alexametrics
25.3 C
Pontianak
Friday, August 12, 2022

Berbuka Puasa di Hotel Maestro Ditemani Senja Sore

PONTIANAK – Momen berbuka puasa kerap dinikmati bersama keluarga, teman, hingga rekan kerja. Momen tersebut terasa lebih istimewa ketika ditemani dengan menu-menu spesial penggugah selera. Karena itulah, Hotel Maestro Pontianak, menyediakan paket menu Ramadan yang dapat dinikmati pada saat berbuka puasa bersama.

Kepala Chef Hotel Maestro Sutrisno mengatakan, tema menu Ramadan tahun ini adalah  Warisan Nusantara. Diambilnya tema ini, karena menu-menu yang diangkat adalah menu tradisional yang sudah akrab dengan lidah orang lokal.

“Menu-menu yang tersedia itu, antara lain nasi bakar, soto ayam, hingga ayam bakar madu. Selain itu sotong pangkong sebagai makanan khas Ramadan di Pontianak,” katanya.

Aneka camilan seperti gorengan, bingke, kue sus, dan lain sebagainya juga tersedia. Termasuk minuman segar, kurma, dan lain sebagainya. Menu akan berganti setiap harinya. Pengunjung juga bisa memesan menu yang dinginkan.

Baca Juga :  Usaha Kecil Babak Belur

“Kalau harga per paket Rp85 ribu all you can eat. Beli 10 paket free 1 dan apabila pesan 25 paket kita pakai free tabel decor,” katanya.

General Manager Hotel Maestro, Yuliardi Qamal, menilai kenikmatan berbuka puasa di Hotel Maestro menurutnya juga terletak pada pemandangan kota Pontianak yang dapat diliat dari rooftop. Sembari menunggu waktu berbuka, pengunjung bisa menikmati senja sore yang indah.

Di sisi lain, pihaknya memastikan, penyelenggaraan momen berbuka puasa bersama, mengatakantetap menjalankan protokol kesehatan bagi fasilitas, tamu, dan karyawan.

“Kami sudah menerapkan langkah antisipasi, dengan mewajibkan pengunjung mencuci tangan dan memakai masker. Kami juga melakukan skrining dengan pemeriksaan suhu tubuh. Apabila susu tubuh pengunjung di atas 37 derajat, maka kami meminta untuk tidak masuk terlebih dahulu. Apabila setelah beberapa saat diperiksa lagi, namun suhunya masih di atas 37 derajat, maka kami tidak membolehkan pengunjung dimaksud masuk ke hotel,” tuturnya.

Baca Juga :  Dukung Kemajuan Mahasiswa, BRI Kembali Buka Beasiswa BRILiaN Scholarship

Langkah lainnya yang ditempuh, kata dia, adalah menjaga jarak dengan membatasi jumlah kursi dalam satu meja. Meski hal tersebut akan berpotensi mengurangi jumlah maksimal pengunjung, namun kondisi ini akan lebih memberikan rasa aman kepada mereka dari potensi tertular. (sti)

PONTIANAK – Momen berbuka puasa kerap dinikmati bersama keluarga, teman, hingga rekan kerja. Momen tersebut terasa lebih istimewa ketika ditemani dengan menu-menu spesial penggugah selera. Karena itulah, Hotel Maestro Pontianak, menyediakan paket menu Ramadan yang dapat dinikmati pada saat berbuka puasa bersama.

Kepala Chef Hotel Maestro Sutrisno mengatakan, tema menu Ramadan tahun ini adalah  Warisan Nusantara. Diambilnya tema ini, karena menu-menu yang diangkat adalah menu tradisional yang sudah akrab dengan lidah orang lokal.

“Menu-menu yang tersedia itu, antara lain nasi bakar, soto ayam, hingga ayam bakar madu. Selain itu sotong pangkong sebagai makanan khas Ramadan di Pontianak,” katanya.

Aneka camilan seperti gorengan, bingke, kue sus, dan lain sebagainya juga tersedia. Termasuk minuman segar, kurma, dan lain sebagainya. Menu akan berganti setiap harinya. Pengunjung juga bisa memesan menu yang dinginkan.

Baca Juga :  Dukung Kemajuan Mahasiswa, BRI Kembali Buka Beasiswa BRILiaN Scholarship

“Kalau harga per paket Rp85 ribu all you can eat. Beli 10 paket free 1 dan apabila pesan 25 paket kita pakai free tabel decor,” katanya.

General Manager Hotel Maestro, Yuliardi Qamal, menilai kenikmatan berbuka puasa di Hotel Maestro menurutnya juga terletak pada pemandangan kota Pontianak yang dapat diliat dari rooftop. Sembari menunggu waktu berbuka, pengunjung bisa menikmati senja sore yang indah.

Di sisi lain, pihaknya memastikan, penyelenggaraan momen berbuka puasa bersama, mengatakantetap menjalankan protokol kesehatan bagi fasilitas, tamu, dan karyawan.

“Kami sudah menerapkan langkah antisipasi, dengan mewajibkan pengunjung mencuci tangan dan memakai masker. Kami juga melakukan skrining dengan pemeriksaan suhu tubuh. Apabila susu tubuh pengunjung di atas 37 derajat, maka kami meminta untuk tidak masuk terlebih dahulu. Apabila setelah beberapa saat diperiksa lagi, namun suhunya masih di atas 37 derajat, maka kami tidak membolehkan pengunjung dimaksud masuk ke hotel,” tuturnya.

Baca Juga :  BNI Pertahankan Ekspansi Solid, Laba Kuartal I 2022 Tumbuh 63,2 Persen

Langkah lainnya yang ditempuh, kata dia, adalah menjaga jarak dengan membatasi jumlah kursi dalam satu meja. Meski hal tersebut akan berpotensi mengurangi jumlah maksimal pengunjung, namun kondisi ini akan lebih memberikan rasa aman kepada mereka dari potensi tertular. (sti)

Most Read

Artikel Terbaru

/