alexametrics
25 C
Pontianak
Sunday, May 29, 2022

Target Penerimaan Bea Cukai KPPBC Pontianak Turun Drastis

PONTIANAK – Target penerimaan bea dan cukai oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Pontianak di tahun ini turun signifikan. Penurunan target ini ini seiring dengan turunnya tarif kepabeaan serta pertimbangan angka pertumbuhan ekonomi.

“Tahun ini targetnya menurun. Target penerimaan ini dihitung dari target tren pertumbuhan ekonomi, kemudian banyak tarif bea masuk yang memang turun,” ungkap Kepala KPPBC Pontianak, Achmad Wahyudi, saat kegiatan Customs Award, di kantor KPPBC Pontianak, Selasa (10/3).

Lebih rinci dia menyebutkan, tahun lalu target penerimaan pajak sebesar Rp260 miliar, dengan realisasinya sebesar Rp276 miliar atau 108 persen melebihi target. Target di tahun ini, penurunannya sangat drastis. Pihaknya tahun ini hanya diberi target penerimaan sebesar Rp168 miliar, dengan rincian , bea masuk Rp32 miliar, Bea Keluar Rp134,3 miliar, serta cukai Rp1,6 miliar. Adapun per 2 maret 2020, angka penerimaan bea dan cukai tercapai sebesar Rp37,1 miliar atau 22,09 persen dari total target.

Baca Juga :  Hotel Orchardz Sajikan Menu Khas Kota Pontianak

Ekspor diakuinya memberikan kontribusi yang paling besar terhadap penerimaan bea keluar. Namun begitu, sejauh ini yang ia lihat, komoditas ekspor rata-rata masih dalam bentuk bahan baku, terutama untuk produk-produk pertanian. “Ekspor selama ini masih dalam bentuk bahan baku, sebut saja seperti kelapa bulat yang dikirim ke China,” kata dia.

Menurutnya, suatu barang akan dihargai dengan nilai yang tinggi apabila barang tersebut diolah terlebih dahulu. Sehingga yang diekspor nanti, bukan dalam bentuk bahan baku, melainkan produk turunannya yang sudah pasti dihargai lebih mahal. Dari sisi penerimaan bea keluar, juga pasti akan mengalami peningkatan.

Karena itu, dia berharap pihak-pihak terkait dapat menggenjot industri pengolahan produk-produk berbasis ekspor, sehingga produk yang dikirim itu memiliki nilai lebih karena bukan merupakan bahan baku. “Kita akan sangat mendorong produk yang ada di sini untuk  diolah dulu untuk kemudian diekspor,” kata dia.

Lebih lanjut dia menjelaskan, untuk memaksimalkan penerimaan bea dan cukai, pihaknya ingin lebih dekat dengan para pengguna jasanya, baik eksportir maupun importir.  Kegiatan Customs Award, yang digelar kemarin, merupakan salah satu ikhtiarnya untuk lebih dekat dengan pengguna jasa kepabeaan. Dalam kegiatan itu, pihaknya memberikan penghargaan kepada para pengguna jasa yang tertib dalam menerapkan aturan perpajakan untuk perdagangan ekspor dan impor.

Baca Juga :  Konsumsi Rokok Remaja Capai Rp 68,14 M

“Kita harus dekat dengan pengguna jasa, supaya kita bisa lebih baik, dan pengguna jasa bisa patuh dengan aturan yang ada,” kata dia.

Kegiatan Customs Award tersebut memberikan penghargaan bagi pengguna jasa KPPBC Pontianak. Ada empat macam kategori penghargaan yang diberikan, antara lain, Kontributor Bea Masuk terbesar, Kontributor Bea Keluar terbesar, Pengguna Jasa Tervaforit, serta Pengguna Jasa Terpatuh. Achmad menyatakan penghargaan ini dilakukan juga untuk mendorong semangat pengguna jasa dalam rangka meningkatkan kepatuhan dalam pembayaran bea masuk dan bea keluar. (sti)

 

PONTIANAK – Target penerimaan bea dan cukai oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Pontianak di tahun ini turun signifikan. Penurunan target ini ini seiring dengan turunnya tarif kepabeaan serta pertimbangan angka pertumbuhan ekonomi.

