alexametrics
23 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

PHRI Rayakan New Normal, Optimis Bisnis Perhotelan Pontianak Membaik

PONTIANAK—Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kalimantan Barat menggelar perayaan terbatas dalam rangka diberlakukannya new normal oleh sejumlah pemerintah provinsi, kota/ kabupaten sejak Juni lalu.

Kendati demikian, Ketua PHRI Kalbar Yuliardi Qamal menyebut, kondisi perhotelan di Kalbar masih jauh dari kata pulih. Namun dia optimis pada semester kedua tahun ini, akan jauh lebih baik. Terlebih apabila sektor penerbangan dan penyelenggaraan acara massal diperbolehkan lagi.

“Pengusaha hotel, losmen, vila, dan sejenisnya kini berusaha bertahan dengan berbagai cara. Memasuki masa new normal hotel membuka kembali layanan mereka. Tetapi permintaannya kecil sekali. Selain karena sektor event belum dibuka dan protokol transportasi yang ketat. Juga karena sebagian masyarakat masih kekhawatiran pandemi Covid-19,” ujarnya, kemarin.

Dia menjelaskan, kondisi bisnis perhotelan atau penginapan berbeda dengan usaha restoran, rumah makan, dan warung kopi. Pasalnya rumah makan masih bisa mengandalkan konsumen tempatan. Sedangkan hotel sangat mengandalkan tamu dari luar. Namun pemasukan utama adalah dari gelaran meeting, incentive, convention dan exhibition (MICE),  “Sebagai kota jasa dan perdagangan dan pusat pemerintahan, hotel di kita memang bergantung dari adanya event-event MICE. Makanya okupansi tertinggi terjadi di weekday (hari kerja),” ungkapnya.

Baca Juga :  Ekspresikan Gaya bersama Sophie Martin dan Burn-burn

Pihaknya juga memuji kiprah pemerintah daerah dan tim gugus tugas di Kalbar yang mampu menangani pandemi Covid-19 dengan baik. Terbukti dengan angka pertumbuhan kasus baru yang landai. Bahkan beberapa kali tercatat nol kasus baru. Sedangkan angka kesembuhan terus meningkat. “Dibandingkan dengan daerah lain, Kalbar sangat bagus angkanya. Mudah-mudahan ini berbanding lurus dengan iklim bisnis dan investasi di kita,” ungkap dia.

PHRI telah membagikan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19 pada 5 Juni 2020. Pedoman itu sudah diberikan ke seluruh pengelola hotel dan restoran anggota PHRI. Soal protokol kesehatan, Yuliardi Qamal menyebut pihaknya selalu memantau kedisiplinan para anggotanya. Menurutnya saat ini seluruh hotel di Pontianak sudah menerapkan aturan protokol Covid-19. Apabila ada anggota yang melanggar maka harus siap menerima sanksi.

Baca Juga :  Harga dan Stok Bahan Pokok Relatif Stabil

Masalah setting resepsionis, restoran, kamar, hall, hingga pantry dan lainnya pun disusun sesuai prinsip physical distancing. Semua karyawan wajib mengenakan masker selama berada di dalam hotel. PHRI juga mewajibkan para anggotanya untuk menyiapkan fasilitas sabun cuci tangan, hand sanitizer, alat penanda batas jarak, termometer tembak, dan rutin melakukan penyemprotan disinfektan pada area strategis di dalam hotel. (ars)

 

 

PONTIANAK—Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kalimantan Barat menggelar perayaan terbatas dalam rangka diberlakukannya new normal oleh sejumlah pemerintah provinsi, kota/ kabupaten sejak Juni lalu.

Kendati demikian, Ketua PHRI Kalbar Yuliardi Qamal menyebut, kondisi perhotelan di Kalbar masih jauh dari kata pulih. Namun dia optimis pada semester kedua tahun ini, akan jauh lebih baik. Terlebih apabila sektor penerbangan dan penyelenggaraan acara massal diperbolehkan lagi.

“Pengusaha hotel, losmen, vila, dan sejenisnya kini berusaha bertahan dengan berbagai cara. Memasuki masa new normal hotel membuka kembali layanan mereka. Tetapi permintaannya kecil sekali. Selain karena sektor event belum dibuka dan protokol transportasi yang ketat. Juga karena sebagian masyarakat masih kekhawatiran pandemi Covid-19,” ujarnya, kemarin.

Dia menjelaskan, kondisi bisnis perhotelan atau penginapan berbeda dengan usaha restoran, rumah makan, dan warung kopi. Pasalnya rumah makan masih bisa mengandalkan konsumen tempatan. Sedangkan hotel sangat mengandalkan tamu dari luar. Namun pemasukan utama adalah dari gelaran meeting, incentive, convention dan exhibition (MICE),  “Sebagai kota jasa dan perdagangan dan pusat pemerintahan, hotel di kita memang bergantung dari adanya event-event MICE. Makanya okupansi tertinggi terjadi di weekday (hari kerja),” ungkapnya.

Baca Juga :  Kondisi Terkini Masjidilharam setelah Pemberlakuan Sterilisasi

Pihaknya juga memuji kiprah pemerintah daerah dan tim gugus tugas di Kalbar yang mampu menangani pandemi Covid-19 dengan baik. Terbukti dengan angka pertumbuhan kasus baru yang landai. Bahkan beberapa kali tercatat nol kasus baru. Sedangkan angka kesembuhan terus meningkat. “Dibandingkan dengan daerah lain, Kalbar sangat bagus angkanya. Mudah-mudahan ini berbanding lurus dengan iklim bisnis dan investasi di kita,” ungkap dia.

PHRI telah membagikan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19 pada 5 Juni 2020. Pedoman itu sudah diberikan ke seluruh pengelola hotel dan restoran anggota PHRI. Soal protokol kesehatan, Yuliardi Qamal menyebut pihaknya selalu memantau kedisiplinan para anggotanya. Menurutnya saat ini seluruh hotel di Pontianak sudah menerapkan aturan protokol Covid-19. Apabila ada anggota yang melanggar maka harus siap menerima sanksi.

Baca Juga :  Jurnalis Empat Negara di Asia Diskusikan Tantangan Industri Media Pasca COVID-19

Masalah setting resepsionis, restoran, kamar, hall, hingga pantry dan lainnya pun disusun sesuai prinsip physical distancing. Semua karyawan wajib mengenakan masker selama berada di dalam hotel. PHRI juga mewajibkan para anggotanya untuk menyiapkan fasilitas sabun cuci tangan, hand sanitizer, alat penanda batas jarak, termometer tembak, dan rutin melakukan penyemprotan disinfektan pada area strategis di dalam hotel. (ars)

 

 

Most Read

Kasus Covid 2.490 Kasus

Kadin Bengkayang Salurkan Sembako

Artikel Terbaru

/