alexametrics
32.8 C
Pontianak
Monday, August 15, 2022

Pelabuhan Kijing Diharapkan Tekan Pengangguran 

PONTIANAK – Keberadaan Pelabuhan Internasional Kijing di Kabupaten Mempawah diharapkan dapat menyerap banyak tenaga kerja lokal. Tidak hanya dari aktivitas di pelabuhan, penyerapan tenaga kerja juga datang dari sejumlah industri yang akan dibangun di wilayah itu. Dengan begitu, angka pengangguran diharapkan menurun.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalimantan Barat (Kalbar), Manto meyakini pelabuhan yang akan diresmikan tahun ini itu mampu menyerap banyak tenaga kerja. Dia mengatakan, ada sejumlah sektor usaha yang tengah dibangun dan berdampak pada pembukaan lapangan kerja baru.

“Sektor perkebunan dan pertambangan tahun ini mungkin akan banyak membuka lapangan kerja baru, terutama untuk wilayah Kijing. Ada pabrik untuk industri alumina, sawit, dan lain sebagainya,” ungkap dia.

Menurutnya, perusahaan-perusahaan besar yang telah membangun pabrik, saat ini dalam proses merekrut tenaga kerja yang mereka butuhkan. Pihaknya belum bisa memastikan berapa banyak tenaga kerja yang akan terserap dari aktivitas di Pelabuhan Internasional Kijing serta industri yang ada di sekitarnya. Namun begitu, dia yakin dengan terserapnya tenaga kerja baru akan menurunkan angka pengangguran di provinsi ini.

Baca Juga :  Pelindo Bagikan Ribuan Paket Sembako ke Desa Terdampak Pembangunan Kijing

Berdasarkan Hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) terbaru yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kalbar pada November 2020 yang lalu,  menyebutkan jumlah angkatan kerja di Kalbar hingga Agustus 2020 mencapai 2,61 juta orang. Dari data itu, jumlah pengangguran yang tercermin dari nilai TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka) tercatat sebesar 5,81 persen atau naik 1,46 persen poin terhadap keadaan Agustus 2019 sebesar 4,35 persen.

Koordinator Wilayah Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Kalbar, Suherman menyambut baik keberadaan Pelabuhan Internasional Kijing yang diyakini akan menyerap banyak tenaga kerja. Dengan terserapnya tenaga kerja, kata dia, maka angka pengangguran dapat ditekan, mengingat saat ini pemutusan hubungan kerja (PHK) efek dari pandemi covid-19 masih terjadi

Baca Juga :  Peresmian Pelabuhan Kijing, Pemkab Tunggu Kepastian Pelindo

“Semoga pengangguran yang terdampak covid bisa diutamakan untuk direkrut,” tutur dia.

Pihaknya berharap tenaga kerja yang terserap nantinya didominasi pekerja lokal. Jika pun ada tenaga asing, kata dia, hendaknya pada posisi yang tidak mampu diisi oleh tenaga lokal. Jangan sampai, tuturnya, masyarakat lokal hanya menjadi penonton.

“Kalau ada tenaga asing, diharapkan bisa sambil dibimbing tenaga kerja lokal agar punya kompetensi yang diharapkan,” pungkas dia. (sti)

PONTIANAK – Keberadaan Pelabuhan Internasional Kijing di Kabupaten Mempawah diharapkan dapat menyerap banyak tenaga kerja lokal. Tidak hanya dari aktivitas di pelabuhan, penyerapan tenaga kerja juga datang dari sejumlah industri yang akan dibangun di wilayah itu. Dengan begitu, angka pengangguran diharapkan menurun.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalimantan Barat (Kalbar), Manto meyakini pelabuhan yang akan diresmikan tahun ini itu mampu menyerap banyak tenaga kerja. Dia mengatakan, ada sejumlah sektor usaha yang tengah dibangun dan berdampak pada pembukaan lapangan kerja baru.

“Sektor perkebunan dan pertambangan tahun ini mungkin akan banyak membuka lapangan kerja baru, terutama untuk wilayah Kijing. Ada pabrik untuk industri alumina, sawit, dan lain sebagainya,” ungkap dia.

Menurutnya, perusahaan-perusahaan besar yang telah membangun pabrik, saat ini dalam proses merekrut tenaga kerja yang mereka butuhkan. Pihaknya belum bisa memastikan berapa banyak tenaga kerja yang akan terserap dari aktivitas di Pelabuhan Internasional Kijing serta industri yang ada di sekitarnya. Namun begitu, dia yakin dengan terserapnya tenaga kerja baru akan menurunkan angka pengangguran di provinsi ini.

Baca Juga :  Berawal dari Proyek Sosial, Vania Sukses Buka Usaha Fashion Ramah Lingkungan

Berdasarkan Hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) terbaru yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kalbar pada November 2020 yang lalu,  menyebutkan jumlah angkatan kerja di Kalbar hingga Agustus 2020 mencapai 2,61 juta orang. Dari data itu, jumlah pengangguran yang tercermin dari nilai TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka) tercatat sebesar 5,81 persen atau naik 1,46 persen poin terhadap keadaan Agustus 2019 sebesar 4,35 persen.

Koordinator Wilayah Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Kalbar, Suherman menyambut baik keberadaan Pelabuhan Internasional Kijing yang diyakini akan menyerap banyak tenaga kerja. Dengan terserapnya tenaga kerja, kata dia, maka angka pengangguran dapat ditekan, mengingat saat ini pemutusan hubungan kerja (PHK) efek dari pandemi covid-19 masih terjadi

Baca Juga :  Peresmian Pelabuhan Kijing, Pemkab Tunggu Kepastian Pelindo

“Semoga pengangguran yang terdampak covid bisa diutamakan untuk direkrut,” tutur dia.

Pihaknya berharap tenaga kerja yang terserap nantinya didominasi pekerja lokal. Jika pun ada tenaga asing, kata dia, hendaknya pada posisi yang tidak mampu diisi oleh tenaga lokal. Jangan sampai, tuturnya, masyarakat lokal hanya menjadi penonton.

“Kalau ada tenaga asing, diharapkan bisa sambil dibimbing tenaga kerja lokal agar punya kompetensi yang diharapkan,” pungkas dia. (sti)

Most Read

Artikel Terbaru

/