alexametrics
25.6 C
Pontianak
Tuesday, August 16, 2022

Koperasi Syariah Tingkatkan Gairah Sektor UMKM  

PONTIANAK – Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kota Pontianak haryadi Tri Wibowo menyebut kehadiran Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah Baitul Maal wat Tamwil (KSPPS BMT) merupakan salah satu upaya memajukan sektor UMKM dan ekonomi syariah dengan cara menyalurkan modal usaha.

“Sebab itu pengelolaan BMT memerlukan keseriusan dan komitmen manager berserta pengurus dalam pengelolaan keuangan syariah dan pembinaan UMKM,” ujarnya saat peresmian kantor cabang BMT Bina Ummat Sejahtera di Jl Husein Hamzah, kemarin (17/1).

Lanjut dia, BMT yang merupakan salah satu bentuk koperasi merupakan wadah perekonomian yang berbasis kekeluargaan dan kerakyatan,  dimana semua unsur yang terlibat didalamnya mesti berperan aktif untuk terwujudnya pertumbuhan perekonomian. Dia berharap BMT Bina Ummat Sejahtera mampu mengelola dananya untuk permodalan UMKM. Namun tak kalah penting adalah pendampingan dan pembinaan, agar UMKN tersebut tumbuh berkembang.

Baca Juga :  Dorong Pengembangan EBT, PLN Gelar Konferensi Akademik Internasional ICT-PEP 2020

Ketua KSPPS BMT Bina Ummat Sejahtera Abdullah Yazid mengatakan, saat ini sektor keuangan syariah terutama koperasi tengah berkembang di Pontianak. Pihaknya saat ini misalnya, telah memiliki delapan kantor cabang dengan total asset sebesar Rp36 miliar. Sementara outstanding pembiayaannya sebesar Rp24 miliar, dan saldo simpanan sebesar Rp22 miliar. “Berdasarkan data itu, FDR (Financing to Deposit Ratio) kami sebesar 107 %. Hal ini dalam kegiatannya perolehan simpanan di cabang tersebut disalurkan sebagai pembiayaan pada anggota setempat,” ujarnya.

Khusus Kantor Cabang Pontianak Kota sendiri memiliki asset sebesar Rp7,50 miliar dengan outstanding pembiayaan Rp1,65 miliar,- dan simpanan Rp6,94 miliar. Untuk mengembangkan kegiatan KSPPS BMT Bina Ummat Sejahtera akan melakukan pembagian target sesuai potensi cabang dengan memetakan daerah dan memaksimalkan promosi.

Baca Juga :  Agen BRILink-Keagenan Berbasis Sharing Economy, dari dan untuk Masyarakat

Untuk  target di tahun 2020, aset Kantor Cabang KSPPS BMT Bina Ummat Sejahtera di seluruh Wilayah Kalimantan Barat menjadi sebesar Rp52,14 miliar dengan produk pembiayaan menjadi sebesar Rp37,24 miliar dan simpanan menjadi sebesar Rp41,16 miliar.  Target Kantor cabang Pontianak Kota sendiri untuk asset menjadi  sebesar Rp11,50 miliardengan outstanding pembiayaan Rp5,08 miliar,-  dan simpanan Rp10 miliar.

Kantor Cabang Pontianak Kota yang berlokasi di Jl Husein Hamzah merupakan cabang dari KSPPS BMT BUS yang berada di Kalbar. Sementara secara nasional, berpusat di Rembang-Jawa Tengah, BMT ini telah memiliki 120 kantor cabang yang tersebar pada tujuh provinsi di Indonesia. (ars)

PONTIANAK – Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kota Pontianak haryadi Tri Wibowo menyebut kehadiran Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah Baitul Maal wat Tamwil (KSPPS BMT) merupakan salah satu upaya memajukan sektor UMKM dan ekonomi syariah dengan cara menyalurkan modal usaha.

“Sebab itu pengelolaan BMT memerlukan keseriusan dan komitmen manager berserta pengurus dalam pengelolaan keuangan syariah dan pembinaan UMKM,” ujarnya saat peresmian kantor cabang BMT Bina Ummat Sejahtera di Jl Husein Hamzah, kemarin (17/1).

Lanjut dia, BMT yang merupakan salah satu bentuk koperasi merupakan wadah perekonomian yang berbasis kekeluargaan dan kerakyatan,  dimana semua unsur yang terlibat didalamnya mesti berperan aktif untuk terwujudnya pertumbuhan perekonomian. Dia berharap BMT Bina Ummat Sejahtera mampu mengelola dananya untuk permodalan UMKM. Namun tak kalah penting adalah pendampingan dan pembinaan, agar UMKN tersebut tumbuh berkembang.

Baca Juga :  Dorong Pengembangan EBT, PLN Gelar Konferensi Akademik Internasional ICT-PEP 2020

Ketua KSPPS BMT Bina Ummat Sejahtera Abdullah Yazid mengatakan, saat ini sektor keuangan syariah terutama koperasi tengah berkembang di Pontianak. Pihaknya saat ini misalnya, telah memiliki delapan kantor cabang dengan total asset sebesar Rp36 miliar. Sementara outstanding pembiayaannya sebesar Rp24 miliar, dan saldo simpanan sebesar Rp22 miliar. “Berdasarkan data itu, FDR (Financing to Deposit Ratio) kami sebesar 107 %. Hal ini dalam kegiatannya perolehan simpanan di cabang tersebut disalurkan sebagai pembiayaan pada anggota setempat,” ujarnya.

Khusus Kantor Cabang Pontianak Kota sendiri memiliki asset sebesar Rp7,50 miliar dengan outstanding pembiayaan Rp1,65 miliar,- dan simpanan Rp6,94 miliar. Untuk mengembangkan kegiatan KSPPS BMT Bina Ummat Sejahtera akan melakukan pembagian target sesuai potensi cabang dengan memetakan daerah dan memaksimalkan promosi.

Baca Juga :  KPP Pontianak Barat Berikan Edukasi Kepada Wajib Pajak Baru

Untuk  target di tahun 2020, aset Kantor Cabang KSPPS BMT Bina Ummat Sejahtera di seluruh Wilayah Kalimantan Barat menjadi sebesar Rp52,14 miliar dengan produk pembiayaan menjadi sebesar Rp37,24 miliar dan simpanan menjadi sebesar Rp41,16 miliar.  Target Kantor cabang Pontianak Kota sendiri untuk asset menjadi  sebesar Rp11,50 miliardengan outstanding pembiayaan Rp5,08 miliar,-  dan simpanan Rp10 miliar.

Kantor Cabang Pontianak Kota yang berlokasi di Jl Husein Hamzah merupakan cabang dari KSPPS BMT BUS yang berada di Kalbar. Sementara secara nasional, berpusat di Rembang-Jawa Tengah, BMT ini telah memiliki 120 kantor cabang yang tersebar pada tujuh provinsi di Indonesia. (ars)

Most Read

Artikel Terbaru

/