alexametrics
27 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Terlilit Pinjol Ilegal

Tidak sedikit masyarakat menjadi korban pinjaman online (pinjol) ilegal yang menawarkan dana cepat namun bunga yang besar. Penagihannya yang kebanyakan dengan cara meneror, membuat si peminjam merasa terancam. Bagaimana mengatasinya?

Oleh : Siti Sulbiyah

Berbagai ancaman meneror kehidupan Galih, setelah dirinya meminjam uang pada pinjaman online atau pinjol. Ancaman itu ia terima melalui telepon dan pesan singkat. Teman dan keluarganya juga menjadi sasaran teror.

“(Pinjol) mengancam untuk menyebarkan data pribadi. Terus telpon nomor kontak kawan-kawan dan keluarga,” tutur dia.

Wanita berusia 22 tahun itu tak tahu persis apakah perusahaan yang memberi pinjaman padanya merupakan perusahaan resmi yang telah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ia memberanikan diri karena nominal yang dipinjam terbilang kecil. Uang sebesar Rp700 ribu ia pinjam sebagai modal usaha kue.

Namun, uang yang semestinya ditransfer sebesar Rp700 ribu, hanya diberikan Rp300 ribu saja. Karena merasa ditipu, pinjaman itu lantas ia kembalikan. Tetapi justru teror itu dimulai dari sini. “Mereka (si pemberi pinjaman) mengaku transferan uang yang dikembalikan tidak masuk. Teror berlanjut,” tutur dia.

Setelah ditelusuri, ternyata pinjol yang dimanfaatkan oleh Galih telah dinyatakan ilegal oleh Satgas Waspada Investasi (SWI) pada April 2020 yang lalu.

Nurhaida, Wakil Ketua Komisioner OJK menilai kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan pinjaman dengan cepat telah dimanfaatkan oleh pelaku pinjaman online ilegal (pinjol ilegal).

“Masyarakat butuh pinjaman segera, lalu tersedia tawaran pinjaman dengan proses yang cepat dan mudah, sehingga masyarakat tidak lagi melihat suku bunganya berapa, fee-nya berapa, dendanya terbatas atau tidak, bagaimana mereka menagih. Kadang di awal masyarakat tidak menanyakan, dan pihak pinjol juga tidak menyebutkan,” ungkapnya.

Baca Juga :  ASTON Pontianak Bersama AMSIH Serahkan Bantuan Bencana Banjir Kalbar

Menurutnya, ada ciri-ciri umum pinjol ilegal, yakni menetapkan suku yang tinggi, fee yang besar, denda tidak terbatas, serta teror dan intimidasi saat menagih pinjaman. Intimidasi saat menagih itu seperti ancaman penyebaran data pribadi, penagihan kepada seluruh kontak telepon selular dengan cara meneror, serta penagihan dengan kata kasar dan pelecehan seksual.

Dia mengakui penawaran yang diberikan kepada masyarakat masih marak dilakukan  oleh pinjol ilegal. pihaknya Total pinjol ilegal yang telah dihentikan sampai dengan Juli 2021 sebanyak  3.365 entitas. Meski telah banyak dihentikan, namun pinjol ilegal masih saja menjamur.

“Itu karena kemudahan mengunggah aplikasi, situs, atau website. Selain itu, kesulitan pemberantasan pinjol ilegal ini dikarenakan lokasi server banyak ditempatkan di luar negeri,” jelasnya.

Bagaimana ciri-ciri pinjol ilegal? Menurut Nurhaida, ciri pinjol ilegal utamanya adalah tidak memiliki Izin resmi dari OJK, tidak ada Identitas pengurus dan alamat kantor yang jelas, pemberian pinjaman sangat mudah, serta bunga atau biaya pinjaman tidak jelas bahkan tidak terbatas. Aturan OJK, untuk total biaya pinjaman maksimal 0,8 persen per hari.

