alexametrics
23 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

PHRI Kalbar Jamin Bukber di Hotel Terapkan Prokes

PONTIANAK – Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Kalimantan Barat (PHRI Kalbar), Yuliardi Qamal menegaskan anggotanya siap disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) selama Bulan Ramadhan, khususnya untuk momen buka bersama (bukber). Apabila ada yang melanggar, dirinya mempersilahkan pemerintah untuk memberikan sanksi.

“Anggota PHRI sudah lakukan itu (prokes, red). Ini bukanlah pembelaan tetapi fakta di lapangan,” katanya Kamis, (8/4).

Pihaknya memaklumi adanya kekhawatiran pemerintah akan penyebaran covid-19 di hotel ketika acara bukber. Namun, pihaknya berkomitmen untuk menerapkan prokes di lingkungan hotel sebagaimana imbauan pemerintah. Penerapan prokes itu, bahkan dilakukan sejak tamu belum memasuki gedung hotel.

“Kami sudah menerapkan langkah antisipasi, dengan mewajibkan pengunjung mencuci tangan dan memakai masker. Kami juga melakukan skrining dengan pemeriksaan suhu tubuh. Apabila susu tubuh pengunjung di atas 37 derajat, maka kami meminta untuk tidak masuk terlebih dahulu. Apabila setelah beberapa saat diperiksa lagi, namun suhunya masih di atas 37 derajat, maka kami tidak membolehkan pengunjung dimaksud masuk ke hotel,” tutur General Manager Hotel Maestro itu.

Baca Juga :  Wajib Prokes saat PPDB

Langkah lainnya yang ditempuh, kata dia, adalah menjaga jarak dengan membatasi jumlah kursi dalam satu meja. Meski hal tersebut akan berpotensi mengurangi jumlah maksimal pengunjung, namun kondisi ini akan lebih memberikan rasa aman kepada mereka dari potensi tertular.

Pihaknya saat ini berupaya untuk pulih setelah sebelumnya mengalami kontraksi yang cukup dalam akibat pandemi covid-19. Menurutnya, perekonomian harus tetap bertumbuh dengan catatan prokes harus dengan ketat dijalankan. Adapun salah satu upaya pemulihan yang dilakukan oleh hotel adalah dengan menawarkan sejumlah paket menarik. Salah satunya adalah paket bukber selama bulan Ramadan.

“Setiap tahun hotel berbintang sudah siapkan paket berbuka puasa. Itu persiapannya sudah jauh-jauh hari. Karena bulan puasa itu, masyarakat mengurangi kegiatannya dan hotel merasakan dampak tersebut.  Karena itulah, event buka puasa di hotel ini kami hadirkan untuk mengimbangi okupansi yang biasanya akan mengalami penurunan,” jelasnya.

Sejauh ini, pihaknya belum mendapat informasi secara resmi terkait adanya aturan yang melarang aktivitas buka puasa bersama, khususnya di hotel dan restoran. Namun yang pasti, aturan mewajibkan prokes masih berlaku dan pihaknya taat menerapkan. Apabila nanti dalam pengawasan pemerintah masih ada terdapat hotel atau restoran yang ternyata abai dalam disiplin prokes, maka dirinya mempersilahkan pemerintah untuk memberi sanksi kepada yang bersangkutan.

Baca Juga :  Pilih Prokes Ketimbang PPKM

Sementara itu,  Public Relations Manager Aston Pontianak Hotel, Arifin mengatakan pihaknya sangat siap untuk menerapkan protokol kesehatan di acara buka puasa bersama. Pihaknya juga telah mempersiapkannya dengan mengurangi kapasitas tempat untuk buka puasa setengah dari biasanya.

“Misalnya untuk area Restoran Majesty yang tahun sebelumnya bisa untuk 200 orang, maka di tahun ini kita batasi hanya 100 orang. begitu juga untuk outlet atau ruang meeting lainnya,” kata dia.

