas dia. (sti)

PONTIANAK – Harga ayam segar di tingkat konsumen masih tinggi. Dinas Pangan Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalimantan Barat (Kalbar) mencatat, harga daging ayam masih di atas harga eceran tertinggi. Perusahaan pun didorong untuk mendatangkan daging ayam beku guna menekan harga komoditas itu.

“Kami tengah intens mengkonsolidasikan perusahan-perusahaan yang memiliki sarana yang mampu menyimpan daging ayam beku, untuk ikut mengeluarkan stoknya ke pasar guna mengurangi tekanan pasokan yang kurang,” ungkap Kepala Dinas Pangan Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalbar, Muhammad Munsif, Sabtu (4/7).

Pantauannya, saat ini harga daging ayam segar di Pasar Flamboyan sebesar Rp37 ribu per kg, turun tipis dari beberapa hari sebelumnya yang sempat di angka Rp39 ribu per kg. Meski begitu, dia menilai perlu untuk mendatangkan daging ayam beku guna jauh menekan harga komoditas ini. Apalagi menjelang Iduladha, pihaknya menargetkan harga komoditas ini turun hingga level Rp25 ribu per kg.

Baca Juga :  Harga Ayam Potong di Ngabang Meroket, Capai Rp50 Ribu Per Kilogram

“Ke depan hingga Iduladha mendatang, kita masih perlu upaya yang lebih keras agar bisa turun drastis hingga ke level di bawah Rp25 ribu per kg, saat di awal bulan puasa, yang mana jumlah pasokannya masih normal. Kalbar sendiri, dalam satu bulan kebutuhan daging ayamnya mencapai 4900 ton,” tutur dia.

Sebelumnya, pihaknya sempat mewacanakan akan mendatangkan ayam hidup dari luar Kalbar, namun ternyata ketersediannya juga krisis hampir merata di seluruh wilayah Indonesia. Karena itu, langkah yang ia tempuh saat ini adalah dengan mendatangkan daging beku ke Kalbar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Peluangnya hanya pada peningkatan penyediaan ayam beku yang selain relatif lebih murah, juga higienis,” tutur dia.

Baca Juga :  Daging Ayam Sumbang Inflasi

Daging ayam beku diakuinya memang hal yang belum dikenal oleha masyarakat secara luas. Karena itu, menurutnya, perlu edukasi dan sosialisasi kepada konsumen supaya terbiasa mengonsumsi komoditas ini. “Masyarakat dibiasakan untuk mensubsitusi daging ayam yang saat ini sedang mahal dengam daging beku yang lebih murah,” pungkas dia. (sti)

Most Read

Artikel Terbaru

/