alexametrics
34 C
Pontianak
Friday, September 30, 2022

Dosen Manajemen Perkebunan Polnep Latih Masyarakat Sungai Rasau

MEMPAWAH – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Dosen Program Studi Manajemen Perkebunan, Jurusan Teknologi Pertanian, Politeknik Negeri Pontianak yang diketuai Dody Radiansah SP MMA melaksanakan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat Desa Sungai Rasau, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah; Jumat – Sabtu, 29 – 30 Juli 2022. Pendampingan fokus pada peningkatan nilai tambah (value added) produk perkebunan, yaitu minyak goreng kelapa tradisional hasil olahan masyarakat.

“Desa Sungai Rasau memiliki potensi ketersediaan bahan baku minyak goreng kelapa yang melimpah. 60% warga kami mengusahakan komoditi kelapa, 40% sisanya di sektor pertanian lain,” ujar Asmadi, Kepala Desa Sungai Rasau, saat diwawancarai pada survei awal (26/7).

Namun disayangkan, hingga saat ini komoditi kelapa sebagian besar dijual dalam bentuk bulat ke tengkulak di desa. Usaha diferensiasi produk kelapa menjadi minyak goreng pun kurang diminati masyarakat karena sulit dipasarkan, jika tidak diberikan perlakuan khusus.

Dody Radiansah menjelaskan, peningkatan nilai tambah merupakan solusi tepat yang dapat diterapkan pada produk minyak goreng kelapa tradisional dari Desa Sungai Rasau. Nilai Tambah dapat diterapkan dengan memanfaatkan teknologi modern. Baik dari tampilan luar kemasan (packaging), penambahan merk, maupun cara memasarkan produk dengan teknologi informasi.

Baca Juga :  Komitmen Tingkatkan Layanan, PLN Rutin Lakukan Pemeliharaan Jaringan Listrik

“Selain itu, warga yang menjalankan usaha ini juga perlu dibekali kemampuan manajemen keuangan. Serta memahami cara membangun kemitraan dalam memasarkan produk minyak goreng kelapa tradisional,” kata dosen manajemen pemasaran ini.

Kondisi lapangan di Desa Sungai Rasau melatarbelakangi kegiatan PKM Tim Dosen Manajemen Perkebunan Polnep. Pelatihan diharapkan menjadi solusi untuk mendukung aktivitas wirausaha minyak goreng kelapa tradisional di sana.

“Ini sebagai upaya turut membantu meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Sungai Rasau. Serta, memanfaatkan peluang kelangkaan minyak goreng belakangan ini,” ujarnya.

Kegiatan diawali penyuluhan nilai tambah (value added) produk minyak goreng kelapa tradisional yang akan dipasarkan melalui teknologi packaging modern, agar lebih dapat diterima konsumen. Dilanjutkan dengan pelatihan cara menganalisis strategi mendesain merk yang mencirikan kekhasan daerah berdasarkan data research pemasaran.

Baca Juga :  Bimtek Metode Pembelajaran bagi Widyaiswara Kalbar

“Selanjutnya, peserta kami latih cara menghitung harga pokok produksi dengan jelas, agar tidak bingung saat menentukan harga jual produk. Peserta juga kami latih cara mengunakan teknologi informasi dalam memasarkan produk agar lebih efisien, efektif, dan terkoordinasi dengan baik,” katanya.

Dody bersyukur, semangat dan antusias peserta sangat tinggi terhadap pelatihan tersebut. Pelatihan tersebut menjadi motivasi masyarakat Sungai Rasau untuk bergerak lebih maju dan mandiri. Kegiatan diakhiri dengan merancang pola kemitraan pemasaran minyak goreng kepala antara Pemerintah Desa Sungai Rasau dengan Prodi Manajemen Perkebunan, Jurusan Teknologi Pertanian, Polnep. “Ini menjadi media project bases learning bagi mahasiswa dalam mempelajari mata kuliah manajemen pemasaran dan perilaku konsumen,” ujarnya.

