alexametrics
32 C
Pontianak
Thursday, August 11, 2022

Masuki 3 Tahun, Berharap Lahirkan SDM Tangguh

SEKOLAH Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak menggelar Dies Natalis ke-3, kemarin (17/1). Dalam orasi ilmiahnya P Dr Mayong Andreas Acin OFM Cap dari provinsial kapusin provinsi Pontianak menyebut bahwa pendirian STAKATN Pontianak mengalami proses yang cukup panjang.  “STAKAT Negeri Pontianak harus berusaha untuk menciptakan iklim komunitas yang menghasilkan, sedapat mungkin, atmosfir kehidupan keluarga yang hangat dan akrab,” ujarnya.

Kepala Bagian STAKat Negeri Pontianak, Christianus Isang menyatakan, STAKat Negeri Pontianak bangga dengan keberadaan prodi Pendidikan Keagamaan Katolik dengan segala prestasinya di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dan kerja sama. “Prestasi prodi tidak diragukan lagi. Untuk menjadikan prodi PKK sebagai referensi dunia di bidang Kekatolikan tentu diperlukan usaha yang lebih giat lagi dalam peningkatan kerja sama di berbagai bidang dengan para mitra, baik mitra nasional maupun mitra internasional. Juga, peningkatan jumlah publikasi hasil-hasil riset di forum dan jurnal tingkat nasional dan internasional bereputasi dan mengusahakan lebih banyak lagi,” harapnya.

Baca Juga :  Harga Kedelai Tinggi, Produsen Kurangi Ukuran Tempe

Dies Natalis tahun ketiga ini mengambil tema; “Bersama Sebagai Sahabat Membangun Stakat Negeri Pontianak Yang Berilmu Dan Beriman Katolik”. Subandri Simbolonsebagai ketua panitia Dies Natalis ke-3 ini menuturkan langkah dasar yang diperlukan untuk menunjang implementasi inovasi di bidang pendidikan keagamaan Katolik adalah dengan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia melalui program yang terpadu.

“Seluruh civitas akademika STAKat Negeri Pontianak sadar bahwa perjuangan yang harus dilalui tidaklah gampang untuk membangun Kampus STAKat Negeri Pontianak. Ibarat manusia, kampus ini masihlah seorang bayi mungil yang sangat membutuhkan perhatian kita. Agar kampus kita, STAKat Negeri Pontianak ini bisa tumbuh kokoh yang siap menghasilkan lulusan, yang kokoh dalam iman dan ilmu,” imbuhnya.

Baca Juga :  Harga Ayam di Pontianak Dekati HET

Dalam kata sambutannya beliau juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya jika perayaan ini belum bisa mencapai ekspektasi seluruh civitas akademika STAKat Negeri Pontianak. Banyak keterbatasan yang menjadi faktor ketidakmampuan para panitia untuk membuat perayaan syukur ini menjadi perayaan yang meriah. Subandri lebih lanjut menyampaikan harapannya agar di tahun 2021, perayaan Dies Natalis ke-4 dapat dilaksanakan dengan lebih meriah lagi. (ars)

SEKOLAH Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak menggelar Dies Natalis ke-3, kemarin (17/1). Dalam orasi ilmiahnya P Dr Mayong Andreas Acin OFM Cap dari provinsial kapusin provinsi Pontianak menyebut bahwa pendirian STAKATN Pontianak mengalami proses yang cukup panjang.  “STAKAT Negeri Pontianak harus berusaha untuk menciptakan iklim komunitas yang menghasilkan, sedapat mungkin, atmosfir kehidupan keluarga yang hangat dan akrab,” ujarnya.

Kepala Bagian STAKat Negeri Pontianak, Christianus Isang menyatakan, STAKat Negeri Pontianak bangga dengan keberadaan prodi Pendidikan Keagamaan Katolik dengan segala prestasinya di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dan kerja sama. “Prestasi prodi tidak diragukan lagi. Untuk menjadikan prodi PKK sebagai referensi dunia di bidang Kekatolikan tentu diperlukan usaha yang lebih giat lagi dalam peningkatan kerja sama di berbagai bidang dengan para mitra, baik mitra nasional maupun mitra internasional. Juga, peningkatan jumlah publikasi hasil-hasil riset di forum dan jurnal tingkat nasional dan internasional bereputasi dan mengusahakan lebih banyak lagi,” harapnya.

Baca Juga :  Buka Cabang di Amsterdam, Ekspansi BNI dipuji DPR

Dies Natalis tahun ketiga ini mengambil tema; “Bersama Sebagai Sahabat Membangun Stakat Negeri Pontianak Yang Berilmu Dan Beriman Katolik”. Subandri Simbolonsebagai ketua panitia Dies Natalis ke-3 ini menuturkan langkah dasar yang diperlukan untuk menunjang implementasi inovasi di bidang pendidikan keagamaan Katolik adalah dengan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia melalui program yang terpadu.

“Seluruh civitas akademika STAKat Negeri Pontianak sadar bahwa perjuangan yang harus dilalui tidaklah gampang untuk membangun Kampus STAKat Negeri Pontianak. Ibarat manusia, kampus ini masihlah seorang bayi mungil yang sangat membutuhkan perhatian kita. Agar kampus kita, STAKat Negeri Pontianak ini bisa tumbuh kokoh yang siap menghasilkan lulusan, yang kokoh dalam iman dan ilmu,” imbuhnya.

Baca Juga :  Waspada, Penipuan Pendaftaran Subsidi Listrik Melalui Website

Dalam kata sambutannya beliau juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya jika perayaan ini belum bisa mencapai ekspektasi seluruh civitas akademika STAKat Negeri Pontianak. Banyak keterbatasan yang menjadi faktor ketidakmampuan para panitia untuk membuat perayaan syukur ini menjadi perayaan yang meriah. Subandri lebih lanjut menyampaikan harapannya agar di tahun 2021, perayaan Dies Natalis ke-4 dapat dilaksanakan dengan lebih meriah lagi. (ars)

Most Read

Artikel Terbaru

/