alexametrics
26 C
Pontianak
Saturday, July 2, 2022

Investor Saham Baru di Kalbar Naik Tinggi

PONTIANAK – Menurunnya angka pertumbuhan ekonomi Kalimntan Barat tak membuat minat untuk berinvestasi di pasar saham menurun. Bursa Efek Indonesia mencatat, pada beberapa pekan di awal tahun 2021 ini ada 3.233 investor baru. “Angka tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dalam pasar modal di Kalbar. Saya kira ini kenaikan luar biasa di saat ekonomi seperti ini,” ujar Kepala Kantor Perwakilan BEI Cabang Pontianak Taufan Febiola, kemarin.

Sementara itu sepanjang tahun  2020 lalu sendiri jumlah investor baru di Kalbar hanya mencapai 8.592 Single Investor Identification (SID). Sementara baru awal tahun saja, pada 2021, angkanya sudah lebih dari sepertiga angka investor baru tahun lalu. Menurut dia, hal ini membuat pihaknya optimis sektor investasi akan tumbuh jauh lebih baik dibandang tahun lalu.

Baca Juga :  PKM Politeknik Negeri Ketapang, Gelar Pelatihan Budidaya Ikan dan Kangkung

Adapun untuk total transaksi pasar modal Kalbar selama tahun lalu untuk transaksi saham saja naik dari Rp7,4 triliun pada tahun 2019 menjadi Rp25,78 triliun pada 2020 atau terjadi kenaikan 350 persen lebih. “Dari sisi jumlah investor saham saja mengalami kenaikan dari 17.464 investor pada 2019 menjadi 26.056 investor pada 2020. Artinya ada penambahan investor baru saham sebanyak 8.592 investor, jauh lebih tinggi dari penambahan investor baru di tahun 2019 yang hanya sebesar 6.049 investor,” katanya.

Sementara untuk target di tahun 2021 pihaknya berharap ada transaksi saham dari Kalbar stabil di atas Rp20 triliun. Kemudian untuk penambahan investor baru bisa tercapai 10.000 SID. “Jika melihat antusiasme masyarakat dalam mencari informasi tentang produk pasar modal Indonesia melalui kantor BEI wilayah Kalbar kami sangat optimis target yang ada bisa terwujud,” katanya.

Baca Juga :  DJP Ajak Generasi Muda Sadar Pajak

Tahun ini, pihaknya akan fokus melalukan edukasi melalui sosial media menggandeng influencer lokal, menambah galeri investasi dan mengajak perusahaan – perusahaan di Kalbar untuk go public atau melantai di pasar modal. Sejauh ini jumlah sekuritas di Kalbar sudah mencapai 14, yang baru masuk ada 2 yaitu Sucor Sekuritas dan Korea investment & Sekuritas Indonesia. “Tantangan di tahun 2021 tentunya masih akan dipengaruhi efek pandemi Covid-19 yang belum memungkinkan kita untuk menjangkau seluruh wilayah Kalbar,” pungkasnya. (ars)

PONTIANAK – Menurunnya angka pertumbuhan ekonomi Kalimntan Barat tak membuat minat untuk berinvestasi di pasar saham menurun. Bursa Efek Indonesia mencatat, pada beberapa pekan di awal tahun 2021 ini ada 3.233 investor baru. “Angka tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dalam pasar modal di Kalbar. Saya kira ini kenaikan luar biasa di saat ekonomi seperti ini,” ujar Kepala Kantor Perwakilan BEI Cabang Pontianak Taufan Febiola, kemarin.

Sementara itu sepanjang tahun  2020 lalu sendiri jumlah investor baru di Kalbar hanya mencapai 8.592 Single Investor Identification (SID). Sementara baru awal tahun saja, pada 2021, angkanya sudah lebih dari sepertiga angka investor baru tahun lalu. Menurut dia, hal ini membuat pihaknya optimis sektor investasi akan tumbuh jauh lebih baik dibandang tahun lalu.

Baca Juga :  Beri Pelatihan Google Business dan Pencatatan Keuangan Digital

Adapun untuk total transaksi pasar modal Kalbar selama tahun lalu untuk transaksi saham saja naik dari Rp7,4 triliun pada tahun 2019 menjadi Rp25,78 triliun pada 2020 atau terjadi kenaikan 350 persen lebih. “Dari sisi jumlah investor saham saja mengalami kenaikan dari 17.464 investor pada 2019 menjadi 26.056 investor pada 2020. Artinya ada penambahan investor baru saham sebanyak 8.592 investor, jauh lebih tinggi dari penambahan investor baru di tahun 2019 yang hanya sebesar 6.049 investor,” katanya.

Sementara untuk target di tahun 2021 pihaknya berharap ada transaksi saham dari Kalbar stabil di atas Rp20 triliun. Kemudian untuk penambahan investor baru bisa tercapai 10.000 SID. “Jika melihat antusiasme masyarakat dalam mencari informasi tentang produk pasar modal Indonesia melalui kantor BEI wilayah Kalbar kami sangat optimis target yang ada bisa terwujud,” katanya.

Baca Juga :  Excellent, Ini Kunci Indo Premier Raja Pialang di Indonesia

Tahun ini, pihaknya akan fokus melalukan edukasi melalui sosial media menggandeng influencer lokal, menambah galeri investasi dan mengajak perusahaan – perusahaan di Kalbar untuk go public atau melantai di pasar modal. Sejauh ini jumlah sekuritas di Kalbar sudah mencapai 14, yang baru masuk ada 2 yaitu Sucor Sekuritas dan Korea investment & Sekuritas Indonesia. “Tantangan di tahun 2021 tentunya masih akan dipengaruhi efek pandemi Covid-19 yang belum memungkinkan kita untuk menjangkau seluruh wilayah Kalbar,” pungkasnya. (ars)

Most Read

Cegah Terjadinya Tipikor

Gali Potensi Desa

Bongkar Rencana Teror Bali

Artikel Terbaru

/