alexametrics
30 C
Pontianak
Saturday, May 28, 2022

Gapki Kalbar Dorong Sawit Berkelanjutan Berbasis Pedesaan

PONTIANAK – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kalimantan Barat berjanji akan mendorong anggotanya untuk menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam rangka membangun industri sawit di provinsi ini. Salah satunya melalui pembangunan sawit berkelanjutan berbasis pedesaan.

“Bahwa kami terus menerus melakukan sosialisasi dalam rangka membangun sawit berkelanjutan di Kalbar maupun dalam mengelola dinamika, baik tantangan maupun peluang, perlu kebersamaan sesama pelaku usaha,” ungkap Ketua Gapki Kalbar, Purwati, kemarin.

Sejalan dengan upaya mewujudkan sawit berkelanjutan itu, pihaknya telah mendapat dukungan Gubernur Kalbar melalui surat imbauan yang ditujukan kepada Bupati maupun seluruh perusahaan sawit di Kalbar, agar menjadikan Gapki sebagai wadah untuk berhimpun. “Bahwa untuk memudahkan koordinasi pembinaan, serta pengawasan, agar seluruh perusahaan perkebunan sawit tersebut masuk dalam wadah Gapki,” kata dia.

Baca Juga :  GAPKI Kalbar Kembali Salurkan Bantuan Banjir 1.000 Paket Sembako dan 5 Ton Beras ke Sekadau

Dia menyatakan siap untuk berkolaborasi dengan pemerintah dalam mewujudkan desa mandiri. Upaya ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada industri sawit. Maka dalam hal ini, pihaknya ingin agar hubungan antara petani dengan perusahaan sinergis dan harmonis.

“Pada dasarnya sawit berkelanjutan adalah berbasis pedesaan. Oleh karenanya, meningkatkan harmonisasi┬áhubungan perusahaan inti dan petani mitra binaannya menjadi bagian yang utama dalam program Gapki Kalbar. Ke depan hal ini terutama dalam rangka mengkolaborasikan program Gapki dan program pemerintah daerah dalam mewujudkan Desa Mandiri,” jelas dia.

Disamping itu, lanjut dia, tata kelola kebun dan tata kelola lingkungan juga harus ditingkatkan, sesuai norma teknis yang berlaku. Hal ini juga menjadi salah satu program Gapki dalam rangka meningkatkan produksi hasil yang pada gilirannya diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani sawit.

Baca Juga :  Gapki Kalbar Ramal Produksi Sawit Naik

Purwati yang saat ini dipercaya memimpin Gapki Kalbar hingga 2025 mendatang berjanji diperiode kepemimpinannya akan meningkatkan peran sertanya dalam pembangunan di Kalbar. Dinamika industri sawit yang pasang surut dianggapnya menjadi peluang dan tantangan yang harus dijawab dengan solusi dan aksi yang tepat.

“Pada dasarnya organisasi sudah berjalan semakin baik, dari periode ke periode. Namun sesuai dengan dinamika pembangunan sawit di Kalbar, baik tantangan maupun peluangnya, maka Gapki tentu harus mampu mengkonsolidasikan diri guna mengantisipasi dinamika yg berkembang baik di tataran hulu maupun hilir,” pungkas dia. (sti)

PONTIANAK – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kalimantan Barat berjanji akan mendorong anggotanya untuk menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam rangka membangun industri sawit di provinsi ini. Salah satunya melalui pembangunan sawit berkelanjutan berbasis pedesaan.

“Bahwa kami terus menerus melakukan sosialisasi dalam rangka membangun sawit berkelanjutan di Kalbar maupun dalam mengelola dinamika, baik tantangan maupun peluang, perlu kebersamaan sesama pelaku usaha,” ungkap Ketua Gapki Kalbar, Purwati, kemarin.

Sejalan dengan upaya mewujudkan sawit berkelanjutan itu, pihaknya telah mendapat dukungan Gubernur Kalbar melalui surat imbauan yang ditujukan kepada Bupati maupun seluruh perusahaan sawit di Kalbar, agar menjadikan Gapki sebagai wadah untuk berhimpun. “Bahwa untuk memudahkan koordinasi pembinaan, serta pengawasan, agar seluruh perusahaan perkebunan sawit tersebut masuk dalam wadah Gapki,” kata dia.

Baca Juga :  Santyoso: Ekspor CPO Lebih Untung Lewat Perbatasan

Dia menyatakan siap untuk berkolaborasi dengan pemerintah dalam mewujudkan desa mandiri. Upaya ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada industri sawit. Maka dalam hal ini, pihaknya ingin agar hubungan antara petani dengan perusahaan sinergis dan harmonis.

“Pada dasarnya sawit berkelanjutan adalah berbasis pedesaan. Oleh karenanya, meningkatkan harmonisasi┬áhubungan perusahaan inti dan petani mitra binaannya menjadi bagian yang utama dalam program Gapki Kalbar. Ke depan hal ini terutama dalam rangka mengkolaborasikan program Gapki dan program pemerintah daerah dalam mewujudkan Desa Mandiri,” jelas dia.

Disamping itu, lanjut dia, tata kelola kebun dan tata kelola lingkungan juga harus ditingkatkan, sesuai norma teknis yang berlaku. Hal ini juga menjadi salah satu program Gapki dalam rangka meningkatkan produksi hasil yang pada gilirannya diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani sawit.

Baca Juga :  Relaksasi Tunggakan BPJS Kesehatan di Masa Pandemi

Purwati yang saat ini dipercaya memimpin Gapki Kalbar hingga 2025 mendatang berjanji diperiode kepemimpinannya akan meningkatkan peran sertanya dalam pembangunan di Kalbar. Dinamika industri sawit yang pasang surut dianggapnya menjadi peluang dan tantangan yang harus dijawab dengan solusi dan aksi yang tepat.

“Pada dasarnya organisasi sudah berjalan semakin baik, dari periode ke periode. Namun sesuai dengan dinamika pembangunan sawit di Kalbar, baik tantangan maupun peluangnya, maka Gapki tentu harus mampu mengkonsolidasikan diri guna mengantisipasi dinamika yg berkembang baik di tataran hulu maupun hilir,” pungkas dia. (sti)

Most Read

Artikel Terbaru

/