alexametrics
31.7 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Di ALBN Sungai Ambawang, Sehari Cuma Beroperasi Dua Bus

PONTIANAK – Jumlah penumpang angkutan darat di Kalimantan Barat (Kalbar) turun drastis. Di Terminal ALBN Sungai Ambawang misalnya, dalam sehari hanya ada dua unit bus yang beroperasi. Anjloknya arus penumpang di terminal tersebut telah berlangsung sejak pertengahan Maret tahun ini.

“Rata-rata hanya dua unit bus per hari,  dan sesuai data yang ada diterminal hanya Bus Damri. Untuk bus lain saya kurang tau, karena tidak masuk terminal sejak pendemi corona,” ungkap Korsatpel Terminal ALBN Sungai Ambawang, Kristianto, Rabu (13/5).

Penurunan jumlah angkutan bus yang berangkat maupun pergi ini, terjadi seiring dengan penurunan jumlah penumpangnya. Sebagai contohnya, kata dia, pada 12 Mei 2020, kemarin,  hanya ada satu keberangkatan bus malam dengan penumpang 11 orang, dan kedatangan dua bus subuh, dengan jumlah penumpang 20 orang saja. Para penumpang tersebut merupakan gabungan dari penumpang dengan tujuan daerah yang berbeda-beda.

Baca Juga :  Putus Mata Rantai Penyebaran Covid-19, Bandara Internasional Supadio Kucurkan Bantuan Program Bina Lingkungan Monumental dan Kemitraan

“Sekarang ini sudah sangat sepi, kadang hanya 15 orang satu bus. Itu pun gabungan, ada yang tujuan Nanga Pinoh, ada yang Sintang,” kata dia.

Penurunan arus penumpang di terminal tersebut sudah dirasakan ketika pandemi Covid-19 ini terkonfirmasi ke Kalbar. Tepatnya pada pertengahan Maret yang lalu. Catatan pihaknya, pada Februari 2020 jumlah penumpang yang datang dan berangkat sebanyak 7.686 dan 11.637. Sementara pada bulan Maret, terjadi penurunan sekitar 4 ribu penumpang, yang mana penumpang yang datang dan berangkat sebanyak 4672 dan 7812 orang. Kondisi April jauh lebih parah. Tercatat hanya 617 penumpang yang datang dan 1335 penumpang yang berangkat. Dibandingkan hari normal, angka ini sangatlah jauh.

“Kalau normal di ALBN satu hari pergerakan penumpang mencapai 600 hingga 700 orang. Itu total dari yang datang maupun berangkat,” sebut dia.

Saat ini pihaknya hanya melayani trayek Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP). Sementara untuk trayek luar negeri, sudah ditutup sejak ada kebijakan pelarangan keluar masuk di PLBN yang ada di Kalbar.

Baca Juga :  Hari Pelanggan, PLN Luncurkan Layanan Super Merdeka UMKM/IKM

Anjloknya jumlah penumpang ini, baginya tak mengherankan di tengah pandemi covid-19 seperti saat ini. Menurutnya ada kesadaran dari masyarakat untuk mematuhi imbauan untuk tidak melakukan perjalanan ke luar kota atau mudik. Apalagi hampir semua daerah menerapkan pembatasan maupun pengetatan di daerah masing-masing.

Sementara itu, untuk mengantisipasi penyebaran virus corona, tambah dia, ALBN Sungai Ambawang menerapkan sejumlah standar keamanan, mulai dari penyemprot disinfektan setiap hari di seluruh ruangan dan kendaraan bus, serta melakukan pemeriksaan suhu tubuh calon penumpang. “Saya harap kalaupun ada yang terpaksa mudik, agar memenuhi tata cara pencegahan covid-19, seperti menggunakan masker, dan lain sebagainya, sebagai pengaman diri sendiri dan orang lain,” pungkas dia. (sti)

PONTIANAK – Jumlah penumpang angkutan darat di Kalimantan Barat (Kalbar) turun drastis. Di Terminal ALBN Sungai Ambawang misalnya, dalam sehari hanya ada dua unit bus yang beroperasi. Anjloknya arus penumpang di terminal tersebut telah berlangsung sejak pertengahan Maret tahun ini.

“Rata-rata hanya dua unit bus per hari,  dan sesuai data yang ada diterminal hanya Bus Damri. Untuk bus lain saya kurang tau, karena tidak masuk terminal sejak pendemi corona,” ungkap Korsatpel Terminal ALBN Sungai Ambawang, Kristianto, Rabu (13/5).

Penurunan jumlah angkutan bus yang berangkat maupun pergi ini, terjadi seiring dengan penurunan jumlah penumpangnya. Sebagai contohnya, kata dia, pada 12 Mei 2020, kemarin,  hanya ada satu keberangkatan bus malam dengan penumpang 11 orang, dan kedatangan dua bus subuh, dengan jumlah penumpang 20 orang saja. Para penumpang tersebut merupakan gabungan dari penumpang dengan tujuan daerah yang berbeda-beda.

Baca Juga :  Satu Bus Bakal Dikarantina

“Sekarang ini sudah sangat sepi, kadang hanya 15 orang satu bus. Itu pun gabungan, ada yang tujuan Nanga Pinoh, ada yang Sintang,” kata dia.

Penurunan arus penumpang di terminal tersebut sudah dirasakan ketika pandemi Covid-19 ini terkonfirmasi ke Kalbar. Tepatnya pada pertengahan Maret yang lalu. Catatan pihaknya, pada Februari 2020 jumlah penumpang yang datang dan berangkat sebanyak 7.686 dan 11.637. Sementara pada bulan Maret, terjadi penurunan sekitar 4 ribu penumpang, yang mana penumpang yang datang dan berangkat sebanyak 4672 dan 7812 orang. Kondisi April jauh lebih parah. Tercatat hanya 617 penumpang yang datang dan 1335 penumpang yang berangkat. Dibandingkan hari normal, angka ini sangatlah jauh.

“Kalau normal di ALBN satu hari pergerakan penumpang mencapai 600 hingga 700 orang. Itu total dari yang datang maupun berangkat,” sebut dia.

Saat ini pihaknya hanya melayani trayek Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP). Sementara untuk trayek luar negeri, sudah ditutup sejak ada kebijakan pelarangan keluar masuk di PLBN yang ada di Kalbar.

Baca Juga :  Cara Pemerintah Tiongkok Cegah Mudik Imlek

Anjloknya jumlah penumpang ini, baginya tak mengherankan di tengah pandemi covid-19 seperti saat ini. Menurutnya ada kesadaran dari masyarakat untuk mematuhi imbauan untuk tidak melakukan perjalanan ke luar kota atau mudik. Apalagi hampir semua daerah menerapkan pembatasan maupun pengetatan di daerah masing-masing.

Sementara itu, untuk mengantisipasi penyebaran virus corona, tambah dia, ALBN Sungai Ambawang menerapkan sejumlah standar keamanan, mulai dari penyemprot disinfektan setiap hari di seluruh ruangan dan kendaraan bus, serta melakukan pemeriksaan suhu tubuh calon penumpang. “Saya harap kalaupun ada yang terpaksa mudik, agar memenuhi tata cara pencegahan covid-19, seperti menggunakan masker, dan lain sebagainya, sebagai pengaman diri sendiri dan orang lain,” pungkas dia. (sti)

Most Read

Artikel Terbaru

/