alexametrics
26 C
Pontianak
Friday, May 27, 2022

Sediakan Layanan Berkurban Secara Daring

PONTIANAK – Berbagai cara ditempuh untuk memasarkan hewan ternak jelang Iduladha. Di antaranya membangun jejaring dengan para peternak dan penjual hewan kurban, serta mengoptimalkan layanan secara daring atau digital.

 

Hal inilah yang dilakukan Ibrahim. Sejak jauh-jauh hari dia telah membangun jejaring untuk memastikan stok hewan kurban mencukup dengan permintaan. Persiapan, dikatakannya sudah dilakukan sejak tahun lalu. “Kami bekerja sama dengan petani di sekitar, kami titipkan hewan-hewan unggul kepada petani, nanti kalau sudah waktunya, akan kita jual,” ungkapnya.

 

Ibrahim yang mengelola usaha Juragan Kurban juga membangun jejaring untuk menjangkau pangsa pasar yang lebih luas. Dirinya membuka peluang kerja sama dengan para penjual hewan kurban, dengan harga jual yang lebih rendah dibandingkan dengan pembeli akhir.

 

“Selain menjual ke pembeli langsung, kami juga membuka kerja sama dengan para pemasok,” ungkapannya, kemarin.

 

Untuk memaksimalkan penjualan, dirinya juga membuka lapak agar konsumen bisa melihat secara langsung hewan ternak yang ia jual. Selain itu, ia juga memanfaatkan layanan daring untuk menjaring pasar yang lebih luas, serta layanan yang lebih mudah. Dengan upaya-upaya tersebut, dirinya yakin penjualan hewan kurban tahun ini akan lebih baik dari tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Bantu Tingkatkan Produktivitas Kelompok Usaha PKK Kelurahan Beringin

 

“Melihat pasar, Alhamdulillah tahun ini meningkat. Kami empat bulan sebelum Iduladha, para konsumen sudah meminta stok kambing maupun sapi,” katanya.

 

Duta Setiawan, pedagang hewan ternak di Kota Pontianak mengoptimalkan pemasaran hewan kurban melalui berbagai kanal digital. Selain melalui media sosial, bisnis hewan ternak ini juga bisa memanfaatkan berbagai aplikasi yang memudahkan layanan berkurban, seperti aplikasi ternaknesia, MMA Farm, market place, dan lain lain.

 

“Lewat fitur ini, pembeli hewan kurban tinggal memilih kota domisili saja untuk membeli hewan kurban dan ada layanan antar hingga ke rumah. Jadi, jika peternak yang berdomisili di Pontianak  ada pembeli di kota itu, penjual  langsung mengarahkannya pada cabang yang ada di Kota itu,” ungkapnya.

 

Menurutnya, pandemi covid-19 membuat banyak hal berubah, termasuk saat ingin membeli hewan kurban. Kini, pembelian hewan kurban tak melulu dengan melihat langsung dan melakukan transaksi di tempat penjualan. “Mulai marak pembelian hewan kurban secara online,” tuturnya.

 

Namun begitu, dirinya tetap memanfaatkan cara-cara manual untuk memaksimalkan penjualan hewan ternak, seperti memiliki kandang sendiri untuk memelihara hewan kurban, membuka lapak-lapak hewan di pinggir jalan, hingga membuat proposal penawaran yang dikirim ke pengurus-pengurus masjid. 

Baca Juga :  Distibusi Hewan Kurban Lancar

 

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalbar, Muhammad Munsif mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas tatap muka, termasuk dalam hal pembelian hewan kurban. Dia menyarankan agar umat Islam yang ingin berkurban, memanfaatkan lembaga resmi yang menyalurkan hewan kurban.

 

“Karena masih dalam situasi pandemi covid-19, kami mengimbau agar setiap mereka yang berniat untuk berkurban, cukup menghubungi berbagai lembaga, unit kerja yang memberikan layanan menghimpun dan menyalurkan hewan qurban secara daring maupun dengan mengaktifkan aplikasi yang disiapkan masing-masing lembaga atau unit kerja,” ungkapnya.

 

Langkah tersebut, dikatakannya akan meminimalkan risiko kontak dengan banyak orang yang berisiko terpapar covid-19. Menurutnya, ada banyak lembaga yang melayani pemotongan hingga pemasaran hewan kurban, dengan cara yang cukup mudah.

 

“Kontak secara daring lembaga atau unit kerja pengelola kurban akan mengurusnya. Dari memilihkan hewan yang diinginkan, memotong sesuai syarat syar’i dibawah pengawasan petugas kesmavet (Kesehatan Masyarakat Veteriner) hingga menyalurkannya kepada mereka yang berhak menerimanya, termasuk bekerjasama dengan para takmir, perangkat kecamatan dan desa,” katanya. (sti)

 

PONTIANAK – Berbagai cara ditempuh untuk memasarkan hewan ternak jelang Iduladha. Di antaranya membangun jejaring dengan para peternak dan penjual hewan kurban, serta mengoptimalkan layanan secara daring atau digital.

