alexametrics
30.6 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Ayam Beku Jadi Solusi Mahalnya Ayam Segar

PONTIANAK – Daging ayam segar di Kalimantan Barat (Kalbar) masih tinggi sejak beberapa waktu belakangan. Ketersediaan yang tidak sebanding dengan permintaan menjadi sebab melonjaknya harga komoditas itu. Di Kalbar, rata-rata harga daging ayam segar, jauh di atas Rp35 ribu perkilogram yang menjadi Harga Acuan Pembelian (HAP).
Kepala Dinas Pangan Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalbar, Muhammad Munsif, mengungkapkan, lonjakan harga terjadi karena pasokannya berkurang, sebagai akibat dampak tidak langsung pandemi Covid-19 pada sektor usaha perunggasan khususnya ternak ayam broiler. “Harga rata-rata ayam di kalbar Rp47 ribu perkilogram,” kata dia, Sabtu (4/7).
Menurut pantauannya, pada Sabtu (4/7), harga daging ayam segar di Pasar Flamboyan sebesar Rp37 ribu perkilogram turun tipis dari beberapa hari sebelumnya yang sempat pada angka Rp39 ribu perkilogram. Namun, harga komoditas itu di sejumlah daerah di Kalbar tembus di atas Rp40 ribu bahkan Rp50 ribu perkilogram. Di Kabupaten Sekadau dan Bengkayang saja, harga daging ayam segar mencapai Rp55 ribu perkilogram.
Terkait persoalan ini, pihaknya telah berupaya guna menekan harganya di tingkat konsumen. Salah satunya, dengan mendorong agar perusahaan memasok daging ayam beku, yang harganya lebih murah dari daging ayam segar. Perusahaan yang dapat melakukan hal ini, menurutnya adalah perusahaan yang mampu menyimpan daging ayam beku dalam jumlah yang besar.
“Kami tengah intens mengkonsolidasikan perusahan-perusahaan yang memiliki sarana yang mampu menyimpan daging ayam beku, untuk ikut mengeluarkan stoknya ke pasar guna mengurangi tekanan pasokan yang kurang,” tutur dia.
Kehadiran daging ayam beku pun diharapkan dia menjadi alternatif dalam memenuhi permintaan pasar terhadap daging ayam. Pihaknya pun menyarankan untuk mengonsumsi daging ayam beku, yang sebenarnya telah terjamin higienis dan sanitasinya. Komoditas ini sebenarnya  sudah tersedia di outlet-outlet ritel yang memiliki fasilitas penyimpanan dingin (freezer) serta outlet Pasar Mitra Tani. Dalam pantauannya, harga daging beku yang dijual di berbagai outlet, berada pada kisaran Rp32-34 ribu perkilogram, sehingga masih lebih terjangkau.
“Jangan membelinya di pasar atau lapak yang tidak menyediakan sarana seperti freezer,” tutur dia.
Munsif menilai masih diperlukan pasokan daging ayam beku yang lebih banyak. Apalagi menjelang Iduladha, pihaknya menargetkan harga komoditas ini turun hingga level Rp35 ribu per kg. “Ke depan hingga Iduladha mendatang, kita masih perlu upaya yang lebih keras agar bisa turun drastis hingga ke level di bawah Rp35 ribu per kg, saat di awal bulan puasa, yang mana jumlah pasokannya masih normal. Kalbar sendiri, dalam satu bulan kebutuhan daging ayamnya mencapai 4900 ton,” pungkas dia. (sti)
Baca Juga :  Tingkatkan Produktivitas Ditengah Pandemi, Tiga Perusahaan Agriculture di Kalbar Lakukan Tambah Daya Listrik
PONTIANAK – Daging ayam segar di Kalimantan Barat (Kalbar) masih tinggi sejak beberapa waktu belakangan. Ketersediaan yang tidak sebanding dengan permintaan menjadi sebab melonjaknya harga komoditas itu. Di Kalbar, rata-rata harga daging ayam segar, jauh di atas Rp35 ribu perkilogram yang menjadi Harga Acuan Pembelian (HAP).
Kepala Dinas Pangan Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalbar, Muhammad Munsif, mengungkapkan, lonjakan harga terjadi karena pasokannya berkurang, sebagai akibat dampak tidak langsung pandemi Covid-19 pada sektor usaha perunggasan khususnya ternak ayam broiler. “Harga rata-rata ayam di kalbar Rp47 ribu perkilogram,” kata dia, Sabtu (4/7).
Menurut pantauannya, pada Sabtu (4/7), harga daging ayam segar di Pasar Flamboyan sebesar Rp37 ribu perkilogram turun tipis dari beberapa hari sebelumnya yang sempat pada angka Rp39 ribu perkilogram. Namun, harga komoditas itu di sejumlah daerah di Kalbar tembus di atas Rp40 ribu bahkan Rp50 ribu perkilogram. Di Kabupaten Sekadau dan Bengkayang saja, harga daging ayam segar mencapai Rp55 ribu perkilogram.
Terkait persoalan ini, pihaknya telah berupaya guna menekan harganya di tingkat konsumen. Salah satunya, dengan mendorong agar perusahaan memasok daging ayam beku, yang harganya lebih murah dari daging ayam segar. Perusahaan yang dapat melakukan hal ini, menurutnya adalah perusahaan yang mampu menyimpan daging ayam beku dalam jumlah yang besar.
“Kami tengah intens mengkonsolidasikan perusahan-perusahaan yang memiliki sarana yang mampu menyimpan daging ayam beku, untuk ikut mengeluarkan stoknya ke pasar guna mengurangi tekanan pasokan yang kurang,” tutur dia.
Kehadiran daging ayam beku pun diharapkan dia menjadi alternatif dalam memenuhi permintaan pasar terhadap daging ayam. Pihaknya pun menyarankan untuk mengonsumsi daging ayam beku, yang sebenarnya telah terjamin higienis dan sanitasinya. Komoditas ini sebenarnya  sudah tersedia di outlet-outlet ritel yang memiliki fasilitas penyimpanan dingin (freezer) serta outlet Pasar Mitra Tani. Dalam pantauannya, harga daging beku yang dijual di berbagai outlet, berada pada kisaran Rp32-34 ribu perkilogram, sehingga masih lebih terjangkau.
“Jangan membelinya di pasar atau lapak yang tidak menyediakan sarana seperti freezer,” tutur dia.
Munsif menilai masih diperlukan pasokan daging ayam beku yang lebih banyak. Apalagi menjelang Iduladha, pihaknya menargetkan harga komoditas ini turun hingga level Rp35 ribu per kg. “Ke depan hingga Iduladha mendatang, kita masih perlu upaya yang lebih keras agar bisa turun drastis hingga ke level di bawah Rp35 ribu per kg, saat di awal bulan puasa, yang mana jumlah pasokannya masih normal. Kalbar sendiri, dalam satu bulan kebutuhan daging ayamnya mencapai 4900 ton,” pungkas dia. (sti)
Baca Juga :  Tingkatkan Produktivitas Ditengah Pandemi, Tiga Perusahaan Agriculture di Kalbar Lakukan Tambah Daya Listrik

Most Read

Artikel Terbaru

/