alexametrics
34 C
Pontianak
Friday, September 30, 2022

Sempat Anjlok Kini LUNC Perkasa, Cuan Ratusan Hingga Miliaran

Dunia kripto memang selalu penuh kejutan dan dramatis. Bulan Mei 2022, Terra Luna Classic (LUNC) sempat anjlok hingga ke level 99,99 persen. Namun sekarang hampir dua pekan lebih sampai bulan September 2022, koin yang dulunya seharga Rp0,1-03 rupiah (0,000043000 USD), kini menyentuh level Rp8-9 rupiah (0,00059000 USD). Bayangkan, berapa keuntungan jika pemilik koin memiliki rata-rata minimal 100-500 juta LUNC. Pastinya Terra Luna Classic, salah satu altcoin yang kenaikannya mengungguli bitcoin membuat cuan maksimal?

Deny Hamdani, Kubu Raya

Darmadi, pemain kripto baru ditemui Pontianak Post di rumahnya Sungai Raya, Kubu Raya, seakan tidak percaya dengan kenaikan Terra Luna Classic. Dia terkejut dan shock karena memperoleh untung sangat maksimal. Tindakan beraninya tersebut dilakukan seusai membaca media online di harian Pontianak Post pada 16 Mei 2022 malam, soal keruntuhan dasar Terra Luna.

“Waktu itu, di tengah suasana santai bersama istri dan anak, saya baca berita online di Pontianak Post soal anjloknya LUNC. Saat anjlok parah saya masuk dan memutuskan beli. Membeli karena memang sebagian uang tabungan belum akan terpakai,” ucapnya.

Uang tabungan Darmadi senilai 50 juta dibelikannya LUNC pada salah satu platform exchanger besar luar negeri. Harganya berkisar 0,00004321. Didapatlah di wallet-nya coin LUNC sebanyak 192.307.692,307. Nah, hanya menunggu sekitar 4 bulan lebih, kini pundi-pundi uangnya justru naik tak terkendali. Dengan harga koin sekarang berada di level 8 menuju 10 rupiah dan terus naik turun, dana investasinya kemungkinan sudah di atas Rp1 miliar lebih atau kurang.

Baca Juga :  Wuling Almaz RS Resmi Meluncur di Kalbar

“192 juta LUNC tinggal dikalikan harga sekarang. Misal 8 koma atau 9 koma. Tetapi saya belum mau jual. Banyak pengamat bilang akan naik lagi menuju 15 sampai 20 rupiah membentuk new ATH,” katanya.

Alasan Darmadi tak menjual karena optimis harga LUNC akan terus naik hingga Rp100 rupiah. Apalagi berbagai media mainstream online di Kalbar dan luar negeri cukup tajam mengulas soal perkembangan kripto.

“Tunggu saja lah. Nanti kalau untung gede, saya pengin bagi-bagi termasuk ke abang juga,” katanya dengan nada sedikit bergurau.

Kebangkitan Terra Luna Classic (LUNC) memang mencuri perhatian jutaan pemain kripto seluruh dunia. Dikutip dari coinmarket dan coindesk, nilai crypto LUNC meningkat usai pengenalan burn tax 1,2 persen pada semua pertukaran. Token diperdagangkan capai US$ 0,00031131 selama seminggu. Bahkan pada saat berita ini ditulis nilainya sudah tinggi US$ 0,0005652 atau naik lebih dari 75% dalam 24 jam terakhir.

LUNC sendiri merupakan aset kripto berkinerja terbaik di bear market saat ini. Coin ini mampu bangkit, sejak ledakan historis pada bulan Mei lalu, di mana aset telah meningkat lebih dari 25.000 persen, selama empat bulan terakhir. Dalam 30 hari saja, LUNC naik 170,5 persen dan sudah 210 persen dalam 15 hari terakhir.

Sementara perbandingan kripto induk seperti, Bitcoin justru kehilangan lebih dari 15 persen nilainya selama 30 hari terakhir. Sementara Ethereum disebut ibunya Altcoin telah kehilangan sekitar 4-6 persen.

Faktor penyebab naiknya harga LUNC adalah komunitas Terra sendiri, ingin menghidupkan kembali ekosistem. Coin LUNA asli volume perdagangan mencapai US$ 7 triliun setelah runtuhnya ekosistem Terra.

