alexametrics
25 C
Pontianak
Friday, May 20, 2022

Penjualan Ritel Diperkirakan Membaik

PONTIANAK – Seiring pertumbuhan tahunan Indeks Penjualan Riil (IPR) pada Juni 2021 sebesar 2,5% (yoy), pada Juli 2021 Bank Indonesia memperkirakan kinerja penjualan eceran secara bulanan membaik. Hal ini berdasarkan survei kepada sejumlah pelaku usaha ritel.

“Responden memprakirakan kinerja penjualan eceran secara bulanan membaik. Hal ini tercermin dari berkurangnya kontraksi IPR Juli 2021 secara bulanan menjadi sebesar -8,3% (mtm), membaik dari -12,8% (mtm) pada Juni 2021,” ujar Direktur Dekom Erwin Haryono.

Perbaikan tersebut ditopang oleh peningkatan kinerja penjualan Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau. Responden menyampaikan permintaan untuk kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau diprakirakan masih cukup baik didukung berbagai strategi seperti penjualan secara online/pesan antar yang meningkat seiring dengan kebijakan pembatasan mobilitas. Secara tahunan, penjualan eceran Juli 2021 terkontraksi 6,2% (yoy), terutama pada Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi, Barang Budaya dan Rekreasi, dan Subkelompok Sandang.

Baca Juga :  Berharap Bangkit Tahun ini

Dari sisi harga, responden memprakirakan tekanan inflasi pada September diprakirakan menurun dan pada Desember diprakirakan meningkat. Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) pada September sebesar 112,7, menurun dari bulan sebelumnya, didukung pasokan yang cukup karena distribusi barang yang lancar. Sementara itu, IEH Desember sebesar 129,3, lebih tinggi dari capaian pada bulan sebelumnya sebesar 119,9 didorong oleh tingginya permintaan dan berkurangnya ketersediaan barang saat HBKN Natal dan persiapan Tahun Baru.

“Hasil Survei Penjualan Eceran[1] (SPE) itu mengindikasikan kinerja penjualan eceran terbatas dibandingkan dengan capaian pada bulan sebelumnya. Responden menyampaikan hal tersebut disebabkan menurunnya permintaan masyarakat sejalan dengan kembali normalnya konsumsi masyarakat pasca Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri, khususnya pada Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau,” pungkasnya. (ars)

PONTIANAK – Seiring pertumbuhan tahunan Indeks Penjualan Riil (IPR) pada Juni 2021 sebesar 2,5% (yoy), pada Juli 2021 Bank Indonesia memperkirakan kinerja penjualan eceran secara bulanan membaik. Hal ini berdasarkan survei kepada sejumlah pelaku usaha ritel.

“Responden memprakirakan kinerja penjualan eceran secara bulanan membaik. Hal ini tercermin dari berkurangnya kontraksi IPR Juli 2021 secara bulanan menjadi sebesar -8,3% (mtm), membaik dari -12,8% (mtm) pada Juni 2021,” ujar Direktur Dekom Erwin Haryono.

Perbaikan tersebut ditopang oleh peningkatan kinerja penjualan Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau. Responden menyampaikan permintaan untuk kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau diprakirakan masih cukup baik didukung berbagai strategi seperti penjualan secara online/pesan antar yang meningkat seiring dengan kebijakan pembatasan mobilitas. Secara tahunan, penjualan eceran Juli 2021 terkontraksi 6,2% (yoy), terutama pada Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi, Barang Budaya dan Rekreasi, dan Subkelompok Sandang.

Baca Juga :  Tingkatkan Produktivitas Pertanian, PLN dan Kementan Kembangkan Eduwisata Smart Greenhouse

Dari sisi harga, responden memprakirakan tekanan inflasi pada September diprakirakan menurun dan pada Desember diprakirakan meningkat. Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) pada September sebesar 112,7, menurun dari bulan sebelumnya, didukung pasokan yang cukup karena distribusi barang yang lancar. Sementara itu, IEH Desember sebesar 129,3, lebih tinggi dari capaian pada bulan sebelumnya sebesar 119,9 didorong oleh tingginya permintaan dan berkurangnya ketersediaan barang saat HBKN Natal dan persiapan Tahun Baru.

“Hasil Survei Penjualan Eceran[1] (SPE) itu mengindikasikan kinerja penjualan eceran terbatas dibandingkan dengan capaian pada bulan sebelumnya. Responden menyampaikan hal tersebut disebabkan menurunnya permintaan masyarakat sejalan dengan kembali normalnya konsumsi masyarakat pasca Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri, khususnya pada Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau,” pungkasnya. (ars)

Most Read

Artikel Terbaru

/