Ia berharap, PKM tersebut menjadikan masyarakat terampil menggunakan teknologi untuk menciptakan nilai tambah pada produk olahan hasil pertanian/perkebunan lainnya. Serta, membangun kemitraan mengembangkan media pembelajaran berbasis merdeka belajar dengan media project based learning bagi mahasiswa di Prodi Manajemen Perkebunan Polnep. (ser)

MEMPAWAH – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Dosen Program Studi Manajemen Perkebunan, Jurusan Teknologi Pertanian, Politeknik Negeri Pontianak yang diketuai Dody Radiansah SP MMA melaksanakan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat Desa Sungai Rasau, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah; Jumat – Sabtu, 29 – 30 Juli 2022. Pendampingan fokus pada peningkatan nilai tambah (value added) produk perkebunan, yaitu minyak goreng kelapa tradisional hasil olahan masyarakat.

“Desa Sungai Rasau memiliki potensi ketersediaan bahan baku minyak goreng kelapa yang melimpah. 60% warga kami mengusahakan komoditi kelapa, 40% sisanya di sektor pertanian lain,” ujar Asmadi, Kepala Desa Sungai Rasau, saat diwawancarai pada survei awal (26/7).

Namun disayangkan, hingga saat ini komoditi kelapa sebagian besar dijual dalam bentuk bulat ke tengkulak di desa. Usaha diferensiasi produk kelapa menjadi minyak goreng pun kurang diminati masyarakat karena sulit dipasarkan, jika tidak diberikan perlakuan khusus.

Dody Radiansah menjelaskan, peningkatan nilai tambah merupakan solusi tepat yang dapat diterapkan pada produk minyak goreng kelapa tradisional dari Desa Sungai Rasau. Nilai Tambah dapat diterapkan dengan memanfaatkan teknologi modern. Baik dari tampilan luar kemasan (packaging), penambahan merk, maupun cara memasarkan produk dengan teknologi informasi.

Baca Juga :  Polnep Ada dan Semakin Dipercaya

“Selain itu, warga yang menjalankan usaha ini juga perlu dibekali kemampuan manajemen keuangan. Serta memahami cara membangun kemitraan dalam memasarkan produk minyak goreng kelapa tradisional,” kata dosen manajemen pemasaran ini.

Kondisi lapangan di Desa Sungai Rasau melatarbelakangi kegiatan PKM Tim Dosen Manajemen Perkebunan Polnep. Pelatihan diharapkan menjadi solusi untuk mendukung aktivitas wirausaha minyak goreng kelapa tradisional di sana.

“Ini sebagai upaya turut membantu meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Sungai Rasau. Serta, memanfaatkan peluang kelangkaan minyak goreng belakangan ini,” ujarnya.

Kegiatan diawali penyuluhan nilai tambah (value added) produk minyak goreng kelapa tradisional yang akan dipasarkan melalui teknologi packaging modern, agar lebih dapat diterima konsumen. Dilanjutkan dengan pelatihan cara menganalisis strategi mendesain merk yang mencirikan kekhasan daerah berdasarkan data research pemasaran.

Baca Juga :  Pusat Rencanakan Investasi 150 Perusahaan Tiongkok di Kalbar, Gubernur Belum Tahu

“Selanjutnya, peserta kami latih cara menghitung harga pokok produksi dengan jelas, agar tidak bingung saat menentukan harga jual produk. Peserta juga kami latih cara mengunakan teknologi informasi dalam memasarkan produk agar lebih efisien, efektif, dan terkoordinasi dengan baik,” katanya.

Dody bersyukur, semangat dan antusias peserta sangat tinggi terhadap pelatihan tersebut. Pelatihan tersebut menjadi motivasi masyarakat Sungai Rasau untuk bergerak lebih maju dan mandiri. Kegiatan diakhiri dengan merancang pola kemitraan pemasaran minyak goreng kepala antara Pemerintah Desa Sungai Rasau dengan Prodi Manajemen Perkebunan, Jurusan Teknologi Pertanian, Polnep. “Ini menjadi media project bases learning bagi mahasiswa dalam mempelajari mata kuliah manajemen pemasaran dan perilaku konsumen,” ujarnya.

Ia berharap, PKM tersebut menjadikan masyarakat terampil menggunakan teknologi untuk menciptakan nilai tambah pada produk olahan hasil pertanian/perkebunan lainnya. Serta, membangun kemitraan mengembangkan media pembelajaran berbasis merdeka belajar dengan media project based learning bagi mahasiswa di Prodi Manajemen Perkebunan Polnep. (ser)

Most Read

Artikel Terbaru

/