Baca Juga :  Muncul di Metaverse, BRI Berikan Layanan Perbankan yang Unik

Inflasi token akhirnya menyebabkan jatuhnya nilainya dari lebih dari US$120-80 menjadi kurang dari satu sen. Sejak itu, para pengembang telah menyerahkan tata kelola blockchain kepada komunitas, yang sekarang ingin menebus aset kripto teratas kembali.
Terra (LUNC) didirikan Daniel Shin dan Do Kwon, pada Januari 2018.

Meski masih terbilang baru, Terra berhasil menjalin sejumlah hubungan kemitraan dengan berbagai platform pembayaran, khususnya di kawasan Asia-Pasifik. Pada tahun 2019, Terra mengumumkan hubungan kemitraannya dengan Chai, sebuah aplikasi pembayaran seluler yang berbasis di Korea Selatan.

Meski banyak muncul kekhawatiran, LUNC boleh menjadi aset invetasi masa depan bagi yang berani berkalkulasi. Beragam analis berbeda tentang masa depan LUNC pada tahun 2025.

Telegaon misalnya memperkirakan harga minimum dan maksimum LUNC pada tahun 2025 berkisar antara $0,0089 dan $0,028. Pakar lain, menganalisis kinerja LUNC sebelumnya, memperkirakan bahwa harga rata-ratanya pada tahun tersebut adalah $0,015.

Sementara coinpedia, memang tidak begitu optimis tentang masa depan Luna Classic. Prediksi LUNC akan diperdagangkan setinggi $0,002846 dan serendah $0,001094 pada tahun 2025. Harga rata-ratanya pada tahun tersebut adalah $0,001

Telegaon salah satu pengamat kripto terkenal optimis tentang masa depan LUNC pada tahun 2030. Lembaga ini memperkirakan bahwa LUNC akan diperdagangkan setinggi $5,23 dan serendah $1,93 pada tahun 2030, dengan harga rata-rata tersisa di $3,11. Nah, bayangkan jika dibeli dengan harga receh sekarang, yang justru sudah naik puluhan ribu persen. (den)

Dunia kripto memang selalu penuh kejutan dan dramatis. Bulan Mei 2022, Terra Luna Classic (LUNC) sempat anjlok hingga ke level 99,99 persen. Namun sekarang hampir dua pekan lebih sampai bulan September 2022, koin yang dulunya seharga Rp0,1-03 rupiah (0,000043000 USD), kini menyentuh level Rp8-9 rupiah (0,00059000 USD). Bayangkan, berapa keuntungan jika pemilik koin memiliki rata-rata minimal 100-500 juta LUNC. Pastinya Terra Luna Classic, salah satu altcoin yang kenaikannya mengungguli bitcoin membuat cuan maksimal?

Deny Hamdani, Kubu Raya

Darmadi, pemain kripto baru ditemui Pontianak Post di rumahnya Sungai Raya, Kubu Raya, seakan tidak percaya dengan kenaikan Terra Luna Classic. Dia terkejut dan shock karena memperoleh untung sangat maksimal. Tindakan beraninya tersebut dilakukan seusai membaca media online di harian Pontianak Post pada 16 Mei 2022 malam, soal keruntuhan dasar Terra Luna.

“Waktu itu, di tengah suasana santai bersama istri dan anak, saya baca berita online di Pontianak Post soal anjloknya LUNC. Saat anjlok parah saya masuk dan memutuskan beli. Membeli karena memang sebagian uang tabungan belum akan terpakai,” ucapnya.

Uang tabungan Darmadi senilai 50 juta dibelikannya LUNC pada salah satu platform exchanger besar luar negeri. Harganya berkisar 0,00004321. Didapatlah di wallet-nya coin LUNC sebanyak 192.307.692,307. Nah, hanya menunggu sekitar 4 bulan lebih, kini pundi-pundi uangnya justru naik tak terkendali. Dengan harga koin sekarang berada di level 8 menuju 10 rupiah dan terus naik turun, dana investasinya kemungkinan sudah di atas Rp1 miliar lebih atau kurang.

