alexametrics
33 C
Pontianak
Monday, June 27, 2022

Gapki Kalbar Dorong SDM Sawit Bersertifikat BNSP

PONTIANAK – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kalimantan Barat mendorong perusahaan untuk menyiapkan dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pekerja sawit. Pendidikan dan latihan (diklat) dapat digelar perusahaan dengan menggandeng Balai Diklat Industri Medan hingga Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP)

Pengurus Bidang SDM dan Tenaga Kerja Gapki Kalbar, Herkulanus Rudi, mengatakan diklat dapat digelar dengan memberikan pembekalan kepada generasi muda, putra-putri masyarakat yang bermukim di sentra-sentra perkebunan kelapa sawit khususnya yang berada di sekitar kawasan PMKS untuk mendapat kemampuan teknis. Mereka yang ikut dalam diklat tersebut, akan dibuktikan dengan sertifikat kompetensi yang akan dikeluarkan oleh Lembaga Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

“Sehingga diharapkan angkatan kerja yang memiliki kompetensi akan mampu memasuki lapangan kerja di bidang Industri kelapa sawit,” ungkapnya. 

Baca Juga :  Harapkan 2021 Jadi Tahun yang Berkah

Diklat bagi pengembangan kapasitas SDM sawit menurutnya bermanfaat bagi perusahaan perkebunan kelapa sawit. Karena itulah, dia menilai Gapki sebagai suatu wadah yang menaungi perusahaan perkebunan kelapa sawit dapat berperan untuk mensosialisasikan kepada seluruh anggotanya agar dapat memanfaatkan peluang ini dalam rangka meningkatkan SDM di perusahaan masing-masing serta membina SDM generasi muda masyarakat sekitar perusahaan.

“Sehingga kontribusi atas keberadaan perusahaan dirasakan secara nyata oleh masyarakat, salah satunya melalui program Diklat ini,” tuturnya.

Perusahaan dapat bekerja sama dengan Balai Diklat Industri Medan dalam penyelenggaraan diklat dan sertifikasi, khususunya sertifikasi bagi operator mesin dan peralatan pabrik tanpa mengeluarkan biaya, dengan sertifikat yang akan dikeluarkan berasal dari BNSP. Selain itu, perusahaan juga dapat menyelenggarakan diklat bagi siswa siswi SMK/SMA dan generasi muda sekitar perusahaan sebagai bentuk CSR perusahaan, namun sumber pendanaannya dari APBN melalui kerjasama dengan Balai Diklat Industri Medan. 

Baca Juga :  BPN Sanggau Kebut Sertifikasi Aset PLN

“Diklat juga akan bersertifikasi dari BNSP. Perusahaan dapat nama tanpa keluar biaya,” ucapnya. 

Dia menyebut, untuk tahun anggaran tahun 2021, Balai Diklat Industri Medan mendapat anggaran untuk 4000 peserta diklat. Pesertanya menyasar  generasi muda, putra-putri masyarakat di sentra perkebunan kelapa sawit, serta operator mesin dan peralatan pabrik yang belum bersertifikasi. “Peserta diklat tidak dipungut bayaran. Kuota satu kali pelatihan minimal 50 peserta,” pungkasnya. (sti)

PONTIANAK – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kalimantan Barat mendorong perusahaan untuk menyiapkan dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pekerja sawit. Pendidikan dan latihan (diklat) dapat digelar perusahaan dengan menggandeng Balai Diklat Industri Medan hingga Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP)

Pengurus Bidang SDM dan Tenaga Kerja Gapki Kalbar, Herkulanus Rudi, mengatakan diklat dapat digelar dengan memberikan pembekalan kepada generasi muda, putra-putri masyarakat yang bermukim di sentra-sentra perkebunan kelapa sawit khususnya yang berada di sekitar kawasan PMKS untuk mendapat kemampuan teknis. Mereka yang ikut dalam diklat tersebut, akan dibuktikan dengan sertifikat kompetensi yang akan dikeluarkan oleh Lembaga Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

“Sehingga diharapkan angkatan kerja yang memiliki kompetensi akan mampu memasuki lapangan kerja di bidang Industri kelapa sawit,” ungkapnya. 

Baca Juga :  Industri Sawit Kalbar Nol PHK

Diklat bagi pengembangan kapasitas SDM sawit menurutnya bermanfaat bagi perusahaan perkebunan kelapa sawit. Karena itulah, dia menilai Gapki sebagai suatu wadah yang menaungi perusahaan perkebunan kelapa sawit dapat berperan untuk mensosialisasikan kepada seluruh anggotanya agar dapat memanfaatkan peluang ini dalam rangka meningkatkan SDM di perusahaan masing-masing serta membina SDM generasi muda masyarakat sekitar perusahaan.

“Sehingga kontribusi atas keberadaan perusahaan dirasakan secara nyata oleh masyarakat, salah satunya melalui program Diklat ini,” tuturnya.

Perusahaan dapat bekerja sama dengan Balai Diklat Industri Medan dalam penyelenggaraan diklat dan sertifikasi, khususunya sertifikasi bagi operator mesin dan peralatan pabrik tanpa mengeluarkan biaya, dengan sertifikat yang akan dikeluarkan berasal dari BNSP. Selain itu, perusahaan juga dapat menyelenggarakan diklat bagi siswa siswi SMK/SMA dan generasi muda sekitar perusahaan sebagai bentuk CSR perusahaan, namun sumber pendanaannya dari APBN melalui kerjasama dengan Balai Diklat Industri Medan. 

Baca Juga :  Sawit Sentuh Harga Tertinggi Sepanjang Sejarah

“Diklat juga akan bersertifikasi dari BNSP. Perusahaan dapat nama tanpa keluar biaya,” ucapnya. 

Dia menyebut, untuk tahun anggaran tahun 2021, Balai Diklat Industri Medan mendapat anggaran untuk 4000 peserta diklat. Pesertanya menyasar  generasi muda, putra-putri masyarakat di sentra perkebunan kelapa sawit, serta operator mesin dan peralatan pabrik yang belum bersertifikasi. “Peserta diklat tidak dipungut bayaran. Kuota satu kali pelatihan minimal 50 peserta,” pungkasnya. (sti)

Most Read

Artikel Terbaru

/