alexametrics
26.7 C
Pontianak
Thursday, May 19, 2022

Senam Animasi dengan Lagu Khas Kalbar

Inovasi Teknologi Multimedia Interaktif

PONTIANAK – Tim PKM dosen Untan berinovasi membuat senam yang diiringi lagu khas Kalimantan Barat (Kalbar) untuk anak usia dini dalam bentuk video animasi. Diharapkan dengan adanya inovasi ini dapat mendorong anak-anak untuk berolahraga. Biasanya gerakan senam yang dilakukan di PAUD dicontohkan langsung oleh guru. Lagu yang mengiringinya tidak mencirikan lagu khas Kalbar. Hal ini lah yang mendorong tim PKM dosen Untan yang terdiri atas Desni Yuniarni, M.Psi. Psikolog (dosen Prodi PG-PAUD, FKIP), Dr. Ahmad Atiq, M.Pd (dosen Prodi Pendidikan Jasmani, FKIP) dan Renny Puspita Sari, ST. MT (dosen Prodi Sistem Informasi, FMIPA) membuat video animasi tersebut.

Menurut Desni Yuniarni, dengan adanya video animasi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa dapat berolahraga secara kondusif dan terintegratif pada pusat perkembangan gerakan yang dituju. Selain itu, dapat membina sifat cinta lagu daerah karena saat senam bisa sambil menghapal lagu daerah.

Ahmad Atiq menambahkan jika dilakukan teratur, gerakan-gerakan senam irama dapat meningkatkan kesehatan dan pertumbuhan fisik anak. Secara operasional, praktik pendidikan usia dini sebaiknya berpusat pada kebutuhan anak, yaitu pendidikan yang berdasarkan pada minat, kebutuhan, dan kemampuan anak.

Baca Juga :  Minyak Goreng Sumbang Inflasi Tertinggi di Kalimantan Barat

“Oleh karena itu, peran pendidik sangatlah penting,” ujar Ahmad.

Dia menilai pendidik harus mampu memfasilitasi aktivitas anak dengan material yang beragam. Pengertian pendidik dalam hal ini tidak hanya terbatas pada guru saja, tetapi juga orangtua dan lingkungan. Seorang anak membutuhkan lingkungan yang kondusif untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Program latihannya pun harus disesuaikan dengan karakter perkembangan anak yang masih dalam taraf bermain.

Dosen Prodi Pendidikan Jasmani FKIP ini mengatakan pada masa Taman Kanak-kanak (TK), yakni usia 3 sampai 6 tahun, anak mengalami perkembangan motorik kasar dan motorik halus yang begitu pesat. Anak juga bergerak sangat aktif. Mereka memiliki penguasaan terhadap tubuhnya dan sangat menyukai kegiatan yang dilakukan sendiri. Namun, otot-otot besar lebih berkembang dibandingkan dengan kontrol terhadap tangan dan kaki, sehingga mereka belum bisa melakukan gerakan yang rumit.

Baca Juga :  Dari Kerugian Negara hingga Ancaman Bagi Masyarakat 

Gerakan-gerakan tersebut dibuat dalam bentuk video animasi oleh Renny Puspita Sari. Menurut Renny, langkah pertama dalam pembuatan multimedia senam ini adalah membuat storyline atau alur cerita yang merupakan isi dari multimedia senam tersebut. Selanjutnya membuat karakter anak di dalam senam. Kemudian merancang animasi gerak karakter anak yang disesuaikan dengan gerakan senam yang sudah dirancang sebelumnya oleh Dr. Ahmad Atiq, M.Pd dan mahasiswanya.

“Adapun Software yang digunakan pada pembuatan multimedia senam tersebut diantaranya adalah adobe illustrator, adobe primer, adobe after effeck, adobe audition,” tutur Renny Puspita Sari.