Baca Juga :  Harga Minyak Goreng di Kalbar masih Stabil

“192 juta LUNC tinggal dikalikan harga sekarang. Misal 8 koma atau 9 koma. Tetapi saya belum mau jual. Banyak pengamat bilang akan naik lagi menuju 15 sampai 20 rupiah membentuk new ATH,” katanya.

Alasan Darmadi tak menjual karena optimis harga LUNC akan terus naik hingga Rp100 rupiah. Apalagi berbagai media mainstream online di Kalbar dan luar negeri cukup tajam mengulas soal perkembangan kripto.

“Tunggu saja lah. Nanti kalau untung gede, saya pengin bagi-bagi termasuk ke abang juga,” katanya dengan nada sedikit bergurau.

Kebangkitan Terra Luna Classic (LUNC) memang mencuri perhatian jutaan pemain kripto seluruh dunia. Dikutip dari coinmarket dan coindesk, nilai crypto LUNC meningkat usai pengenalan burn tax 1,2 persen pada semua pertukaran. Token diperdagangkan capai US$ 0,00031131 selama seminggu. Bahkan pada saat berita ini ditulis nilainya sudah tinggi US$ 0,0005652 atau naik lebih dari 75% dalam 24 jam terakhir.

LUNC sendiri merupakan aset kripto berkinerja terbaik di bear market saat ini. Coin ini mampu bangkit, sejak ledakan historis pada bulan Mei lalu, di mana aset telah meningkat lebih dari 25.000 persen, selama empat bulan terakhir. Dalam 30 hari saja, LUNC naik 170,5 persen dan sudah 210 persen dalam 15 hari terakhir.

Sementara perbandingan kripto induk seperti, Bitcoin justru kehilangan lebih dari 15 persen nilainya selama 30 hari terakhir. Sementara Ethereum disebut ibunya Altcoin telah kehilangan sekitar 4-6 persen.

Faktor penyebab naiknya harga LUNC adalah komunitas Terra sendiri, ingin menghidupkan kembali ekosistem. Coin LUNA asli volume perdagangan mencapai US$ 7 triliun setelah runtuhnya ekosistem Terra.

Baca Juga :  Terra Luna Anjlok, Investor Menjerit Pilu hingga Bunuh Diri

Inflasi token akhirnya menyebabkan jatuhnya nilainya dari lebih dari US$120-80 menjadi kurang dari satu sen. Sejak itu, para pengembang telah menyerahkan tata kelola blockchain kepada komunitas, yang sekarang ingin menebus aset kripto teratas kembali.
Terra (LUNC) didirikan Daniel Shin dan Do Kwon, pada Januari 2018.

Meski masih terbilang baru, Terra berhasil menjalin sejumlah hubungan kemitraan dengan berbagai platform pembayaran, khususnya di kawasan Asia-Pasifik. Pada tahun 2019, Terra mengumumkan hubungan kemitraannya dengan Chai, sebuah aplikasi pembayaran seluler yang berbasis di Korea Selatan.

Meski banyak muncul kekhawatiran, LUNC boleh menjadi aset invetasi masa depan bagi yang berani berkalkulasi. Beragam analis berbeda tentang masa depan LUNC pada tahun 2025.

Telegaon misalnya memperkirakan harga minimum dan maksimum LUNC pada tahun 2025 berkisar antara $0,0089 dan $0,028. Pakar lain, menganalisis kinerja LUNC sebelumnya, memperkirakan bahwa harga rata-ratanya pada tahun tersebut adalah $0,015.

Sementara coinpedia, memang tidak begitu optimis tentang masa depan Luna Classic. Prediksi LUNC akan diperdagangkan setinggi $0,002846 dan serendah $0,001094 pada tahun 2025. Harga rata-ratanya pada tahun tersebut adalah $0,001

Telegaon salah satu pengamat kripto terkenal optimis tentang masa depan LUNC pada tahun 2030. Lembaga ini memperkirakan bahwa LUNC akan diperdagangkan setinggi $5,23 dan serendah $1,93 pada tahun 2030, dengan harga rata-rata tersisa di $3,11. Nah, bayangkan jika dibeli dengan harga receh sekarang, yang justru sudah naik puluhan ribu persen. (den)

Most Read

BRI Bedah Rumah Tak Layak Huni

Serahkan Barang Gratifikasi ke KPK

Target Juara Umum FASI XI

Artikel Terbaru

/