alexametrics
27.8 C
Pontianak
Friday, August 19, 2022

Bulog Masih Menyalurkan Beras untuk Masyarakat Miskin

PONTIANAK – Kepala Sub Divisi Regional Kalimantan Barat Bubun Subroto mengatakan pihaknya masih tetap menyalurkan beras dalam program bantuan sosial untuk masyarakat miskin.

Hanya progam saja program yang dulunya bernama Beras Sejahtera (Rastra), penyalurannya berhenti sejak Agustus 2019. Sekarang mekanisme penyaluran berubah menjadi Bantuan Pangan non Tunai (BPNT).

Dalam program ini, Bulog tetap menjadi penyuplai beras namun tidak langsung ke masyarakat. Beras itu disalurkan ke e-Warung yang sudah ditunjuk perbankan dan dinas sosial.

Bubun menyebutkan hingga Agutus 2019 setiap 2.000 ton beras sejahtera untuk masyarakat miskin masih tersalur. Sementara penyaluran beras melalui program BPNT dimulai September 2019.
“Jumlah yang disalurkan memang turun, jika saat rastra 2.000 ton per bulan, dalam program BPNT ini 1.000 ton setiap bulannya,” kata Bubun di Pontianak, kemarin.

Baca Juga :  BRI Terus Perkuat Bisnis Treasury Berkat Andal Kelola Aset dan Keuangan

Menurut Bubun penurunan jumlah yang disalurkan ini dilihat dari kualitas beras untuk masyarakat. Saat program rastra berjalan beras untuk masyarakat masuk kualitas mediuam. Sedangkan dalam BPNT ini beras yang disediakan kualitas premium.
“Jika dulu sekitar 10 kilo, maka sekarang sekitar delapan kilo dan itu kualitasnya premium,” sambung Bubun.

Meski demikian masyarakat tidak menerima langsung beras itu. Bulog menyalurkan beras itu ke e-Warung yang sudah ditunjuk. Kemudian masyarakat yang menerima BPNT bisa membelinya.

Masyarakat yang masuk dalam program BPNT menerima Kartu Keluarga Sejahtera. Kartu itu diberikan saldo setiap bulan sebesar Rp110 ribu. “Kartu itu nanti yang digunakan masyarakat untuk membeli bahan pokok,” kata Bubun.

Baca Juga :  Aruk dan Badau jadi Pilihan Wisman Masuk ke Kalbar

Ia melanjutkan hingga saat ini ada dua komoditi yang bisa dibeli dengan kartu itu, yakni beras dan telur. “Sesuai peraturan tahun ini beras dan telur, cuma di beberapa wilayah hanya bisa beras, karena sulit untuk mendapatkan telur,” ujar dia.

Sementara itu dari 14 kabupaten, hanya di 10 kabupaten saja di Kalbar dimana Bulog sebagai penyalur beras dalam program BPNT. (mse)

PONTIANAK – Kepala Sub Divisi Regional Kalimantan Barat Bubun Subroto mengatakan pihaknya masih tetap menyalurkan beras dalam program bantuan sosial untuk masyarakat miskin.

Hanya progam saja program yang dulunya bernama Beras Sejahtera (Rastra), penyalurannya berhenti sejak Agustus 2019. Sekarang mekanisme penyaluran berubah menjadi Bantuan Pangan non Tunai (BPNT).

Dalam program ini, Bulog tetap menjadi penyuplai beras namun tidak langsung ke masyarakat. Beras itu disalurkan ke e-Warung yang sudah ditunjuk perbankan dan dinas sosial.

Bubun menyebutkan hingga Agutus 2019 setiap 2.000 ton beras sejahtera untuk masyarakat miskin masih tersalur. Sementara penyaluran beras melalui program BPNT dimulai September 2019.
“Jumlah yang disalurkan memang turun, jika saat rastra 2.000 ton per bulan, dalam program BPNT ini 1.000 ton setiap bulannya,” kata Bubun di Pontianak, kemarin.

Baca Juga :  Astra Motor Pontianak Bagikan Paket Sembako di Semua Cabang

Menurut Bubun penurunan jumlah yang disalurkan ini dilihat dari kualitas beras untuk masyarakat. Saat program rastra berjalan beras untuk masyarakat masuk kualitas mediuam. Sedangkan dalam BPNT ini beras yang disediakan kualitas premium.
“Jika dulu sekitar 10 kilo, maka sekarang sekitar delapan kilo dan itu kualitasnya premium,” sambung Bubun.

Meski demikian masyarakat tidak menerima langsung beras itu. Bulog menyalurkan beras itu ke e-Warung yang sudah ditunjuk. Kemudian masyarakat yang menerima BPNT bisa membelinya.

Masyarakat yang masuk dalam program BPNT menerima Kartu Keluarga Sejahtera. Kartu itu diberikan saldo setiap bulan sebesar Rp110 ribu. “Kartu itu nanti yang digunakan masyarakat untuk membeli bahan pokok,” kata Bubun.

Baca Juga :  BRI Terus Perkuat Bisnis Treasury Berkat Andal Kelola Aset dan Keuangan

Ia melanjutkan hingga saat ini ada dua komoditi yang bisa dibeli dengan kartu itu, yakni beras dan telur. “Sesuai peraturan tahun ini beras dan telur, cuma di beberapa wilayah hanya bisa beras, karena sulit untuk mendapatkan telur,” ujar dia.

Sementara itu dari 14 kabupaten, hanya di 10 kabupaten saja di Kalbar dimana Bulog sebagai penyalur beras dalam program BPNT. (mse)

Most Read

Artikel Terbaru

/