alexametrics
31 C
Pontianak
Thursday, June 30, 2022

Pemprov Kalbar – Perusahaan Sawit Jalin Kesepakatan

PONTIANAK – Penandatanganan Kesepakatan Bersama Antara Gubernur Kalimantan Barat dengan Group Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit, digelar di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Kamis (17/6). Penandatangan tersebut semakin memperkuat sinergi Pemprov Kalbar dengan perusahaan sawit dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, mengatakan pemerintah tidak dapat bekerja dan mengandalkan kemampuan sendiri untuk membangun daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itulah, dirinya berharap partisipasi pihak swasta, terutama perusahaan perkebunan yang berbasis di desa.

“Salah satunya adalah kontribusi perusahaan perkebunan yang ada di desa itu. Kalau berharap dari APBD saja, rasanya tidak mungkin,” ungkap Sutarmidji.

Sutarmidji mengatakan perusahan dapat mengambil peran dalam pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kehadiran perusahaan perkebunan menurutnya mampu meningkatkan status desa menjadi desa mandiri. Mereka juga bisa berkontribusi dalam pemeliharaan infrastruktur, seperti jalan.

Baca Juga :  Harga Sawit Diperkirakan Terus Stabil

“Untuk jalan, perusahaan silahkan untuk dipelihara. Di mana jalan-jalan yang belum kami bangun itu, kami harap perusahaan untuk menjaga,” tuturnya.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalbar, Muhammad Munsif mengapresiasi peran perusahaan sawit terhadap pembangunan. Dengan adanya kesepakatan bersama ini, semakin memperkuat regulasi yang akan memudahkan perusahaan dalam meningkatkan kontribusinya kepada masyarakat.

Dia mengatakan, tanpa adanya kesepakatan bersama tersebut, sebenarnya perusahaan sawit sudah cukup berperan dalam pembangunan. Dalam hal pemeliharaan jalan misalnya, program tersebut sudah berjalan dan jumlahnya terus bertambah.

“Dari laporan yang kami terima, sudah ada sekitar 34 perusahaan yang tersebar di lima sampai enam kabupaten yang sudah berkontribusi untuk merawat jalan. Program seperti ini yang diharapkan oleh gubernur,” tuturnya.

Baca Juga :  Jalan Rusak, Perusahaan Sawit Tanggung Jawab

Selain pemeliharaan jalan, menurutnya perusahaan sawit juga perlu mengoptimalkan penyaluran dana CSR untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di sekitar perkebunan sawit. Dalam kaitannya dengan peningkatan status desa, harapannya adalah penyaluran dana CSR dapat diarahkan pada indikator-indikator pada indeks desa membangun.

“Melalui CSR, perusahaan juga bisa memperkuat BUMDes, atau hal lainnya untuk pembangunan desa,” pungkasnya. (sti)

PONTIANAK – Penandatanganan Kesepakatan Bersama Antara Gubernur Kalimantan Barat dengan Group Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit, digelar di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Kamis (17/6). Penandatangan tersebut semakin memperkuat sinergi Pemprov Kalbar dengan perusahaan sawit dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, mengatakan pemerintah tidak dapat bekerja dan mengandalkan kemampuan sendiri untuk membangun daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itulah, dirinya berharap partisipasi pihak swasta, terutama perusahaan perkebunan yang berbasis di desa.

“Salah satunya adalah kontribusi perusahaan perkebunan yang ada di desa itu. Kalau berharap dari APBD saja, rasanya tidak mungkin,” ungkap Sutarmidji.

Sutarmidji mengatakan perusahan dapat mengambil peran dalam pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kehadiran perusahaan perkebunan menurutnya mampu meningkatkan status desa menjadi desa mandiri. Mereka juga bisa berkontribusi dalam pemeliharaan infrastruktur, seperti jalan.

Baca Juga :  Bersiasat Cari Penghasilan Lain Sambil Menunggu Pohon Berbuah

“Untuk jalan, perusahaan silahkan untuk dipelihara. Di mana jalan-jalan yang belum kami bangun itu, kami harap perusahaan untuk menjaga,” tuturnya.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalbar, Muhammad Munsif mengapresiasi peran perusahaan sawit terhadap pembangunan. Dengan adanya kesepakatan bersama ini, semakin memperkuat regulasi yang akan memudahkan perusahaan dalam meningkatkan kontribusinya kepada masyarakat.

Dia mengatakan, tanpa adanya kesepakatan bersama tersebut, sebenarnya perusahaan sawit sudah cukup berperan dalam pembangunan. Dalam hal pemeliharaan jalan misalnya, program tersebut sudah berjalan dan jumlahnya terus bertambah.

“Dari laporan yang kami terima, sudah ada sekitar 34 perusahaan yang tersebar di lima sampai enam kabupaten yang sudah berkontribusi untuk merawat jalan. Program seperti ini yang diharapkan oleh gubernur,” tuturnya.

Baca Juga :  PTPN XIII Serahkan Tali Asih untuk 8.035 Purnakarya

Selain pemeliharaan jalan, menurutnya perusahaan sawit juga perlu mengoptimalkan penyaluran dana CSR untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di sekitar perkebunan sawit. Dalam kaitannya dengan peningkatan status desa, harapannya adalah penyaluran dana CSR dapat diarahkan pada indikator-indikator pada indeks desa membangun.

“Melalui CSR, perusahaan juga bisa memperkuat BUMDes, atau hal lainnya untuk pembangunan desa,” pungkasnya. (sti)

Most Read

Artikel Terbaru

/