alexametrics
26 C
Pontianak
Thursday, May 26, 2022

Disbunnak Kalbar Awasi Pemotongan Hewan Kurban

PONTIANAK – Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalimantan Barat (Kalbar), Muhammad Munsif  mengatakan telah membentuk Tim Pemeriksaan dan Pengawasan Pemotongan Hewan dalam rangka  menyambut pelaksanaan kurban Iduladha tahun ini. Terlebih di tengah situasi pandemi Covid-19 maka dalam pelaksanaan pemotongan hewan kurban perlu dilakukan penyesuaian terhadap prosedur yang memperhatikan standar pelaksanaan yang ditetapkan Pemerintah.

“Kami membentuk Tim Pemeriksaan dan Pengawasan Pemotongan Hewan pada Hari Raya Besar Keagamaan di provinsi dan kabupaten atau kota dengan jumlah petugas pemeriksaan dan pengawasan pemotongan berjumlah 275 orang. Petugas akan melakukan pemeriksaan pada saat sebelum dan sesudah dipotong,” ungkapnya, Selasa (13/7).

Hal ini sejalan dengan arahan pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 8017/SE/PK.320/F/06/2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Kurban Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19).

Baca Juga :  PLN Energize SUTT dan GI 150 kv Ketapang-Kendawang

Dia menyebut, Tim Pemeriksaan dan Pengawasan Pemotongan Hewan dari Provinsi berjumlah 22 orang yang terdiri dari 13 Dokter Hewan dan 9 Paramedik yang akan bergabung dengan tim kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya. Tim ini akan melaksanakan pengawasan pada tanggal 20 sampai 23 Juli 2021.

Pihaknya saat ini telah melakukan koordinasi ke Kabupaten/Kota terkait tindak lanjut imbauan pemotongan hewan kurban sesuai standar pelaksanaan yang telah ditetapkan. Dia berharap Bupati atau Walikota dapat mengirimkan edaran kepada Camat dan stakeholder terkait serta melaksanakan sosialisasi kepada pengurus masjid, penyedia hewan kurban dan masyarakat.

“Kami juga telah melakukan sosialisasi dan edukasi terkait pemotongan hewan kurban pada masa pandemi Covid-19,” tuturnya.

Dia menyebut ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh para petugas kurban dalam rangka mencegah dan mengendalikan potensi penularan Covid-19 di tempat penjualan dan pemotongan hewan, di antaranya adalah menjaga jarak fisik pada kegiatan jual beli hewan kurban, serta melakukan penerapan higiene personal pada penjual hewan kurban, pekerja dan panitia pemotongan hewan.

Baca Juga :  Kolaborasi TJSL BUMN Provinsi Banten, Komitmen BRI Bantu Masyarakat

“Menggunakan APD minimum seperti masker, sarung tangan, apron, faceshield dan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti melakukan cuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan air mengalir atau hand sanitizer dengan kandungan alkohol paling kurang 70 persen,” paparnya.

Selain itu, tambahnya, melakukan pemeriksaan kesehatan awal dengan setiap orang, dan apabila memiliki gejala demam atau nyeri tenggorokan, batuk, pilek, atau sesak nafas, dilarang masuk ke tempat penjualan, Rumah Potong Hewan Ruminansia (RPH-R) dan fasilitas pemotongan hewan qurban di luar RPH-R. Dalam mengantarkan daging kurban, panitia juga diimbau untuk secara langsung mengantar ke rumah penerima zakat. (sti)

PONTIANAK – Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalimantan Barat (Kalbar), Muhammad Munsif  mengatakan telah membentuk Tim Pemeriksaan dan Pengawasan Pemotongan Hewan dalam rangka  menyambut pelaksanaan kurban Iduladha tahun ini. Terlebih di tengah situasi pandemi Covid-19 maka dalam pelaksanaan pemotongan hewan kurban perlu dilakukan penyesuaian terhadap prosedur yang memperhatikan standar pelaksanaan yang ditetapkan Pemerintah.

“Kami membentuk Tim Pemeriksaan dan Pengawasan Pemotongan Hewan pada Hari Raya Besar Keagamaan di provinsi dan kabupaten atau kota dengan jumlah petugas pemeriksaan dan pengawasan pemotongan berjumlah 275 orang. Petugas akan melakukan pemeriksaan pada saat sebelum dan sesudah dipotong,” ungkapnya, Selasa (13/7).

Hal ini sejalan dengan arahan pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 8017/SE/PK.320/F/06/2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Kurban Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19).

Baca Juga :  Pionir Langkah Nyata Sinergi Media di Masa Pandemi, BRI Jadi Lembaga Keuangan Pertama Gelar Fellowship Journalism

Dia menyebut, Tim Pemeriksaan dan Pengawasan Pemotongan Hewan dari Provinsi berjumlah 22 orang yang terdiri dari 13 Dokter Hewan dan 9 Paramedik yang akan bergabung dengan tim kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya. Tim ini akan melaksanakan pengawasan pada tanggal 20 sampai 23 Juli 2021.

Pihaknya saat ini telah melakukan koordinasi ke Kabupaten/Kota terkait tindak lanjut imbauan pemotongan hewan kurban sesuai standar pelaksanaan yang telah ditetapkan. Dia berharap Bupati atau Walikota dapat mengirimkan edaran kepada Camat dan stakeholder terkait serta melaksanakan sosialisasi kepada pengurus masjid, penyedia hewan kurban dan masyarakat.

“Kami juga telah melakukan sosialisasi dan edukasi terkait pemotongan hewan kurban pada masa pandemi Covid-19,” tuturnya.

Dia menyebut ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh para petugas kurban dalam rangka mencegah dan mengendalikan potensi penularan Covid-19 di tempat penjualan dan pemotongan hewan, di antaranya adalah menjaga jarak fisik pada kegiatan jual beli hewan kurban, serta melakukan penerapan higiene personal pada penjual hewan kurban, pekerja dan panitia pemotongan hewan.

Baca Juga :  ABDSI Kalbar Harap Perkuat Sinergi Koperasi dan UMKM

“Menggunakan APD minimum seperti masker, sarung tangan, apron, faceshield dan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti melakukan cuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan air mengalir atau hand sanitizer dengan kandungan alkohol paling kurang 70 persen,” paparnya.

Selain itu, tambahnya, melakukan pemeriksaan kesehatan awal dengan setiap orang, dan apabila memiliki gejala demam atau nyeri tenggorokan, batuk, pilek, atau sesak nafas, dilarang masuk ke tempat penjualan, Rumah Potong Hewan Ruminansia (RPH-R) dan fasilitas pemotongan hewan qurban di luar RPH-R. Dalam mengantarkan daging kurban, panitia juga diimbau untuk secara langsung mengantar ke rumah penerima zakat. (sti)

Most Read

Artikel Terbaru

/