alexametrics
25.6 C
Pontianak
Friday, August 12, 2022

Strategi Lolos Rekrutmen Daring di Masa Pandemi

Banyak perusahaan mengubah pola perekrutan karyawan karena Pandemi Covid-19. Mereka beralih menerapkan perekrutan secara daring dari yang sebelumnya dilakukan dengan tetap muka. Lantas apa saja strategi agar bisa lolos rekrutmen daring tersebut?

Oleh : Siti Sulbiyah

Umi Sahita semakin sering melakukan pengecekan info lowongan kerja baik melalui media sosial maupun laman pencarían kerja ketika hendak mencari pekerjaan untuknya. Terlebih di masa Pandemi Covid-19 seperti saat ini, banyak perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan secara daring, berikut proses seleksinya.

“Karena lebih cepat efisien waktu secara semua serba digital,” ungkap warga Pontianak ini, Jumat (8/10).

Alvin Tanthio, Strategic HR Consultant, menyebut saat ini pola perekrutan karyawan kian berubah seiring anjuran mengurangi tetap muka dan dianggap lebih efesien. Karena itulah, tak sedikit perusahaan membuka perekrutan secara daring. Hal tersebut dikatakan oleh Alvin Tanthio, Strategic HR Consultant, saat live di akun Instagram miliknya belum lama ini.

Baca Juga :  Dua Nasabah BRI Pontianak Barito Raih Samsung S20 Ultra BritAma FSTVL

“Untuk proses rekrutment karyawan sebenarnya tidak ada perbedaan drastis sebelum dan saat pandemi. Bedanya hanya dalam pola mencari talent. Jika sebelumnya bisa dengan menggelar job fair yang dilakukan di satu tempat tertentu, kini berubah menjadi job fair virtual,” ungkapnya.

Tak hanya melalui job fair, pencarian tenaga kerja juga bisa dilakukan melalui aplikasi pencarian kerja. Aplikasi ini sebenarnya sudah biasa digunakan sebelum Pandemi Covid-19. Namun saat terjadinya Pandemi Covid-19, penggunaan aplikasi pencarian kerja ini semakin bertambah, baik yang digunakan oleh pencari kerja maupun pemberi kerja.

Untuk penggunaan aplikasi pencarian kerja ini, Alvin menyarankan agar pencari kerja dapat memaparkan secara rinci kemampuan yang mereka punya sehingga perusahaan dapat mempertimbangkan lebih jauh kemampuan tersebut. Kesalahan yang ia lihat selama ini, para pencari kerja tidak melampirkan profil mereka secara rinci di aplikasi tersebut.

Baca Juga :  Himpun Para Pelaku Industri Event, DPD Ivendo Kalbar Dilantik

“Dijelaskan secara rinci kemampuannya apa, dan bisa digunakan dalam hal apa,” ujarnya.

Dalam proses rekrutmen, tes kadang kala dilakukan secara langsung via daring sehingga membutuhkan jaringan. Nah dalam hal ini, ia sangat menekankan pentingnya menggunakan jaringan internet yang kuat dan stabil. Terlebih untuk tahap wawancara yang memanfaatkan video konferensi. Maka jaringan yang kuat dan stabil adalah hal yang sangat penting.

“Karena memanfaatkan video konferensi, maka saya sarankan untuk kecepatan jaringannya dua mega byte per second,” katanya. **

Banyak perusahaan mengubah pola perekrutan karyawan karena Pandemi Covid-19. Mereka beralih menerapkan perekrutan secara daring dari yang sebelumnya dilakukan dengan tetap muka. Lantas apa saja strategi agar bisa lolos rekrutmen daring tersebut?

Oleh : Siti Sulbiyah

Umi Sahita semakin sering melakukan pengecekan info lowongan kerja baik melalui media sosial maupun laman pencarían kerja ketika hendak mencari pekerjaan untuknya. Terlebih di masa Pandemi Covid-19 seperti saat ini, banyak perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan secara daring, berikut proses seleksinya.

“Karena lebih cepat efisien waktu secara semua serba digital,” ungkap warga Pontianak ini, Jumat (8/10).

Alvin Tanthio, Strategic HR Consultant, menyebut saat ini pola perekrutan karyawan kian berubah seiring anjuran mengurangi tetap muka dan dianggap lebih efesien. Karena itulah, tak sedikit perusahaan membuka perekrutan secara daring. Hal tersebut dikatakan oleh Alvin Tanthio, Strategic HR Consultant, saat live di akun Instagram miliknya belum lama ini.

Baca Juga :  PT Antam Tbk-UBPB Kalbar Beri Penghargaan Mitra Binaan

“Untuk proses rekrutment karyawan sebenarnya tidak ada perbedaan drastis sebelum dan saat pandemi. Bedanya hanya dalam pola mencari talent. Jika sebelumnya bisa dengan menggelar job fair yang dilakukan di satu tempat tertentu, kini berubah menjadi job fair virtual,” ungkapnya.

Tak hanya melalui job fair, pencarian tenaga kerja juga bisa dilakukan melalui aplikasi pencarian kerja. Aplikasi ini sebenarnya sudah biasa digunakan sebelum Pandemi Covid-19. Namun saat terjadinya Pandemi Covid-19, penggunaan aplikasi pencarian kerja ini semakin bertambah, baik yang digunakan oleh pencari kerja maupun pemberi kerja.

Untuk penggunaan aplikasi pencarian kerja ini, Alvin menyarankan agar pencari kerja dapat memaparkan secara rinci kemampuan yang mereka punya sehingga perusahaan dapat mempertimbangkan lebih jauh kemampuan tersebut. Kesalahan yang ia lihat selama ini, para pencari kerja tidak melampirkan profil mereka secara rinci di aplikasi tersebut.

Baca Juga :  TBS Kalbar Tembus Rekor Harga Tertinggi

“Dijelaskan secara rinci kemampuannya apa, dan bisa digunakan dalam hal apa,” ujarnya.

Dalam proses rekrutmen, tes kadang kala dilakukan secara langsung via daring sehingga membutuhkan jaringan. Nah dalam hal ini, ia sangat menekankan pentingnya menggunakan jaringan internet yang kuat dan stabil. Terlebih untuk tahap wawancara yang memanfaatkan video konferensi. Maka jaringan yang kuat dan stabil adalah hal yang sangat penting.

“Karena memanfaatkan video konferensi, maka saya sarankan untuk kecepatan jaringannya dua mega byte per second,” katanya. **

Most Read

Cara Mengatasi ‘Dad Shaming’

Kane Siap Mengganas

Merawat Kesenian Teater dari Kampus

Artikel Terbaru

/