alexametrics
27.8 C
Pontianak
Friday, August 19, 2022

Pendidikan Khusus Profesi Advokat Sistem Online

PONTIANAK – Untuk kali pertama, Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN Peradi) telah menyelenggarakan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) secara online. Pendidikan khusus ini diselenggarakan terkait adanya wabah Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh wilayah Indonesia.

Atas dasar itulah, PKPA secara online atau Daring (dalam jaringan internet) juga akan dilakukan DPC PERADI Kota Pontianak bekerjasama dengan Magister Ilmu Hukum Universitas Tanjungpura Pontianak. PKPA via Daring tersebut, diungkapkan DR. Hadi Suratman SH Msi, Ketua DPC PERADI Pontianak, akan diselenggarakan 13 Juni 2020. “Akan kita gelar secara online. Pihak PMIH Untan dan tenaga pengajar yang dilibatkan dalam PKPA ini juga sudah menyatakan kesiapannya.”

Baca Juga :  Otto Hasibuan Terpilih jadi Ketua Umum Peradi

Hadi Suratman yang juga Pengurus DPN PERADI Korwil Kalimantan Barat Timur dan Utara ini, menambahkan, dasar PKPA digelar secara online ini dengan pertimbangan tingginya minat peserta. Namun karena wabah Pandemi Covid-19, tidak memungkinkan untuk menyelenggarakan PKPA secara tatap muka langsung (reguler) di ruang kelas.

“Kita tak mungkin menunda keinginan para peserta untuk ikut PKPA tersebut sampai berakhirnya wabah pandemi Covid-19 yang belum diketahui kapan. Makanya untuk menyalurkan minat peserta pendidikan ini, jalan terbaiknya melalui online,” terangnya.

Dia mengungkapkan, DPN PERADI sendiri telah melakukan PKPA sistem online yang dimulai 28 April 2020, kemarin. ”Maka jika peserta PKPA di Kalbar ini memenuhi target kuota, maka perkuliahan PKPA secara online kita laksanakan. Pontianak nantinya akan menjadi pelaksana PKPA dengan cara online ke tiga setelah Universitas Jayabaya dan FHP Law School.”

Baca Juga :  PLN Siap Optimalkan Pemanfaatan FABA

Lebih lanjut dia menambahkan, setelah PKPA sistem online dilaksanakan, maka untuk Ujian Profesi Advokat (UPA) secara online juga akan digelar, dengan ketentuan para peserta tidak menggunakan Joki. “Artinya para peserta diminta untuk memgikuti proses menjadi Advokat secara benar dan tidak bertentangan dengan UU No 18 Tahun 2003 tentang Advokat,” tutupnya. (pay)

PONTIANAK – Untuk kali pertama, Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN Peradi) telah menyelenggarakan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) secara online. Pendidikan khusus ini diselenggarakan terkait adanya wabah Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh wilayah Indonesia.

Atas dasar itulah, PKPA secara online atau Daring (dalam jaringan internet) juga akan dilakukan DPC PERADI Kota Pontianak bekerjasama dengan Magister Ilmu Hukum Universitas Tanjungpura Pontianak. PKPA via Daring tersebut, diungkapkan DR. Hadi Suratman SH Msi, Ketua DPC PERADI Pontianak, akan diselenggarakan 13 Juni 2020. “Akan kita gelar secara online. Pihak PMIH Untan dan tenaga pengajar yang dilibatkan dalam PKPA ini juga sudah menyatakan kesiapannya.”

Baca Juga :  Otto Hasibuan Terpilih jadi Ketua Umum Peradi

Hadi Suratman yang juga Pengurus DPN PERADI Korwil Kalimantan Barat Timur dan Utara ini, menambahkan, dasar PKPA digelar secara online ini dengan pertimbangan tingginya minat peserta. Namun karena wabah Pandemi Covid-19, tidak memungkinkan untuk menyelenggarakan PKPA secara tatap muka langsung (reguler) di ruang kelas.

“Kita tak mungkin menunda keinginan para peserta untuk ikut PKPA tersebut sampai berakhirnya wabah pandemi Covid-19 yang belum diketahui kapan. Makanya untuk menyalurkan minat peserta pendidikan ini, jalan terbaiknya melalui online,” terangnya.

Dia mengungkapkan, DPN PERADI sendiri telah melakukan PKPA sistem online yang dimulai 28 April 2020, kemarin. ”Maka jika peserta PKPA di Kalbar ini memenuhi target kuota, maka perkuliahan PKPA secara online kita laksanakan. Pontianak nantinya akan menjadi pelaksana PKPA dengan cara online ke tiga setelah Universitas Jayabaya dan FHP Law School.”

Baca Juga :  Sinergi KPK, PLN dan Kementerian ATR/BPN Berhasil Amankan 1.419 Persil Aset Tanah di Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara

Lebih lanjut dia menambahkan, setelah PKPA sistem online dilaksanakan, maka untuk Ujian Profesi Advokat (UPA) secara online juga akan digelar, dengan ketentuan para peserta tidak menggunakan Joki. “Artinya para peserta diminta untuk memgikuti proses menjadi Advokat secara benar dan tidak bertentangan dengan UU No 18 Tahun 2003 tentang Advokat,” tutupnya. (pay)

Most Read

Artikel Terbaru

/