alexametrics
33 C
Pontianak
Wednesday, August 10, 2022

Pencarian Tenaga Kerja Kian Beralih ke Daring

PONTIANAK – Mendapatkan pekerjaan akhir-akhir ini cukup sulit karena terbatasnya lapangan kerja dan banyaknya pencari kerja dalam waktu yang bersamaan. Di sisi lain, pola perekrutan karyawan juga kian berubah seiring anjuran mengurangi tetap muka dan dianggap lebih efesien. Karena itulah, tak sedikit perusahaan membuka perekrutan secara daring.

“Untuk proses rekrutment karyawan sebenarnya tidak ada perbedaan drastis sebelum dan saat pandemi. Bedanya hanya dalam pola mencari talent. Jika sebelumnya bisa dengan menggelar job fair yang dilakukan di satu tempat tertentu, kini berubah menjadi job fair virtual,” ungkap Alvin Tanthio, Strategic HR Consultant, saat live di akun Instagram miliknya belum lama ini.

Tak hanya melalui job fair, pencarian tenaga kerja juga bisa dilakukan melalui aplikasi pencarian kerja. Aplikasi ini sebenarnya sudah biasa digunakan sebelum Pandemi Covid-19. Namun saat terjadinya Pandemi Covid-19, penggunaan aplikasi pencarian kerja ini semakin bertambah, baik yang digunakan oleh pencari kerja maupun pemberi kerja.

Baca Juga :  Desa Mentonyek Ingin Bebas Terigu

Untuk penggunaan aplikasi pencarian kerja ini, Alvin menyarankan agar pencari kerja dapat memaparkan secara rinci kemampuan yang mereka punya sehingga perusahaan dapat mempertimbangkan lebih jauh kemampuan tersebut. Kesalahan yang ia lihat selama ini, para pencari kerja tidak melampirkan profil mereka secara rinci di aplikasi tersebut.

“Dijelaskan secara rinci kemampuannya apa, dan bisa digunakan dalam hal apa,” ujarnya.

Dalam proses rekrutmen, tes kadang kala dilakukan secara langsung via daring sehingga membutuhkan jaringan. Nah dalam hal ini, ia sangat menekankan pentingnya menggunakan jaringan internet yang kuat dan stabil. Terlebih untuk tahap wawancara yang memanfaatkan video konferensi. Maka jaringan yang kuat dan stabil adalah hal yang sangat penting.

“Karena memanfaatkan video konferensi, maka saya sarankan untuk kecepatan jaringannya dua mega byte per second,” katanya.

Baca Juga :  Delapan Persen Dana Desa untuk Penanganan Covid-19

Alvin melanjutkan, karena Pandemi Covid-19, perusahaan akan lebih selektif memilih karyawan untuk mewujudkan efesiensi dan keberlangsungan bisnis di masa depan. Karena itu, para pencari kerja harus betul-betul tahu kemampuan seperti apa yang dibutuhkan saat ini oleh perusahaan. Menurutnya, tak hanya soal kemampuan, pelamar juga akan dilihat kemampuannya dalam memecahkan sebuah permasalahan dan skil komunikasi.

“Perusahaan biasanya tertarik dengan yang bisa berpikir kritis atau critical thinking dan bisa menjadi problem solver. Selain itu juga kemampuan berkomunikasi. Masalahnya itu, kadang banyak yang pintar tapi gugur karena miss komunikasi,” pungkasnya. (sti)

PONTIANAK – Mendapatkan pekerjaan akhir-akhir ini cukup sulit karena terbatasnya lapangan kerja dan banyaknya pencari kerja dalam waktu yang bersamaan. Di sisi lain, pola perekrutan karyawan juga kian berubah seiring anjuran mengurangi tetap muka dan dianggap lebih efesien. Karena itulah, tak sedikit perusahaan membuka perekrutan secara daring.

“Untuk proses rekrutment karyawan sebenarnya tidak ada perbedaan drastis sebelum dan saat pandemi. Bedanya hanya dalam pola mencari talent. Jika sebelumnya bisa dengan menggelar job fair yang dilakukan di satu tempat tertentu, kini berubah menjadi job fair virtual,” ungkap Alvin Tanthio, Strategic HR Consultant, saat live di akun Instagram miliknya belum lama ini.

Tak hanya melalui job fair, pencarian tenaga kerja juga bisa dilakukan melalui aplikasi pencarian kerja. Aplikasi ini sebenarnya sudah biasa digunakan sebelum Pandemi Covid-19. Namun saat terjadinya Pandemi Covid-19, penggunaan aplikasi pencarian kerja ini semakin bertambah, baik yang digunakan oleh pencari kerja maupun pemberi kerja.

Baca Juga :  PLN Pastikan Kondisi Pasokan Listrik Cukup untuk Layani Pelanggan

Untuk penggunaan aplikasi pencarian kerja ini, Alvin menyarankan agar pencari kerja dapat memaparkan secara rinci kemampuan yang mereka punya sehingga perusahaan dapat mempertimbangkan lebih jauh kemampuan tersebut. Kesalahan yang ia lihat selama ini, para pencari kerja tidak melampirkan profil mereka secara rinci di aplikasi tersebut.

“Dijelaskan secara rinci kemampuannya apa, dan bisa digunakan dalam hal apa,” ujarnya.

Dalam proses rekrutmen, tes kadang kala dilakukan secara langsung via daring sehingga membutuhkan jaringan. Nah dalam hal ini, ia sangat menekankan pentingnya menggunakan jaringan internet yang kuat dan stabil. Terlebih untuk tahap wawancara yang memanfaatkan video konferensi. Maka jaringan yang kuat dan stabil adalah hal yang sangat penting.

“Karena memanfaatkan video konferensi, maka saya sarankan untuk kecepatan jaringannya dua mega byte per second,” katanya.

Baca Juga :  Desa Mentonyek Ingin Bebas Terigu

Alvin melanjutkan, karena Pandemi Covid-19, perusahaan akan lebih selektif memilih karyawan untuk mewujudkan efesiensi dan keberlangsungan bisnis di masa depan. Karena itu, para pencari kerja harus betul-betul tahu kemampuan seperti apa yang dibutuhkan saat ini oleh perusahaan. Menurutnya, tak hanya soal kemampuan, pelamar juga akan dilihat kemampuannya dalam memecahkan sebuah permasalahan dan skil komunikasi.

“Perusahaan biasanya tertarik dengan yang bisa berpikir kritis atau critical thinking dan bisa menjadi problem solver. Selain itu juga kemampuan berkomunikasi. Masalahnya itu, kadang banyak yang pintar tapi gugur karena miss komunikasi,” pungkasnya. (sti)

Most Read

Artikel Terbaru

/