Selain pengurangan kapasitas, pihaknya akan melakukan pengecekan suhu sebelum masuk, menyediakan hand sanitizer di beberapa titik dan juga nantinya staf akan melayani tamu dalam mengambil makanan seperti yang sudah diterapkan saat sarapan pagi. “Hotel juga menerapkan kawasan wajib masker,” pungkas dia. (sti)

PONTIANAK – Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Kalimantan Barat (PHRI Kalbar), Yuliardi Qamal menegaskan anggotanya siap disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) selama Bulan Ramadhan, khususnya untuk momen buka bersama (bukber). Apabila ada yang melanggar, dirinya mempersilahkan pemerintah untuk memberikan sanksi.

“Anggota PHRI sudah lakukan itu (prokes, red). Ini bukanlah pembelaan tetapi fakta di lapangan,” katanya Kamis, (8/4).

Pihaknya memaklumi adanya kekhawatiran pemerintah akan penyebaran covid-19 di hotel ketika acara bukber. Namun, pihaknya berkomitmen untuk menerapkan prokes di lingkungan hotel sebagaimana imbauan pemerintah. Penerapan prokes itu, bahkan dilakukan sejak tamu belum memasuki gedung hotel.

“Kami sudah menerapkan langkah antisipasi, dengan mewajibkan pengunjung mencuci tangan dan memakai masker. Kami juga melakukan skrining dengan pemeriksaan suhu tubuh. Apabila susu tubuh pengunjung di atas 37 derajat, maka kami meminta untuk tidak masuk terlebih dahulu. Apabila setelah beberapa saat diperiksa lagi, namun suhunya masih di atas 37 derajat, maka kami tidak membolehkan pengunjung dimaksud masuk ke hotel,” tutur General Manager Hotel Maestro itu.

Baca Juga :  Wajib Prokes saat PPDB

Langkah lainnya yang ditempuh, kata dia, adalah menjaga jarak dengan membatasi jumlah kursi dalam satu meja. Meski hal tersebut akan berpotensi mengurangi jumlah maksimal pengunjung, namun kondisi ini akan lebih memberikan rasa aman kepada mereka dari potensi tertular.

Pihaknya saat ini berupaya untuk pulih setelah sebelumnya mengalami kontraksi yang cukup dalam akibat pandemi covid-19. Menurutnya, perekonomian harus tetap bertumbuh dengan catatan prokes harus dengan ketat dijalankan. Adapun salah satu upaya pemulihan yang dilakukan oleh hotel adalah dengan menawarkan sejumlah paket menarik. Salah satunya adalah paket bukber selama bulan Ramadan.

“Setiap tahun hotel berbintang sudah siapkan paket berbuka puasa. Itu persiapannya sudah jauh-jauh hari. Karena bulan puasa itu, masyarakat mengurangi kegiatannya dan hotel merasakan dampak tersebut.  Karena itulah, event buka puasa di hotel ini kami hadirkan untuk mengimbangi okupansi yang biasanya akan mengalami penurunan,” jelasnya.

Sejauh ini, pihaknya belum mendapat informasi secara resmi terkait adanya aturan yang melarang aktivitas buka puasa bersama, khususnya di hotel dan restoran. Namun yang pasti, aturan mewajibkan prokes masih berlaku dan pihaknya taat menerapkan. Apabila nanti dalam pengawasan pemerintah masih ada terdapat hotel atau restoran yang ternyata abai dalam disiplin prokes, maka dirinya mempersilahkan pemerintah untuk memberi sanksi kepada yang bersangkutan.

Baca Juga :  Zakat Sebagai Kekuatan Ekonomi Ummat

Sementara itu,  Public Relations Manager Aston Pontianak Hotel, Arifin mengatakan pihaknya sangat siap untuk menerapkan protokol kesehatan di acara buka puasa bersama. Pihaknya juga telah mempersiapkannya dengan mengurangi kapasitas tempat untuk buka puasa setengah dari biasanya.

“Misalnya untuk area Restoran Majesty yang tahun sebelumnya bisa untuk 200 orang, maka di tahun ini kita batasi hanya 100 orang. begitu juga untuk outlet atau ruang meeting lainnya,” kata dia.

Selain pengurangan kapasitas, pihaknya akan melakukan pengecekan suhu sebelum masuk, menyediakan hand sanitizer di beberapa titik dan juga nantinya staf akan melayani tamu dalam mengambil makanan seperti yang sudah diterapkan saat sarapan pagi. “Hotel juga menerapkan kawasan wajib masker,” pungkas dia. (sti)

Most Read

Artikel Terbaru

/