alexametrics
26 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Bimtek Metode Pembelajaran bagi Widyaiswara Kalbar

BADAN Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Barat, Senin (15/02) kemarin menggelar Bimbingan Teknis Metode Pembelajaran bagi Widyaiswara Provinsi Kalimantan Barat tahun 2021. Kegiatan dibuka di Aula BPSDM dengan tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19 yaitu dengan menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan serta menerapkan pola hidup sehat dilingkungan keluarga dan masyarakat.

Kegiatan dibuka Kepala BPSDM, Suprianus Herman, SH diwakili Sekretaris. Dalam sambutan tertulisnya, Suprianus Herman mengatakan, Pelatihan bagi ASN memiliki urgensi yang sangat penting. “Salah satu diantaranya dikarenakan sifat dari tujuan organisasi yang selalu dinamis mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga para unsur SDM didalamnya dituntut dapat mengikutinya melalui peningkatan kompetensi yang dimiliki,” paparnya.

Baca Juga :  Cetak Penilai Aset Kompeten

Tanpa hal tersebut, sambung Suprianus, organisasi pemerintah akan diam ditempat, tidak mampu memenuhi tuntutan dari masyarakat akan pelayanan yang semakin prima, efektif, efisien, dan juga berkualitas. “Selain itu, pada dasarnya setiap PNS mempunyai potensi untuk berkembang sesuai dengan bidang dan keahlian yang dimilikinya dan hal ini menjadi tanggung jawab dari setiap instansi untuk mengembangkannya,” ujarnya.

Hal itu dapat terwujud Jelas Suprianus Herman, jika PNS tersebut memiliki kompetensi dan terus meningkatkan profesionalisme. “Alhasil, ia pun akan mampu memberikan pelayanan yang profesional, jujur, adil, dan merata. Sebagaimana amanat UU No. 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) bahwa setiap pegawai ASN mempunyai hak untuk melakukan pengembangan kompetensi melalui pelatihan,” tukasya.

Baca Juga :  Harga Sawit Tembus Rekor Tertinggi

Tahun Anggaran 2021 BPSDM Provinsi Kalbar telah merencanakan penyelenggaraan kegiatan pengembangan kompetensi baik Pelatihan, Bimtek maupun Workshop bagi PNS di Provinsi Kalbar. Beberapa pelatihan yang rutin diselenggarakan antara lain Pelatihan Dasar CPNS yang tahun ini dilaksanakan sebanyak 70 angkatan se-Kalimantan Barat, Pelatihan Kepemimpinan Administrator dan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas, serta pelatihan-pelatihan teknis dan fungsional lainnya.

Setiap penyelenggaraan pelatihan tentu melibatkan Widyaiswara yang akan menyampaikan materi pelatihan. Untuk meningkatkan kompetensi widyaiswara dalam memberikan materi pelatihan maka diperlukan tambahan keterampilan, terutama dalam metode pembelajaran. Metode pembelajaran yang tepat dapat menjadikan pembelajaran berhasil sukses.(ags/ser)

BADAN Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Barat, Senin (15/02) kemarin menggelar Bimbingan Teknis Metode Pembelajaran bagi Widyaiswara Provinsi Kalimantan Barat tahun 2021. Kegiatan dibuka di Aula BPSDM dengan tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19 yaitu dengan menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan serta menerapkan pola hidup sehat dilingkungan keluarga dan masyarakat.

Kegiatan dibuka Kepala BPSDM, Suprianus Herman, SH diwakili Sekretaris. Dalam sambutan tertulisnya, Suprianus Herman mengatakan, Pelatihan bagi ASN memiliki urgensi yang sangat penting. “Salah satu diantaranya dikarenakan sifat dari tujuan organisasi yang selalu dinamis mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga para unsur SDM didalamnya dituntut dapat mengikutinya melalui peningkatan kompetensi yang dimiliki,” paparnya.

Baca Juga :  Workshop Manajemen ASN

Tanpa hal tersebut, sambung Suprianus, organisasi pemerintah akan diam ditempat, tidak mampu memenuhi tuntutan dari masyarakat akan pelayanan yang semakin prima, efektif, efisien, dan juga berkualitas. “Selain itu, pada dasarnya setiap PNS mempunyai potensi untuk berkembang sesuai dengan bidang dan keahlian yang dimilikinya dan hal ini menjadi tanggung jawab dari setiap instansi untuk mengembangkannya,” ujarnya.

Hal itu dapat terwujud Jelas Suprianus Herman, jika PNS tersebut memiliki kompetensi dan terus meningkatkan profesionalisme. “Alhasil, ia pun akan mampu memberikan pelayanan yang profesional, jujur, adil, dan merata. Sebagaimana amanat UU No. 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) bahwa setiap pegawai ASN mempunyai hak untuk melakukan pengembangan kompetensi melalui pelatihan,” tukasya.

Baca Juga :  Pelatihan Jafung Pendidikan bagi Pengawas Sekolah

Tahun Anggaran 2021 BPSDM Provinsi Kalbar telah merencanakan penyelenggaraan kegiatan pengembangan kompetensi baik Pelatihan, Bimtek maupun Workshop bagi PNS di Provinsi Kalbar. Beberapa pelatihan yang rutin diselenggarakan antara lain Pelatihan Dasar CPNS yang tahun ini dilaksanakan sebanyak 70 angkatan se-Kalimantan Barat, Pelatihan Kepemimpinan Administrator dan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas, serta pelatihan-pelatihan teknis dan fungsional lainnya.

Setiap penyelenggaraan pelatihan tentu melibatkan Widyaiswara yang akan menyampaikan materi pelatihan. Untuk meningkatkan kompetensi widyaiswara dalam memberikan materi pelatihan maka diperlukan tambahan keterampilan, terutama dalam metode pembelajaran. Metode pembelajaran yang tepat dapat menjadikan pembelajaran berhasil sukses.(ags/ser)

Most Read

Artikel Terbaru

/