alexametrics
28 C
Pontianak
Thursday, May 26, 2022

Kepesertaan BPJamsostek Sektor Perkebunan Paling tinggi

PONTIANAK – Lebih dari 300 ribu di Kalimantan Barat (Kalbar) pekerja baik formal dan non formal telah terdaftar sebagai peserta BPJamsostek. Pekerja di sektor perkebunan paling mendominasi.

“Sejauh ini sudah 300 ribuan pekerja di Kalbar yang menjadi kepesertaan BPJamsostek dan didominasi sektor perkebunan terutama dari perusahaan sawit,” ungkap Kepala Bidang Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pontianak, Sonny Agus Dwiarso, Selasa (7/9).

Kepesertaan BPJamsostek yang didominasi perkebunan kelapa sawit itu menurutnya wajar, mengingat banyaknya perusahaan tersebut di provinsi ini. Selain itu, kepesertaan BPJamsostek memang wajib dilakukan sebab menjadi salah satu persyaratan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) perusahaan sawit tersebut.

Dia menyebut, berdasarkan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalbar tercatat ada sekitar 800 ribuan pekerja di Kalbar. Dengan begitu jumlah kepesertaan ini belum separuh dari total pekerja yang ada di provinsi ini.

Baca Juga :  Menyoal Harga Sawit, Biosolar dan Inklusi Sosial di Kalbar

Mengingat potensi kepesertaan di Kalbar masih cukup besar itu, maka pihaknya terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat atau pekerja serta perusahaan sebagai pemberi pekerja. Dengan terdaftar sebagai peserta, mereka akan semakin terlindungi, mulai dari JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja), JK (Jaminan Kematian), JHT (Jaminan Hari Tua), dan JP (Jaminan Pensiun) sesuai dengan UU No. 24 tahun 2011.

Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (Gapki) Kalbar, Purwati Munawir mendorong anggotanya untuk terus mematuhi semua peraturan pemerintah termasuk soal kepesertaan pekerja dalam jaminan sosial yang dihadirkan BPJamsostek. Pihaknya terus mendata pekerja di perusahaan sawit agar mendukung penuh jaminan sosial bagi pekerja.

“Rencananya kami akan atur waktu minta kepada BPJamsostek untuk sosialisasi lagi,” ucapnya.

Baca Juga :  Triwulan-III Ekonomi Diprediksi Membaik

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalbar, M. Munsif mengatakan, kepesertaan para pekerja di perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan dalam BPJS Ketenagakerjaan menjadi salah satu syarat untuk mendapat sertifikasi ISPO. Seperti diketahui, dalam Inpres nomor 44 tahun 2020 telah memberikan mandat kepada perusahaan sawit dan petani swadaya untuk mengupayakan ISPO.

“Nah, dalam ISPO tersebut satu di antara syaratnya bisa menjamin karyawan atau pekerjanya dalam jaminan sosial,” kata dia. (sti)

PONTIANAK – Lebih dari 300 ribu di Kalimantan Barat (Kalbar) pekerja baik formal dan non formal telah terdaftar sebagai peserta BPJamsostek. Pekerja di sektor perkebunan paling mendominasi.

“Sejauh ini sudah 300 ribuan pekerja di Kalbar yang menjadi kepesertaan BPJamsostek dan didominasi sektor perkebunan terutama dari perusahaan sawit,” ungkap Kepala Bidang Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pontianak, Sonny Agus Dwiarso, Selasa (7/9).

Kepesertaan BPJamsostek yang didominasi perkebunan kelapa sawit itu menurutnya wajar, mengingat banyaknya perusahaan tersebut di provinsi ini. Selain itu, kepesertaan BPJamsostek memang wajib dilakukan sebab menjadi salah satu persyaratan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) perusahaan sawit tersebut.

Dia menyebut, berdasarkan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalbar tercatat ada sekitar 800 ribuan pekerja di Kalbar. Dengan begitu jumlah kepesertaan ini belum separuh dari total pekerja yang ada di provinsi ini.

Baca Juga :  Satu Hotel di Pontianak Kantongi Sertifikat Halal

Mengingat potensi kepesertaan di Kalbar masih cukup besar itu, maka pihaknya terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat atau pekerja serta perusahaan sebagai pemberi pekerja. Dengan terdaftar sebagai peserta, mereka akan semakin terlindungi, mulai dari JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja), JK (Jaminan Kematian), JHT (Jaminan Hari Tua), dan JP (Jaminan Pensiun) sesuai dengan UU No. 24 tahun 2011.

Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (Gapki) Kalbar, Purwati Munawir mendorong anggotanya untuk terus mematuhi semua peraturan pemerintah termasuk soal kepesertaan pekerja dalam jaminan sosial yang dihadirkan BPJamsostek. Pihaknya terus mendata pekerja di perusahaan sawit agar mendukung penuh jaminan sosial bagi pekerja.

“Rencananya kami akan atur waktu minta kepada BPJamsostek untuk sosialisasi lagi,” ucapnya.

Baca Juga :  PLN-POLDA Kalbar Sepakat Tingkatkan Pengamanan Obvit Kelistrikan di Kalbar

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalbar, M. Munsif mengatakan, kepesertaan para pekerja di perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan dalam BPJS Ketenagakerjaan menjadi salah satu syarat untuk mendapat sertifikasi ISPO. Seperti diketahui, dalam Inpres nomor 44 tahun 2020 telah memberikan mandat kepada perusahaan sawit dan petani swadaya untuk mengupayakan ISPO.

“Nah, dalam ISPO tersebut satu di antara syaratnya bisa menjamin karyawan atau pekerjanya dalam jaminan sosial,” kata dia. (sti)

Most Read

Artikel Terbaru

/