Ciri lainnya, tambah dia, dalam penagihan terdapat ancaman teror kekerasan, penghinaan, pencemaran nama baik, menyebarkan foto ataupun video pribadi. Selain itu, tidak ada layanan pengaduan, serta penawaran melalui pesan singkat, atau saluran komunikasi pribadi lain tanpa izin, juga merupakan ciri pinjol ilegal.**

Baca Juga :  Cattleya Grand Ballroom Orchardz Hotel Ayani Pontianak

Tips Terlanjur Pinjam

Apabila sudah terlanjur meminjam di pinjol ilegal, Wakil Ketua Komisioner OJK, Nurhaida menyarankan agar segera dilunasi sebab bunga dan dendanya sangat besar. Tak hanya itu, ketika sudah mengetahui bahwa tempat meminjam di perusahaan pinjol yang tidak terdapat izin dari OJK, maka disarankan untuk membuat laporan ke Satgas Waspada Investasi (SWI).

Lalu bagaimana jika belum punya kemampuan untuk melunasi? Dia menyarankan untuk mengajukan restrukturisasi berupa pengurangan bunga, perpanjangan jangka waktu, penghapusan denda, dan lain sebagainya.

“Ketika bunga sudah tinggi, dendanya besar, sehingga kewajiban untuk membayar semakin besar, maka cobalah untuk melakukan pembicaraan kepada si pemberi pinjaman untuk bisa diberikan jangka waktu yang lebih panjang, menghapus danda, atau lainnya untuk mengurangi beban pinjaman. Bagaimanapun yang namanya pinjaman harus tetap dilunasi oleh si peminjam,” jelasnya.

Apabila sudah jatuh tempo dan tidak mampu membayar, ia mengimbau untuk tidak mencari pinjaman baru untuk membayar utang lama. “Jangan sampai jadi gali lobang tutup lobang. Sehingga si peminjam akan terjerat pada hutang yang tidak bisa dibayar,” katanya.

Apa yang bisa dilakukan ketika mendapatkan penagihan yang tidak beretika seperti meneror, mengintimidasi, hingga melecehkan? Menurutnya, hal yang bisa dilakukan ketika mendapatkan penagihan seperti itu adalah dengan memblokir semua nomor kontak yang mengirim teror, serta memberi tahu ke seluruh kontak yang ada apabila mendapatkan pesan tentang pinjol agar diabaikan.

“Segera lapor ke polisi dan lampirkan laporan polisis tersebut ke kontak penagih yang masih muncul,” pungkasnya. (sti)

Tidak sedikit masyarakat menjadi korban pinjaman online (pinjol) ilegal yang menawarkan dana cepat namun bunga yang besar. Penagihannya yang kebanyakan dengan cara meneror, membuat si peminjam merasa terancam. Bagaimana mengatasinya?

Oleh : Siti Sulbiyah

Berbagai ancaman meneror kehidupan Galih, setelah dirinya meminjam uang pada pinjaman online atau pinjol. Ancaman itu ia terima melalui telepon dan pesan singkat. Teman dan keluarganya juga menjadi sasaran teror.

“(Pinjol) mengancam untuk menyebarkan data pribadi. Terus telpon nomor kontak kawan-kawan dan keluarga,” tutur dia.

Wanita berusia 22 tahun itu tak tahu persis apakah perusahaan yang memberi pinjaman padanya merupakan perusahaan resmi yang telah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ia memberanikan diri karena nominal yang dipinjam terbilang kecil. Uang sebesar Rp700 ribu ia pinjam sebagai modal usaha kue.

Namun, uang yang semestinya ditransfer sebesar Rp700 ribu, hanya diberikan Rp300 ribu saja. Karena merasa ditipu, pinjaman itu lantas ia kembalikan. Tetapi justru teror itu dimulai dari sini. “Mereka (si pemberi pinjaman) mengaku transferan uang yang dikembalikan tidak masuk. Teror berlanjut,” tutur dia.

Setelah ditelusuri, ternyata pinjol yang dimanfaatkan oleh Galih telah dinyatakan ilegal oleh Satgas Waspada Investasi (SWI) pada April 2020 yang lalu.

Nurhaida, Wakil Ketua Komisioner OJK menilai kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan pinjaman dengan cepat telah dimanfaatkan oleh pelaku pinjaman online ilegal (pinjol ilegal).

