alexametrics
31 C
Pontianak
Friday, July 1, 2022

PTPN XIII Harap Penegakan Hukum Kasus Pengurusan Izin ISPO

PONTIANAK—PT Perkebunan Nusantara XIII (PTPN XIII) berkomitmen memberantas korupsi serta tindakan pelanggaran hukum lainnya yang terjadi di tubuh perusahaan. Untuk itulah, perusahaan perkebunan ini melaporkan dugaan tindak pidana korupsi terkait dugaan penyimpangan dana pengurusan izin ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil System).

Hal tersebut dikatakan oleh Direktur PTPN XIII, Alexander Maha, Jumat (5/3). Dia menyebut, saat ini Penyidik Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Kalbar sedang melakukan penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi terkait dugaan penyimpangan dana pengurusan izin ISPO, yang terdiri dari pengurusan sertifikat legalitas ISPO, pengadaan alat keamanan kerja dan Alat Pemadaman Api Ringan (APAR), serta pengurusan legalitas uji emisi gas buang, yang terjadi pada tahun 2014 dan tahun 2015.

Baca Juga :  Anggota Kafilah Jalani Uji Usap Sebelum Pulang ke Rumah

Polda Kalbar menurutnya juga telah melayangkan surat permintaan keterangan atau klarifikasi kepada sejumlah karyawan di perusahaan itu, di antaranya adalah karyawan berinisial SPM dan SAD.

“Pelaporan terkait dugaan tindak pidana korupsi tersebut telah kami lakukan sejak tahun 2020 yang lalu ke Polda Kalbar. Kami mendukung dan mengapresiasi Polda Kalbar yang telah memulai penyelidikan terhadap kasus ini,” ungkap Alexander Maha.

Temuan kecurangan ini sebelumnya telah dikaji secara internal oleh PTPN XIII melalui Satuan Pengawasan Intern (SPI). Pihaknya juga sudah memberikan sanksi internal kepada oknum karyawan dengan harapan dana yang diselewengkan itu dapat dikembalikan. Namun oknum tersebut tidak memiliki itikad baik untuk mengembalikan dana yang telah diselewengkan. “Dari perkara dugaan tindak pidana korupsi ini, nilai kerugian yang dialami oleh perusahaan berkisar Rp741 juta,” sebutnya.

Baca Juga :  Oknum Mantan Kades Diduga Korupsi Dana Desa

Kini pihaknya telah menyerahkan sepenuhnya perkara tersebut kepada Polda Kalbar, sebagai aparat penegak hukum yang bekerja secara profesional dan objektif. Langkah ini juga menjadi bukti bahwa PTPN XIII berkomitmen menerapkan zero tolerance terhadap penyimpangan dan perilaku yang tidak patut sesuai standar etik dan peraturan perundangan yang berlaku.

“Sebab kami yakin, salah satu kunci dari kesuksesan kebijakan strategis adalah perubahan pola pikir seluruh insan perusahaan untuk mengelola perusahan yang dilandasi semangat, nilai-nilai dan kultur integritas dengan memelihara kejujuran dan tanggung jawab dalam setiap tindakan. Untuk itu tidak ada toleransi terhadap perilaku yang melanggar hukum,” tegasnya. (sti/ser)

 

PONTIANAK—PT Perkebunan Nusantara XIII (PTPN XIII) berkomitmen memberantas korupsi serta tindakan pelanggaran hukum lainnya yang terjadi di tubuh perusahaan. Untuk itulah, perusahaan perkebunan ini melaporkan dugaan tindak pidana korupsi terkait dugaan penyimpangan dana pengurusan izin ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil System).

Hal tersebut dikatakan oleh Direktur PTPN XIII, Alexander Maha, Jumat (5/3). Dia menyebut, saat ini Penyidik Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Kalbar sedang melakukan penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi terkait dugaan penyimpangan dana pengurusan izin ISPO, yang terdiri dari pengurusan sertifikat legalitas ISPO, pengadaan alat keamanan kerja dan Alat Pemadaman Api Ringan (APAR), serta pengurusan legalitas uji emisi gas buang, yang terjadi pada tahun 2014 dan tahun 2015.

Baca Juga :  Anggota Kafilah Jalani Uji Usap Sebelum Pulang ke Rumah

Polda Kalbar menurutnya juga telah melayangkan surat permintaan keterangan atau klarifikasi kepada sejumlah karyawan di perusahaan itu, di antaranya adalah karyawan berinisial SPM dan SAD.

“Pelaporan terkait dugaan tindak pidana korupsi tersebut telah kami lakukan sejak tahun 2020 yang lalu ke Polda Kalbar. Kami mendukung dan mengapresiasi Polda Kalbar yang telah memulai penyelidikan terhadap kasus ini,” ungkap Alexander Maha.

Temuan kecurangan ini sebelumnya telah dikaji secara internal oleh PTPN XIII melalui Satuan Pengawasan Intern (SPI). Pihaknya juga sudah memberikan sanksi internal kepada oknum karyawan dengan harapan dana yang diselewengkan itu dapat dikembalikan. Namun oknum tersebut tidak memiliki itikad baik untuk mengembalikan dana yang telah diselewengkan. “Dari perkara dugaan tindak pidana korupsi ini, nilai kerugian yang dialami oleh perusahaan berkisar Rp741 juta,” sebutnya.

Baca Juga :  Tubruk Traktor, Sopir Truk tak Sadarkan Diri

Kini pihaknya telah menyerahkan sepenuhnya perkara tersebut kepada Polda Kalbar, sebagai aparat penegak hukum yang bekerja secara profesional dan objektif. Langkah ini juga menjadi bukti bahwa PTPN XIII berkomitmen menerapkan zero tolerance terhadap penyimpangan dan perilaku yang tidak patut sesuai standar etik dan peraturan perundangan yang berlaku.

“Sebab kami yakin, salah satu kunci dari kesuksesan kebijakan strategis adalah perubahan pola pikir seluruh insan perusahaan untuk mengelola perusahan yang dilandasi semangat, nilai-nilai dan kultur integritas dengan memelihara kejujuran dan tanggung jawab dalam setiap tindakan. Untuk itu tidak ada toleransi terhadap perilaku yang melanggar hukum,” tegasnya. (sti/ser)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/