“Tahun ini targetnya menurun. Target penerimaan ini dihitung dari target tren pertumbuhan ekonomi, kemudian banyak tarif bea masuk yang memang turun,” ungkap Kepala KPPBC Pontianak, Achmad Wahyudi, saat kegiatan Customs Award, di kantor KPPBC Pontianak, Selasa (10/3).

Lebih rinci dia menyebutkan, tahun lalu target penerimaan pajak sebesar Rp260 miliar, dengan realisasinya sebesar Rp276 miliar atau 108 persen melebihi target. Target di tahun ini, penurunannya sangat drastis. Pihaknya tahun ini hanya diberi target penerimaan sebesar Rp168 miliar, dengan rincian , bea masuk Rp32 miliar, Bea Keluar Rp134,3 miliar, serta cukai Rp1,6 miliar. Adapun per 2 maret 2020, angka penerimaan bea dan cukai tercapai sebesar Rp37,1 miliar atau 22,09 persen dari total target.

Baca Juga :  All New Aerox 155 Hadir di Kalbar

Ekspor diakuinya memberikan kontribusi yang paling besar terhadap penerimaan bea keluar. Namun begitu, sejauh ini yang ia lihat, komoditas ekspor rata-rata masih dalam bentuk bahan baku, terutama untuk produk-produk pertanian. “Ekspor selama ini masih dalam bentuk bahan baku, sebut saja seperti kelapa bulat yang dikirim ke China,” kata dia.

Menurutnya, suatu barang akan dihargai dengan nilai yang tinggi apabila barang tersebut diolah terlebih dahulu. Sehingga yang diekspor nanti, bukan dalam bentuk bahan baku, melainkan produk turunannya yang sudah pasti dihargai lebih mahal. Dari sisi penerimaan bea keluar, juga pasti akan mengalami peningkatan.

Karena itu, dia berharap pihak-pihak terkait dapat menggenjot industri pengolahan produk-produk berbasis ekspor, sehingga produk yang dikirim itu memiliki nilai lebih karena bukan merupakan bahan baku. “Kita akan sangat mendorong produk yang ada di sini untuk  diolah dulu untuk kemudian diekspor,” kata dia.

Lebih lanjut dia menjelaskan, untuk memaksimalkan penerimaan bea dan cukai, pihaknya ingin lebih dekat dengan para pengguna jasanya, baik eksportir maupun importir.  Kegiatan Customs Award, yang digelar kemarin, merupakan salah satu ikhtiarnya untuk lebih dekat dengan pengguna jasa kepabeaan. Dalam kegiatan itu, pihaknya memberikan penghargaan kepada para pengguna jasa yang tertib dalam menerapkan aturan perpajakan untuk perdagangan ekspor dan impor.

Baca Juga :  Hotel Orchardz Sajikan Menu Khas Kota Pontianak

“Kita harus dekat dengan pengguna jasa, supaya kita bisa lebih baik, dan pengguna jasa bisa patuh dengan aturan yang ada,” kata dia.

Kegiatan Customs Award tersebut memberikan penghargaan bagi pengguna jasa KPPBC Pontianak. Ada empat macam kategori penghargaan yang diberikan, antara lain, Kontributor Bea Masuk terbesar, Kontributor Bea Keluar terbesar, Pengguna Jasa Tervaforit, serta Pengguna Jasa Terpatuh. Achmad menyatakan penghargaan ini dilakukan juga untuk mendorong semangat pengguna jasa dalam rangka meningkatkan kepatuhan dalam pembayaran bea masuk dan bea keluar. (sti)

 

Most Read

3,4 Juta Orang Konsumsi Narkoba

220 SMK Ikut Asesmen Nasional

Bantu Mahasiswa STAIM

Manulife Peduli Kesehatan Nasabah

Artikel Terbaru

/