alexametrics
27.8 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Mulai Ramai Dikunjungi, Pengunjung Mal Diawasi Ketat

PONTIANAK – Pusat perbelanjaan atau mal di Kota Pontianak mulai ramai dikunjungi setelah sejumlah relaksasi mulai diberlakukan pemerintah daerah beberapa waktu belakangan. Namun begitu, protokol kesehatan wajib diterapkan dalam rangka mencegah penyebaran covid-19. Begitu juga dengan pengawasan manajamen mall terhadap penerapannya juga menjadi hal yang sangat penting.
“Semuanya sudah menerapkan protokol kesehatan. Kami juga turunkan tim pengawas untuk memantau pengunjung, apakah ada yang tidak menggunakan masker. Kami akan tegur kalau tidak pakai,” ungkap Manager HRD dan GA Ayani Mega Mall, Gigih Tri Saksono, Senin (15/6).
Fungsi tim pengawasan, kata dia, juga untuk memastikan bahwa tidak terjadi kerumunan orang di satu titik. Mereka juga punya peran untuk memastikan bahwa pihak penyewa atau tenant, mematuhi protokol kesehatan yang ada. Beberapa penyewa, juga berupaya meminimalisir kerumunan dengan menerapkan jalur berbeda untuk masuk dan keluar. Penerapan protokol kesehatan di mall, dikatakan dia, dilakukan dua lapis.
“Pertama ketika pengunjung masuk di cek suhu tubuh dan disediakan pembersih tangan. Kedua, di sejumlah tenant, juga menyediakan hal serupa,” tutur dia.
Lebih lanjut dia menjelaskan, saat ini pengunjung di Ayani Mega Mall sudah mulai ramai jika dibandingkan dengan beberapa waktu yang lalu, saat aktivitas orang dibatasi akibat pandemi covid-19. Namun sepekan terakhir, terutama sejak adanya pelonggaran-pelonggaran, pengunjung pusat perbelanjaan ini mulai ramai lagi didatangi, meski jumlahnya masih jauh dari normal.
“Sekitar 40 persen dari angka normalnya. Biasanya itu, ada sekitar 16 ribu pengunjung perhari,” kata dia.
Namun menurutnya, kondisi ini sudah jauh lebih baik, karena sebelumnya tingkat kunjungan hanya sekitar 15 persen dari normal. Sejumlah penyewa pada saat itu juga memutuskan untuk tutup sementara. Dengan kondisi itu, pihaknya memutuskan untuk tetap beroperasi, meski mengalami kesulitan. Para karyawan juga tidak diberikan PHK, namun hanya pengurangan hari kerja.
“Kalau ditotal, para pekerja yang menggantungkan hidupnya di sini mungkin lebih dari 500 orang,” tutur dia.
Kondisi perusahan, kata dia, saat ini fokus agar tetap bisa mempertahankan bisnis beserta para pekerja yang masih ada. Dengan penerapan protokol kesehatan, dia berharap pengunjung merasa aman untuk melakukan aktivitas di mall, baik berbelanja maupun mencari hiburan.
“Kami berharap pandemi ini segera berkahir, dan semuanya dapat beraktivitas secara normal,” pungkas dia. (sti)
Baca Juga :  Cabe Merah Andalkan Menu Tradisional
PONTIANAK – Pusat perbelanjaan atau mal di Kota Pontianak mulai ramai dikunjungi setelah sejumlah relaksasi mulai diberlakukan pemerintah daerah beberapa waktu belakangan. Namun begitu, protokol kesehatan wajib diterapkan dalam rangka mencegah penyebaran covid-19. Begitu juga dengan pengawasan manajamen mall terhadap penerapannya juga menjadi hal yang sangat penting.
“Semuanya sudah menerapkan protokol kesehatan. Kami juga turunkan tim pengawas untuk memantau pengunjung, apakah ada yang tidak menggunakan masker. Kami akan tegur kalau tidak pakai,” ungkap Manager HRD dan GA Ayani Mega Mall, Gigih Tri Saksono, Senin (15/6).
Fungsi tim pengawasan, kata dia, juga untuk memastikan bahwa tidak terjadi kerumunan orang di satu titik. Mereka juga punya peran untuk memastikan bahwa pihak penyewa atau tenant, mematuhi protokol kesehatan yang ada. Beberapa penyewa, juga berupaya meminimalisir kerumunan dengan menerapkan jalur berbeda untuk masuk dan keluar. Penerapan protokol kesehatan di mall, dikatakan dia, dilakukan dua lapis.
“Pertama ketika pengunjung masuk di cek suhu tubuh dan disediakan pembersih tangan. Kedua, di sejumlah tenant, juga menyediakan hal serupa,” tutur dia.
Lebih lanjut dia menjelaskan, saat ini pengunjung di Ayani Mega Mall sudah mulai ramai jika dibandingkan dengan beberapa waktu yang lalu, saat aktivitas orang dibatasi akibat pandemi covid-19. Namun sepekan terakhir, terutama sejak adanya pelonggaran-pelonggaran, pengunjung pusat perbelanjaan ini mulai ramai lagi didatangi, meski jumlahnya masih jauh dari normal.
“Sekitar 40 persen dari angka normalnya. Biasanya itu, ada sekitar 16 ribu pengunjung perhari,” kata dia.
Namun menurutnya, kondisi ini sudah jauh lebih baik, karena sebelumnya tingkat kunjungan hanya sekitar 15 persen dari normal. Sejumlah penyewa pada saat itu juga memutuskan untuk tutup sementara. Dengan kondisi itu, pihaknya memutuskan untuk tetap beroperasi, meski mengalami kesulitan. Para karyawan juga tidak diberikan PHK, namun hanya pengurangan hari kerja.
“Kalau ditotal, para pekerja yang menggantungkan hidupnya di sini mungkin lebih dari 500 orang,” tutur dia.
Kondisi perusahan, kata dia, saat ini fokus agar tetap bisa mempertahankan bisnis beserta para pekerja yang masih ada. Dengan penerapan protokol kesehatan, dia berharap pengunjung merasa aman untuk melakukan aktivitas di mall, baik berbelanja maupun mencari hiburan.
“Kami berharap pandemi ini segera berkahir, dan semuanya dapat beraktivitas secara normal,” pungkas dia. (sti)
Baca Juga :  Eprise Sediakan Busana untuk Wanita

Most Read

Artikel Terbaru

/