Video animasi tersebut akan dibuat dalam bentuk VCD yang dilengkapi dengan buku tutorial yang menjelaskan tentang gerakan senam tersebut dan manfaat yang diperoleh anak dengan melakukan gerakan senamnya. Ke depannya, para tim dosen PKM Untan bermaksud akan menjadikan multimedia interaktif berbentuk senam animasi berbasis lagu khas Kalbar tersebut sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), sehingga dapat dimiliki oleh masyarakat umum. (ghe/ser)

Inovasi Teknologi Multimedia Interaktif

PONTIANAK – Tim PKM dosen Untan berinovasi membuat senam yang diiringi lagu khas Kalimantan Barat (Kalbar) untuk anak usia dini dalam bentuk video animasi. Diharapkan dengan adanya inovasi ini dapat mendorong anak-anak untuk berolahraga. Biasanya gerakan senam yang dilakukan di PAUD dicontohkan langsung oleh guru. Lagu yang mengiringinya tidak mencirikan lagu khas Kalbar. Hal ini lah yang mendorong tim PKM dosen Untan yang terdiri atas Desni Yuniarni, M.Psi. Psikolog (dosen Prodi PG-PAUD, FKIP), Dr. Ahmad Atiq, M.Pd (dosen Prodi Pendidikan Jasmani, FKIP) dan Renny Puspita Sari, ST. MT (dosen Prodi Sistem Informasi, FMIPA) membuat video animasi tersebut.

Menurut Desni Yuniarni, dengan adanya video animasi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa dapat berolahraga secara kondusif dan terintegratif pada pusat perkembangan gerakan yang dituju. Selain itu, dapat membina sifat cinta lagu daerah karena saat senam bisa sambil menghapal lagu daerah.

Ahmad Atiq menambahkan jika dilakukan teratur, gerakan-gerakan senam irama dapat meningkatkan kesehatan dan pertumbuhan fisik anak. Secara operasional, praktik pendidikan usia dini sebaiknya berpusat pada kebutuhan anak, yaitu pendidikan yang berdasarkan pada minat, kebutuhan, dan kemampuan anak.

Baca Juga :  Wardah Gelar Bright Day Roadshow di Untan

“Oleh karena itu, peran pendidik sangatlah penting,” ujar Ahmad.

Dia menilai pendidik harus mampu memfasilitasi aktivitas anak dengan material yang beragam. Pengertian pendidik dalam hal ini tidak hanya terbatas pada guru saja, tetapi juga orangtua dan lingkungan. Seorang anak membutuhkan lingkungan yang kondusif untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Program latihannya pun harus disesuaikan dengan karakter perkembangan anak yang masih dalam taraf bermain.

Dosen Prodi Pendidikan Jasmani FKIP ini mengatakan pada masa Taman Kanak-kanak (TK), yakni usia 3 sampai 6 tahun, anak mengalami perkembangan motorik kasar dan motorik halus yang begitu pesat. Anak juga bergerak sangat aktif. Mereka memiliki penguasaan terhadap tubuhnya dan sangat menyukai kegiatan yang dilakukan sendiri. Namun, otot-otot besar lebih berkembang dibandingkan dengan kontrol terhadap tangan dan kaki, sehingga mereka belum bisa melakukan gerakan yang rumit.

Baca Juga :  Mahasiswa Untan Produksi Face Shield untuk Petugas Medis

Gerakan-gerakan tersebut dibuat dalam bentuk video animasi oleh Renny Puspita Sari. Menurut Renny, langkah pertama dalam pembuatan multimedia senam ini adalah membuat storyline atau alur cerita yang merupakan isi dari multimedia senam tersebut. Selanjutnya membuat karakter anak di dalam senam. Kemudian merancang animasi gerak karakter anak yang disesuaikan dengan gerakan senam yang sudah dirancang sebelumnya oleh Dr. Ahmad Atiq, M.Pd dan mahasiswanya.

“Adapun Software yang digunakan pada pembuatan multimedia senam tersebut diantaranya adalah adobe illustrator, adobe primer, adobe after effeck, adobe audition,” tutur Renny Puspita Sari.

Video animasi tersebut akan dibuat dalam bentuk VCD yang dilengkapi dengan buku tutorial yang menjelaskan tentang gerakan senam tersebut dan manfaat yang diperoleh anak dengan melakukan gerakan senamnya. Ke depannya, para tim dosen PKM Untan bermaksud akan menjadikan multimedia interaktif berbentuk senam animasi berbasis lagu khas Kalbar tersebut sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), sehingga dapat dimiliki oleh masyarakat umum. (ghe/ser)

Most Read

Artikel Terbaru

/