alexametrics
31 C
Pontianak
Friday, July 1, 2022

Yuliansyah Nahkodai Hiswana Migas

PONTIANAK- Musyawarah Cabang ke IX, Dewan Pengurus Cabang Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (DPC Hiswana Migas), selesai digelar. Hasilnya, Yuliansyah ditetapkan sebagai Ketua, didampingi Harry Ardianto sebagai seketaris.

Musyawarah cabang itu, digelar di salah satu hotel di Kota Pontianak, pada Kamis 5 November. Mengangkat tema DPC Hiswana Migas Sebagai Mitra Pertamina Siap Menghadapi Dinamika Bisnis Migas Nasional.

Usai bermusyawarah, pengurus DPC Hiswana Migas Kota Pontianak periode 2019-2023 pun dilantik.

Ketua DPC Hiswana Migas Kota Pontianak 2019-2023, Yuliansyah mengatakan, dirinya berterimakasih kepada semua anggota Hiswana Migas Kota Pontianak, yang telah mempercayai dirinya untuk mengemban amanah organisasi selama tiga tahun kedepan.

Baca Juga :  Untung dan Mudah Belanja Elektronik di Electronic City

“Saya akan menjalankan amanah ini dengan baik,” kata Yuliansyah.

Dia menjelaskan, dalam kurun waktu 2019-2023 beban secara kolektif dan fungsional organisasi tidaklah ringan. Namun demikian dengan rasa kebersamaan dan semangat kinerja profesional organisasi serta keanggotaan yang baik, maka diharapkan tugas-tugas yang akan dilaksanakan kedepan, dapat berjalan dengan baik.

Dia menerangkan, tugas yang diberikan Pertamina untuk mendistribusikan minyak dan gas tepat, harus betul-betul dilaksanakan.

Selanjutnya Ketua DPD IV Hiswana Migas Kalimantan, Amien Santang mengatakan pelantikan ketua dan pengurus pasti memiliki beban moril yang tidak ringan. Karena sebagai ujung tombak penyaluran BBM, Non BBM dan gas Pertamina.

Ia berharap, pengurus DPC Hiswana Migas terpilih mengatasi mengatasi masalah baik internal maupun eksternal. Dan mampu membuat organisasi mandiri dan solid serta bermanfaat bagi masyarakat. Dengan tetap menaati segala aturan yang ada di Hiswana Migas.

Baca Juga :  Bersama Masyarakat, PLN Ubah Sampah Jadi Listrik

Sementara itu, Sales Area Manager Retail Pertamina, Weddy Surya Windrawan mengatakan masih banyak masalah yang muncul ditengah masyarakat. Bisnis energi harus diurus dengan serius. Karena menyangkut hidup orang banyak di Kalimantan Barat.

“Kelangkaan jangan sampai menjadi masalah dan selalu berulang. Komunikasi yang efektif harus dilakukan mulai dari Pertamina dan Hiswana Migas juga pemerintah daerah,” pungakasnya. (adg)

PONTIANAK- Musyawarah Cabang ke IX, Dewan Pengurus Cabang Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (DPC Hiswana Migas), selesai digelar. Hasilnya, Yuliansyah ditetapkan sebagai Ketua, didampingi Harry Ardianto sebagai seketaris.

Musyawarah cabang itu, digelar di salah satu hotel di Kota Pontianak, pada Kamis 5 November. Mengangkat tema DPC Hiswana Migas Sebagai Mitra Pertamina Siap Menghadapi Dinamika Bisnis Migas Nasional.

Usai bermusyawarah, pengurus DPC Hiswana Migas Kota Pontianak periode 2019-2023 pun dilantik.

Ketua DPC Hiswana Migas Kota Pontianak 2019-2023, Yuliansyah mengatakan, dirinya berterimakasih kepada semua anggota Hiswana Migas Kota Pontianak, yang telah mempercayai dirinya untuk mengemban amanah organisasi selama tiga tahun kedepan.

Baca Juga :  Bangun Pipa Gas Bumi Trans Kalimantan, BPH Migas akan adakan FGD Lintas Lembaga di Pontianak

“Saya akan menjalankan amanah ini dengan baik,” kata Yuliansyah.

Dia menjelaskan, dalam kurun waktu 2019-2023 beban secara kolektif dan fungsional organisasi tidaklah ringan. Namun demikian dengan rasa kebersamaan dan semangat kinerja profesional organisasi serta keanggotaan yang baik, maka diharapkan tugas-tugas yang akan dilaksanakan kedepan, dapat berjalan dengan baik.

Dia menerangkan, tugas yang diberikan Pertamina untuk mendistribusikan minyak dan gas tepat, harus betul-betul dilaksanakan.

Selanjutnya Ketua DPD IV Hiswana Migas Kalimantan, Amien Santang mengatakan pelantikan ketua dan pengurus pasti memiliki beban moril yang tidak ringan. Karena sebagai ujung tombak penyaluran BBM, Non BBM dan gas Pertamina.

Ia berharap, pengurus DPC Hiswana Migas terpilih mengatasi mengatasi masalah baik internal maupun eksternal. Dan mampu membuat organisasi mandiri dan solid serta bermanfaat bagi masyarakat. Dengan tetap menaati segala aturan yang ada di Hiswana Migas.

Baca Juga :  Bank Kalbar Salurkan ZIS Rp400 Juta

Sementara itu, Sales Area Manager Retail Pertamina, Weddy Surya Windrawan mengatakan masih banyak masalah yang muncul ditengah masyarakat. Bisnis energi harus diurus dengan serius. Karena menyangkut hidup orang banyak di Kalimantan Barat.

“Kelangkaan jangan sampai menjadi masalah dan selalu berulang. Komunikasi yang efektif harus dilakukan mulai dari Pertamina dan Hiswana Migas juga pemerintah daerah,” pungakasnya. (adg)

Most Read

Artikel Terbaru

/