alexametrics
26 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Jadi Komisaris Utama, Didi Pastikan Bank Kalbar Sesuai Rel

PONTIANAK – Komisaris Utama BPD Kalimantan Barat atau Bank Kalbar yang baru, Didi Haryono berjanji akan serius mengawasi bank milik pemerintah daerah tersebut. Pihaknya akan menjalankan amanat dari pemegang saham dan masyarakat untuk memastikan Bank Kalbar berjalan dalam rel yang benar.

“Selama ini Bank Kalbar sudah berjalan dengan baik dalam menjalankan misi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Kalbar. Saya akan melanjutkan, dan memastikan hal tersebut sesuai,” ujar purnawirawan inspektur jenderal polisi ini dalam konferensi pers, kemarin (13/11).

Mantan Kapolda Kalbar ini mengakui ada perbedaan sektor yang dia tangani saat di kepolisian dulu, dengan dunia perbankan ini. Dia mengakui hal ini menjadi tantangan baginya. Hal ini membuat dia ingin belajar dengan cepat. Namun menurut dia, dunia perbankan sendiri masih berkaitan dengan hukum dan keamanan.

“Dulu saya menangani sektor keamanan, sekaranng menangani pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Kalbar. Utamanya pengawasan Bank Kalbar dalam posisi komisaris utama. Sama-sama untuk memastikan kemakmuran masyarakat,” jelas dia.

Baca Juga :  Upah Tak Naik, Buruh Harap Kebutuhan Stabil

Sektor yang ingin dia pastikan berjalan saat pandemi adalah bagaimana Bank Kalbar tetap berada di garda terdepan dalam mendorong kemajuan UMKM Kalbar melalui kredit-kreditnya. Selain itu Bank Kalbar juga harus menjadi lokomotif pembangunan di Kalbar.

“Kita bukan semata-mata mencari keuntungan. Tetapi bagaimana Bank Kalbar dalam posisi sebagai bank milik pemerintah daerah bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah,” sebutnya.

Dia berharap, di tengah pandemi Covid-19 saat ini, Bank Kalbar putus meningkatkan kinerjanya. “Bank Kalbar terus menunjukkan peningkatan kinerja keuangan, peningkatan aset, penyaluran pembiayaan dan dividen kepada pemegang saham.

Harapan kami, di era pandemi ini, kita tidak kehilangan semangat agar ekonomi Kalbar tumbuh dan membuka lapangan kerja. Kita harapkan Bank Kalbar juga terus berekspansi agar bisa bersaing dengan bank-bank umum lainnya,” sebutnya.

Didi juga mendukung langkah Guberbur Sutarmidji selaku pemegang saham mayoritas yang meminta setiap investor, baik dari dalam maupun luar yang ada di Kalbar untuk memiliki rekening Bank Kalbar. “Kemajuan Bank Kalbar juga menjadi penanda kemajuan daerah. Karena motto kita adalah Bank Kalbar, bank kita, punya kita. Karena laba yang dihasilkan akan kembali ke dalam bentuk dividen ke pemegang saham, dalam hal ini pemerindah provinsi dan kabupaten/kota untuk tujuan pembangunan,” ucapnya.

Baca Juga :  Penggunaan Layanan Digital Perbankan Meningkat

Pria kelahiran Sambas ini berharap partisipasi masyarakat Kalbar kian besar dalam membesarkan Bank Kalbar. Apalagi BPD Kalbar memiliki program-program untuk memajukan UMKM dan pembangunan lewat penyaluran modal. “Saat ini komposisi modal Bank Kalbar sudah berimbang antara saham dari pemerindah daerah dengan rekening nasabah. Selain itu peningkatan aset juga lumayan dimana persebaran kantor cabang, kantor cabang pembantu dan kantor kas yang sudah tersebar hingga pelosok,” pungkasnya. (ars)

 

 

PONTIANAK – Komisaris Utama BPD Kalimantan Barat atau Bank Kalbar yang baru, Didi Haryono berjanji akan serius mengawasi bank milik pemerintah daerah tersebut. Pihaknya akan menjalankan amanat dari pemegang saham dan masyarakat untuk memastikan Bank Kalbar berjalan dalam rel yang benar.

“Selama ini Bank Kalbar sudah berjalan dengan baik dalam menjalankan misi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Kalbar. Saya akan melanjutkan, dan memastikan hal tersebut sesuai,” ujar purnawirawan inspektur jenderal polisi ini dalam konferensi pers, kemarin (13/11).

Mantan Kapolda Kalbar ini mengakui ada perbedaan sektor yang dia tangani saat di kepolisian dulu, dengan dunia perbankan ini. Dia mengakui hal ini menjadi tantangan baginya. Hal ini membuat dia ingin belajar dengan cepat. Namun menurut dia, dunia perbankan sendiri masih berkaitan dengan hukum dan keamanan.

“Dulu saya menangani sektor keamanan, sekaranng menangani pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Kalbar. Utamanya pengawasan Bank Kalbar dalam posisi komisaris utama. Sama-sama untuk memastikan kemakmuran masyarakat,” jelas dia.

Baca Juga :  Frans Zeno Jabat Pj Sekda Sekadau

Sektor yang ingin dia pastikan berjalan saat pandemi adalah bagaimana Bank Kalbar tetap berada di garda terdepan dalam mendorong kemajuan UMKM Kalbar melalui kredit-kreditnya. Selain itu Bank Kalbar juga harus menjadi lokomotif pembangunan di Kalbar.

“Kita bukan semata-mata mencari keuntungan. Tetapi bagaimana Bank Kalbar dalam posisi sebagai bank milik pemerintah daerah bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah,” sebutnya.

Dia berharap, di tengah pandemi Covid-19 saat ini, Bank Kalbar putus meningkatkan kinerjanya. “Bank Kalbar terus menunjukkan peningkatan kinerja keuangan, peningkatan aset, penyaluran pembiayaan dan dividen kepada pemegang saham.

Harapan kami, di era pandemi ini, kita tidak kehilangan semangat agar ekonomi Kalbar tumbuh dan membuka lapangan kerja. Kita harapkan Bank Kalbar juga terus berekspansi agar bisa bersaing dengan bank-bank umum lainnya,” sebutnya.

Didi juga mendukung langkah Guberbur Sutarmidji selaku pemegang saham mayoritas yang meminta setiap investor, baik dari dalam maupun luar yang ada di Kalbar untuk memiliki rekening Bank Kalbar. “Kemajuan Bank Kalbar juga menjadi penanda kemajuan daerah. Karena motto kita adalah Bank Kalbar, bank kita, punya kita. Karena laba yang dihasilkan akan kembali ke dalam bentuk dividen ke pemegang saham, dalam hal ini pemerindah provinsi dan kabupaten/kota untuk tujuan pembangunan,” ucapnya.

Baca Juga :  OJK Perpanjang Restrukturisasi Kredit Hingga 2022

Pria kelahiran Sambas ini berharap partisipasi masyarakat Kalbar kian besar dalam membesarkan Bank Kalbar. Apalagi BPD Kalbar memiliki program-program untuk memajukan UMKM dan pembangunan lewat penyaluran modal. “Saat ini komposisi modal Bank Kalbar sudah berimbang antara saham dari pemerindah daerah dengan rekening nasabah. Selain itu peningkatan aset juga lumayan dimana persebaran kantor cabang, kantor cabang pembantu dan kantor kas yang sudah tersebar hingga pelosok,” pungkasnya. (ars)

 

 

Most Read

Artikel Terbaru

/