 

Hal inilah yang dilakukan Ibrahim. Sejak jauh-jauh hari dia telah membangun jejaring untuk memastikan stok hewan kurban mencukup dengan permintaan. Persiapan, dikatakannya sudah dilakukan sejak tahun lalu. “Kami bekerja sama dengan petani di sekitar, kami titipkan hewan-hewan unggul kepada petani, nanti kalau sudah waktunya, akan kita jual,” ungkapnya.

 

Ibrahim yang mengelola usaha Juragan Kurban juga membangun jejaring untuk menjangkau pangsa pasar yang lebih luas. Dirinya membuka peluang kerja sama dengan para penjual hewan kurban, dengan harga jual yang lebih rendah dibandingkan dengan pembeli akhir.

 

“Selain menjual ke pembeli langsung, kami juga membuka kerja sama dengan para pemasok,” ungkapannya, kemarin.

 

Untuk memaksimalkan penjualan, dirinya juga membuka lapak agar konsumen bisa melihat secara langsung hewan ternak yang ia jual. Selain itu, ia juga memanfaatkan layanan daring untuk menjaring pasar yang lebih luas, serta layanan yang lebih mudah. Dengan upaya-upaya tersebut, dirinya yakin penjualan hewan kurban tahun ini akan lebih baik dari tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Ada Doa dan Trik Khusus Supaya Sapi Kurban Tak Beringas

 

“Melihat pasar, Alhamdulillah tahun ini meningkat. Kami empat bulan sebelum Iduladha, para konsumen sudah meminta stok kambing maupun sapi,” katanya.

 

Duta Setiawan, pedagang hewan ternak di Kota Pontianak mengoptimalkan pemasaran hewan kurban melalui berbagai kanal digital. Selain melalui media sosial, bisnis hewan ternak ini juga bisa memanfaatkan berbagai aplikasi yang memudahkan layanan berkurban, seperti aplikasi ternaknesia, MMA Farm, market place, dan lain lain.

 

“Lewat fitur ini, pembeli hewan kurban tinggal memilih kota domisili saja untuk membeli hewan kurban dan ada layanan antar hingga ke rumah. Jadi, jika peternak yang berdomisili di Pontianak  ada pembeli di kota itu, penjual  langsung mengarahkannya pada cabang yang ada di Kota itu,” ungkapnya.

 

Menurutnya, pandemi covid-19 membuat banyak hal berubah, termasuk saat ingin membeli hewan kurban. Kini, pembelian hewan kurban tak melulu dengan melihat langsung dan melakukan transaksi di tempat penjualan. “Mulai marak pembelian hewan kurban secara online,” tuturnya.

 

Namun begitu, dirinya tetap memanfaatkan cara-cara manual untuk memaksimalkan penjualan hewan ternak, seperti memiliki kandang sendiri untuk memelihara hewan kurban, membuka lapak-lapak hewan di pinggir jalan, hingga membuat proposal penawaran yang dikirim ke pengurus-pengurus masjid. 

Baca Juga :  Hotel Gelar Tes Cepat Karyawan

 

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalbar, Muhammad Munsif mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas tatap muka, termasuk dalam hal pembelian hewan kurban. Dia menyarankan agar umat Islam yang ingin berkurban, memanfaatkan lembaga resmi yang menyalurkan hewan kurban.

 

“Karena masih dalam situasi pandemi covid-19, kami mengimbau agar setiap mereka yang berniat untuk berkurban, cukup menghubungi berbagai lembaga, unit kerja yang memberikan layanan menghimpun dan menyalurkan hewan qurban secara daring maupun dengan mengaktifkan aplikasi yang disiapkan masing-masing lembaga atau unit kerja,” ungkapnya.

 

Langkah tersebut, dikatakannya akan meminimalkan risiko kontak dengan banyak orang yang berisiko terpapar covid-19. Menurutnya, ada banyak lembaga yang melayani pemotongan hingga pemasaran hewan kurban, dengan cara yang cukup mudah.

 

“Kontak secara daring lembaga atau unit kerja pengelola kurban akan mengurusnya. Dari memilihkan hewan yang diinginkan, memotong sesuai syarat syar’i dibawah pengawasan petugas kesmavet (Kesehatan Masyarakat Veteriner) hingga menyalurkannya kepada mereka yang berhak menerimanya, termasuk bekerjasama dengan para takmir, perangkat kecamatan dan desa,” katanya. (sti)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/