“Masyarakat butuh pinjaman segera, lalu tersedia tawaran pinjaman dengan proses yang cepat dan mudah, sehingga masyarakat tidak lagi melihat suku bunganya berapa, fee-nya berapa, dendanya terbatas atau tidak, bagaimana mereka menagih. Kadang di awal masyarakat tidak menanyakan, dan pihak pinjol juga tidak menyebutkan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ekspor di PLBN Aruk Kian Menggeliat, Perlu Dorong Produk Olahan

Menurutnya, ada ciri-ciri umum pinjol ilegal, yakni menetapkan suku yang tinggi, fee yang besar, denda tidak terbatas, serta teror dan intimidasi saat menagih pinjaman. Intimidasi saat menagih itu seperti ancaman penyebaran data pribadi, penagihan kepada seluruh kontak telepon selular dengan cara meneror, serta penagihan dengan kata kasar dan pelecehan seksual.

Dia mengakui penawaran yang diberikan kepada masyarakat masih marak dilakukan  oleh pinjol ilegal. pihaknya Total pinjol ilegal yang telah dihentikan sampai dengan Juli 2021 sebanyak  3.365 entitas. Meski telah banyak dihentikan, namun pinjol ilegal masih saja menjamur.

“Itu karena kemudahan mengunggah aplikasi, situs, atau website. Selain itu, kesulitan pemberantasan pinjol ilegal ini dikarenakan lokasi server banyak ditempatkan di luar negeri,” jelasnya.

Bagaimana ciri-ciri pinjol ilegal? Menurut Nurhaida, ciri pinjol ilegal utamanya adalah tidak memiliki Izin resmi dari OJK, tidak ada Identitas pengurus dan alamat kantor yang jelas, pemberian pinjaman sangat mudah, serta bunga atau biaya pinjaman tidak jelas bahkan tidak terbatas. Aturan OJK, untuk total biaya pinjaman maksimal 0,8 persen per hari.

Ciri lainnya, tambah dia, dalam penagihan terdapat ancaman teror kekerasan, penghinaan, pencemaran nama baik, menyebarkan foto ataupun video pribadi. Selain itu, tidak ada layanan pengaduan, serta penawaran melalui pesan singkat, atau saluran komunikasi pribadi lain tanpa izin, juga merupakan ciri pinjol ilegal.**

Baca Juga :  Himbara Tegaskan Komitmen Mitra Strategis Pemerintah

Tips Terlanjur Pinjam

Apabila sudah terlanjur meminjam di pinjol ilegal, Wakil Ketua Komisioner OJK, Nurhaida menyarankan agar segera dilunasi sebab bunga dan dendanya sangat besar. Tak hanya itu, ketika sudah mengetahui bahwa tempat meminjam di perusahaan pinjol yang tidak terdapat izin dari OJK, maka disarankan untuk membuat laporan ke Satgas Waspada Investasi (SWI).

Lalu bagaimana jika belum punya kemampuan untuk melunasi? Dia menyarankan untuk mengajukan restrukturisasi berupa pengurangan bunga, perpanjangan jangka waktu, penghapusan denda, dan lain sebagainya.

“Ketika bunga sudah tinggi, dendanya besar, sehingga kewajiban untuk membayar semakin besar, maka cobalah untuk melakukan pembicaraan kepada si pemberi pinjaman untuk bisa diberikan jangka waktu yang lebih panjang, menghapus danda, atau lainnya untuk mengurangi beban pinjaman. Bagaimanapun yang namanya pinjaman harus tetap dilunasi oleh si peminjam,” jelasnya.

Apabila sudah jatuh tempo dan tidak mampu membayar, ia mengimbau untuk tidak mencari pinjaman baru untuk membayar utang lama. “Jangan sampai jadi gali lobang tutup lobang. Sehingga si peminjam akan terjerat pada hutang yang tidak bisa dibayar,” katanya.

Apa yang bisa dilakukan ketika mendapatkan penagihan yang tidak beretika seperti meneror, mengintimidasi, hingga melecehkan? Menurutnya, hal yang bisa dilakukan ketika mendapatkan penagihan seperti itu adalah dengan memblokir semua nomor kontak yang mengirim teror, serta memberi tahu ke seluruh kontak yang ada apabila mendapatkan pesan tentang pinjol agar diabaikan.

“Segera lapor ke polisi dan lampirkan laporan polisis tersebut ke kontak penagih yang masih muncul,” pungkasnya. (sti)

Most Read

Artikel Terbaru

/